Info Sekolah
Kamis, 16 Apr 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 1447 H

IN 2 Pelatihan Pembelajaran Mendalam Menuju Sekolah yang Reflektif dan Adapratif

Diterbitkan : - Kategori : Berita

Semarang, 1 November 2025 — Suasana Sabtu pagi di Aula SMK Negeri 6 Semarang tampak lebih hidup dari biasanya. Sejak pukul 08.00 WIB para kepala sekolah dari berbagai SMK negeri dan swasta di Kota Semarang mulai berdatangan.

Mereka hadir untuk mengikuti kegiatan IN-2 Pelatihan Pembelajaran Mendalam bagi Kepala SMK Wilayah Jawa Tengah Gelombang 2, sebuah program penguatan kapasitas kepemimpinan pembelajaran yang difasilitasi oleh dua fasilitator berpengalaman: Dr. Ahlis Qoidah Noor dan Dra. Maryati, MT.

Pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari rangkaian kegiatan sebelumnya yang berfokus pada praktik pembelajaran mendalam (deep learning), pendekatan reflektif, dan kolaboratif bagi pimpinan satuan pendidikan. Selama sehari penuh, peserta diajak untuk mempresentasikan laporan Rencana Tindak Lanjut (RTL), melakukan inkuiri kolaboratif, serta merumuskan langkah pasca pelatihan agar praktik pembelajaran bermakna dapat terus dikembangkan di sekolah masing-masing.

Dalam sambutannya, Dr. Ahlis Qoidah Noor menekankan bahwa pembelajaran mendalam bukan sekadar strategi mengajar, tetapi merupakan paradigma baru yang harus dihidupkan dalam budaya sekolah.

“Kepala sekolah bukan hanya manajer, tetapi juga pemimpin pembelajaran,” ujar Dr. Ahlis.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin meneguhkan kembali peran kepala sekolah sebagai motor penggerak perubahan yang mampu menciptakan lingkungan belajar yang reflektif, adaptif, dan kolaboratif.”

Dr. Ahlis menambahkan bahwa pelatihan ini menjadi ruang bagi kepala sekolah untuk saling belajar dari praktik terbaik rekan sejawat.

“Setiap kepala sekolah memiliki cerita dan pengalaman berbeda dalam menerapkan pembelajaran mendalam. Ketika pengalaman itu dibagikan, kita semua belajar — bukan hanya tentang metode, tetapi juga tentang nilai dan semangat untuk terus memperbaiki diri,” jelasnya.

Materi pertama diisi dengan presentasi laporan RTL dan hasil inkuiri kolaboratif. Setiap peserta diberi kesempatan menampilkan perkembangan yang telah dilakukan di sekolahnya sejak tahap pelatihan sebelumnya. Diskusi berlangsung interaktif; peserta saling memberi masukan, berbagi tantangan, dan mencari solusi bersama.

Sesi berikutnya adalah refleksi pembelajaran, dipandu oleh Dra. Maryati, MT. Dalam sesi ini, peserta diajak meninjau kembali proses perubahan yang sudah mereka jalani — baik secara pribadi maupun institusional.

“Refleksi adalah jantung dari pembelajaran mendalam,” ujar Maryati. “Tanpa refleksi, kita hanya akan mengulang rutinitas tanpa arah. Kepala sekolah perlu menanamkan budaya reflektif di sekolah agar setiap guru dan siswa terbiasa belajar dari pengalaman, bukan hanya dari instruksi.”

Maryati juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam menciptakan pembelajaran bermakna.

“Inkuiri kolaboratif membantu kita melihat masalah dari berbagai perspektif. Ketika kepala sekolah, guru, dan siswa belajar bersama, maka perubahan tidak lagi datang dari atas, tetapi tumbuh dari dalam komunitas belajar itu sendiri,” imbuhnya.

Menjelang siang, kegiatan dilanjutkan dengan penyusunan RTL Pasca Pelatihan Pembelajaran Mendalam. Dalam sesi ini, peserta merumuskan langkah konkret yang akan dilakukan di sekolah masing-masing. Beberapa kepala sekolah berbagi tekad untuk memperkuat budaya diskusi guru, membentuk komunitas refleksi, dan meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis proyek.

Salah satu peserta, Muhammad Yunan Setyawan, perwakilan dari SMK Negeri 10 Semarang, mengaku mendapat banyak inspirasi dari kegiatan ini.

“Pelatihan ini membuka wawasan saya bahwa kepemimpinan sekolah tidak hanya soal administrasi, tetapi juga bagaimana membangun ekosistem belajar yang sehat,” ujarnya.

“Saya merasa lebih siap untuk menumbuhkan budaya reflektif di sekolah saya, di mana guru dan siswa sama-sama tumbuh.”

Menurut Yunan, sesi inkuiri kolaboratif memberikan pengalaman berbeda. Ia merasa lebih terhubung dengan kepala sekolah lain dan mendapatkan solusi dari masalah yang sebelumnya dianggap rumit.

“Diskusi dengan rekan sejawat membuat saya sadar bahwa setiap sekolah punya cara unik untuk berkembang. Kami saling belajar, saling menguatkan,” tambahnya dengan senyum optimis.

Menutup kegiatan, Dr. Ahlis Qoidah Noor memberikan pesan penuh makna.

“Pelatihan ini bukan akhir, tapi awal dari perjalanan panjang,” ucapnya. “Tugas kita adalah memastikan semangat pembelajaran mendalam ini hidup di sekolah — bukan hanya dalam dokumen, tapi dalam tindakan nyata setiap hari.”

Sementara itu, panitia menyampaikan bahwa kegiatan IN-2 ini merupakan bagian dari seri pelatihan berjenjang bagi kepala sekolah se-Jawa Tengah yang diinisiasi untuk memperkuat praktik kepemimpinan pembelajaran abad ke-21.

Hingga acara berakhir pada pukul 15.00 WIB, semangat kolaboratif masih terasa kuat. Para peserta tampak saling bertukar kontak, berdiskusi ringan, dan berjanji untuk terus berbagi praktik baik pasca pelatihan.

Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, kegiatan seperti IN-2 Pelatihan Pembelajaran Mendalam menjadi pengingat bahwa pendidikan sejati tumbuh dari kemauan untuk terus belajar — terutama dari refleksi dan kolaborasi. Dari aula sederhana di jantung Kota Semarang, para kepala SMK itu meneguhkan langkah mereka: menjadi pemimpin pembelajaran yang menginspirasi, membimbing, dan menumbuhkan semangat belajar sepanjang hayat di sekolah masing-masing. 

Penulis : Anis Indri Hastuti, S. Pd, Guru Matematika SMK Negeri 10 Semarang dan Peserta Pelatihan PM

Artikel ini memiliki

18 Komentar

Minggu, 2 Nov 2025

Terima kasih Mas Yunan telah melaksanakan tugas dengan baik. Semoga ilmu yang didapat bisa jadi bekal menjadi Kepala Sekolah

Balas
Suwarni
Senin, 3 Nov 2025

Kesadaran untuk belajar 👍

Balas
Djoko saputro
Senin, 3 Nov 2025

Mantap …..

Balas
Susanti
Senin, 3 Nov 2025

Semoga dengan selesainya pelatihan PM peserta dapat lebih lagi mengembangkan sekolah asal dengan progresif dan kolaboratif.

Balas
Af'idatin
Senin, 3 Nov 2025

pendidikan sejati tumbuh dari kemauan untuk terus belajar — terutama dari refleksi dan kolaborasi.

Balas
Dwi Palupi Widyasari, S.Pd, M.Si
Selasa, 4 Nov 2025

Mantap

Balas
Dra.Warni
Selasa, 4 Nov 2025

Semoga bermanfaat utk kemajuan sekolah ini.dan semakin berkualitas

Balas
Suginah
Selasa, 4 Nov 2025

Hebat 👍👍

Balas
Yati
Selasa, 4 Nov 2025

MasyaAlloh 👍👍👍

Balas
ERWIN SETIAWAN
Selasa, 4 Nov 2025

Hebat

Balas
SUPARMAN, S.Pd
Selasa, 4 Nov 2025

👍👍👍

Balas
Tutik
Selasa, 4 Nov 2025

Masyaalloh, Pendidikan sejati tumbuh dari kemauan untuk terus belajar — terutama dari refleksi dan kolaborasi.

Balas
Miftakhurrofi'i
Selasa, 4 Nov 2025

Pak Yunan luar biasa…

Balas
Janto
Selasa, 4 Nov 2025

Menyala🔥

Balas
Dian Primayanto
Selasa, 4 Nov 2025

Sukses selalu SMK 10…

Balas
Eni Supriyati
Selasa, 4 Nov 2025

Keren

Balas
Kholifah Martha
Selasa, 4 Nov 2025

Mantabbb Pak Yunan👍

Balas
Aprilia Dwi Asriani
Sabtu, 8 Nov 2025

IN 2 bukan sekadar pelatihan, tapi langkah bersama menuju sekolah yang belajar dari pengalaman dan perubahan

Balas

Beri Komentar