Info Sekolah
Kamis, 16 Apr 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 1447 H

Hari Ketiga Pelatihan Pembelajaran Mendalam Tekankan Analisis Video dan Asesmen

Diterbitkan : - Kategori : Berita

Semarang – Pelatihan Pembelajaran Mendalam bagi kepala sekolah dan guru se-Kota Semarang memasuki hari ketiga pada Jumat, 1 Agustus 2025. Kegiatan yang berlangsung di kelas masing-masing ini diisi dengan aktivitas analisis video pembelajaran dan diskusi kelompok, yang dirancang untuk menggali lebih dalam pemahaman peserta terhadap prinsip dan pengalaman belajar dalam pembelajaran mendalam.

Pada hari ketiga ini, seluruh peserta dibagi ke dalam enam kelompok yang terdiri dari lima orang. Setiap kelompok diminta mengamati video pembelajaran yang sesuai dengan jenjang satuan pendidikan masing-masing. Setelah proses pengamatan, peserta melakukan diskusi kelompok untuk menganalisis isi video dengan merujuk pada prinsip-prinsip pembelajaran dan pengalaman belajar yang telah mereka pelajari di hari-hari sebelumnya.

Hasil diskusi kemudian dipresentasikan oleh salah satu kelompok, sementara kelompok lain diberi kesempatan untuk memberikan tanggapan maupun apresiasi. Suasana diskusi berlangsung hidup dan kolaboratif, menunjukkan antusiasme para peserta dalam memahami dan mengimplementasikan pendekatan pembelajaran yang lebih bermakna dan menyeluruh.

Salah satu peserta, Cicilia San San dari SMA PL Don Bosco, menyampaikan kesannya terhadap kegiatan hari ini. “Pelatihan hari ketiga menyenangkan. Fasilitator menjelaskan materi dengan cara yang mudah dipahami. Kami sebagai peserta semakin mengerti bagaimana menuangkan prinsip dan pengalaman belajar ke dalam materi pembelajaran yang nantinya akan kami sampaikan kepada murid,” ujarnya.

Materi pelatihan hari ketiga berfokus pada prinsip utama dalam Pembelajaran Mendalam (PM) yang terdiri atas tiga komponen: berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Ketiganya saling melengkapi dan bertujuan membentuk peserta didik sebagai pembelajar aktif, kontekstual, dan penuh motivasi intrinsik. Proses pembelajaran yang berkesadaran mendorong siswa memahami tujuan belajar dan mengatur strategi belajarnya sendiri. Pembelajaran yang bermakna terhubung dengan kehidupan nyata, sedangkan yang menggembirakan menciptakan suasana belajar positif, kreatif, dan memotivasi.

Selain itu, pelatihan juga mengupas filosofi Ki Hajar Dewantara yang melandasi PM secara holistik melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga. Dimensi intelektual, etika, estetika, dan fisik diintegrasikan ke dalam kegiatan belajar, agar proses pendidikan tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membentuk karakter dan kepekaan sosial.

Tahapan pengalaman belajar dalam PM dibagi ke dalam tiga tahap utama, yaitu memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Dalam tahap memahami, guru mendorong siswa membangun pemahaman konsep dasar yang terhubung dengan kehidupan mereka. Tahap mengaplikasi menekankan penerapan pengetahuan dalam situasi nyata melalui pemecahan masalah. Sementara tahap merefleksi memberi ruang bagi siswa untuk mengevaluasi proses belajar mereka sendiri, mengembangkan kesadaran diri dan strategi belajar yang lebih baik.

Dalam analisis video pembelajaran yang dilakukan peserta, aspek asesmen juga menjadi bahasan penting. Dwi Hardiko dari SMAN 8 Semarang menyoroti pentingnya pendekatan asesmen dalam PM. “Karena pembelajaran mendalam menitikberatkan pada proses, maka asesmen pun lebih menekankan pada asesmen formatif. Ini penting agar murid dan guru dapat memperbaiki cara belajarnya secara berkelanjutan. Harapannya, proses ini juga berdampak positif pada hasil asesmen sumatif nantinya,” katanya.

Peserta juga mempelajari dua kerangka teoritis yang menjadi landasan pengalaman belajar dalam PM, yakni Taksonomi SOLO dan Taksonomi Bloom. Taksonomi SOLO menggambarkan tahapan pemahaman dari yang paling dasar hingga ke tingkat abstrak yang tinggi, sedangkan Taksonomi Bloom mengaitkan proses belajar dengan tahapan kognitif mulai dari memahami, menerapkan, hingga mencipta dan mengevaluasi.

Asesmen dalam PM dipaparkan sebagai proses yang bersifat autentik dan holistik. Tidak hanya mengukur hasil belajar, asesmen juga berfungsi untuk memahami kedalaman pemahaman siswa, merancang aktivitas yang sesuai, dan memberikan umpan balik yang tepat sasaran. Asesmen ini mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotor yang dinilai secara terpadu. Dua jenis asesmen utama yang digunakan adalah formatif dan sumatif, namun fokus utama dalam PM adalah asesmen formatif yang dilakukan secara berkelanjutan selama proses belajar.

Dengan pendekatan kolaboratif dalam menganalisis video pembelajaran dan mendiskusikan penerapan prinsip-prinsip PM, pelatihan hari ketiga menjadi ruang belajar yang kaya akan wawasan praktis. Kegiatan ini tidak hanya menambah pemahaman peserta, tetapi juga memberi bekal nyata dalam mendesain pembelajaran yang berdampak.

Pelatihan hari ketiga ini sekaligus menegaskan bahwa perubahan paradigma pendidikan tidak cukup hanya pada kurikulum, tetapi harus menyentuh cara guru berpikir, merancang, dan menilai pembelajaran. Dengan semangat kolaboratif dan reflektif, para peserta pelatihan diharapkan menjadi agen perubahan yang membawa praktik baik ke ruang kelas masing-masing.

Penulis : Ardan Sirodjuddin, Fasilitator Pembelajaran Mendalam BBGTK Jawa Tengah
Artikel ini memiliki

2 Komentar

Elmina
Selasa, 5 Agu 2025

Semangat belajar Bp Ib

Balas
Suparman, S.Pd
Selasa, 5 Agu 2025

Semangat👍

Balas

Beri Komentar