Info Sekolah
Minggu, 26 Apr 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 1447 H

Indonesia Perkenalkan Rumah Pendidikan dalam sidang pleno Pertemuan Menteri Pendidikan APEC

Diterbitkan : - Kategori : Berita

Jakarta – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memperkenalkan platform inovatif bertajuk Rumah Pendidikan dalam sidang pleno Pertemuan Menteri Pendidikan APEC (Asia-Pacific Economic Cooperation) ke-7 atau APEC Education Ministerial Meeting (AEMM) yang berlangsung beberapa waktu lalu. Forum internasional yang mengangkat tema “Bridging Educational Gaps and Promoting Inclusive Growth in the Era of Digital Transformation” ini menjadi ajang penting untuk menunjukkan komitmen Indonesia dalam memajukan pendidikan inklusif dan kolaboratif di era digital.

Rumah Pendidikan, menurut Abdul Mu’ti, merupakan sebuah ekosistem kolaboratif berbasis digital yang dirancang untuk memungkinkan keterlibatan semua pemangku kepentingan di bidang pendidikan, mulai dari guru, siswa, orang tua, hingga mitra pendidikan. Platform ini dilengkapi dengan delapan ruang virtual yang masing-masing didedikasikan untuk kepentingan dan kebutuhan berbeda.

Platform ini memiliki delapan ruang virtual untuk berbagai pemangku kepentingan, termasuk guru, siswa, orang tua, dan mitra pendidikan,” ujar Abdul Mu’ti dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Kamis (15/5/2025).

Salah satu ruang virtual yang disorot dalam presentasi Mendikdasmen adalah Ruang GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan), yang difokuskan untuk pengembangan profesional guru. Abdul Mu’ti menekankan bahwa transformasi digital dalam pendidikan harus dimulai dari peningkatan kompetensi guru agar mereka mampu menjawab tantangan zaman, terutama dalam hal penguasaan teknologi seperti coding dan artificial intelligence (AI).

Mengingat coding akan diperkenalkan di kelas 5 SD hingga SMA, perlu adanya pelatihan dalam bidang tersebut untuk guru dan tenaga pendidik, termasuk asesmen, analisis data, dan pembelajaran mandiri,” jelasnya.

Langkah ini, menurutnya, bukan sekadar respons terhadap perubahan zaman, melainkan strategi komprehensif untuk mengurangi kesenjangan pendidikan yang masih terjadi di banyak wilayah. Dalam paparannya, Abdul Mu’ti menekankan pentingnya penanaman keterampilan masa depan sejak dini, dan guru harus menjadi ujung tombak dalam proses tersebut.

Peningkatan kompetensi guru sangat dibutuhkan di era perkembangan inovasi, digitalisasi, dan inklusivitas ini. Hal ini akan membantu kesenjangan pendidikan dan mempersiapkan keterampilan murid pada masa depan,” tegasnya.

Rumah Pendidikan dirancang sebagai tempat berjejaring, berbagi praktik baik, dan mempercepat adaptasi terhadap kurikulum baru. Penerapan coding dan AI dalam kurikulum nasional, lanjut Abdul Mu’ti, tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan teknis siswa, namun juga untuk menanamkan prinsip-prinsip penting dalam era digital.

Dimasukkannya coding dan AI ke dalam kurikulum nasional bukan hanya untuk meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga untuk menumbuhkan pemikiran komputasional, pemahaman etika AI, dan pendekatan desain yang berpusat pada manusia,” katanya.

Dalam forum AEMM ke-7 ini, Indonesia mendapat perhatian atas inisiatif tersebut karena dinilai sejalan dengan semangat kolaborasi dan inklusivitas yang menjadi tema utama. Beberapa delegasi negara peserta bahkan menyatakan ketertarikan untuk mempelajari lebih lanjut tentang konsep Rumah Pendidikan sebagai praktik baik yang dapat diadaptasi di negara mereka.

Dengan diperkenalkannya platform ini, Indonesia menegaskan posisinya sebagai negara yang berkomitmen pada transformasi pendidikan yang menyeluruh. Rumah Pendidikan bukan hanya simbol perubahan, tapi juga alat nyata untuk memastikan tidak ada yang tertinggal dalam perjalanan menuju masa depan pendidikan yang setara, inklusif, dan inovatif.

Sumber Foto : https://suaramuhammadiyah.id/

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar