Info Sekolah
Sabtu, 13 Jul 2024
  • SMKN 10 Semarang siap menerima siswa baru dengan delapan jurusan sebanyak 540 siswa#SMKN 10 Semarang membuka jurusan baru Manajemen Logistik

Guru TP SMKN 10 Semarang Jadi Peserta Pelatihan Pemeriksaan Hasil Las dengan Teknologi Terkini

Diterbitkan : - Kategori : Berita / SMK PK

Cimahi, Kamis 09 Mei 2024 – Inovasi dan peningkatan mutu pendidikan vokasi menjadi fokus utama bagi para pendidik di SMKN 10 Semarang. Salah satu guru yang menjalani kegiatan ini adalah Mohammad Yunan S., S.Pd, seorang pengajar di bidang Teknik Pengelasan. Ia baru-baru ini menjadi peserta dalam pelatihan pemeriksaan hasil las dengan teknologi Magnetik Partikel Inspeksi dan Ultrasonik Tes yang diselenggarakan oleh Balai Besar Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Bidang Mesin dan Teknik Industri (BBPPMPV BMTI).

Pelatihan yang berlangsung pada Kamis, 09 Mei 2024 di Departemen Las dan Fabrikasi Logam (LAFALO) tersebut menghadirkan peserta Diklat IIW dari berbagai sekolah di bawah binaan BBPPMPV BMTI seluruh Indonesia. Para Pengajar yang turut  hadir adalah Dr.phil. Moh Sanni Mufti A, S.T., M.Pd., Dr Drs. Sunarko, MT., Doni Tri Prasetyo, S.Pd.,M.Pd dengan menghadirkan praktisi dari industri yaitu Ahmad Mursyid Khalifah dari PT. Pratita Prama Nugraha (Pratita). PT. Pratita Prama Nugraha (Pratita) memulai usahanya dengan memasok produk NDT untuk memenuhi kebutuhan pelanggan NDT, mencakup berbagai teknologi untuk diterapkan di berbagai sektor industri mulai dari minyak dan gas, pembangkit listrik, perusahaan inspeksi, fabrikasi galangan kapal, penerbangan, pupuk, produsen pipa, medis, petrokimia, dan otomotif. 

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam pemeriksaan hasil las menggunakan teknologi canggih seperti Magnetik Partikel Inspeksi dan Ultrasonik Tes. Pemeriksaan pengelasan menggunakan Magnetik Partikel Inspeksi (MPI) adalah salah satu metode non-destruktif yang digunakan untuk mendeteksi cacat atau ketidaksempurnaan pada pengelasan logam. MPI memanfaatkan prinsip induksi magnetik untuk mendeteksi ketidaksempurnaan pada material yang memiliki sifat magnetisasi. Ketika material tersebut diberi medan magnet, cacat atau ketidaksempurnaan akan mengganggu medan magnet dan menghasilkan pola magnetisasi yang dapat dideteksi.

Sedangkan untuk Ultrasonik tes didasarkan pada prinsip penggunaan gelombang ultrasonik yang dipancarkan melalui bahan yang sedang diperiksa (biasanya material logam). Gelombang ultrasonik dipancarkan oleh transduser dan merambat melalui bahan dengan kecepatan tertentu. Ketika gelombang ultrasonik bertemu dengan batas permukaan antara dua material atau dengan cacat dalam material, sebagian dari energi gelombang akan dipantulkan kembali ke transduser. Pantulan ini bisa terjadi pada cacat internal seperti retak, porositas, atau kehilangan adhesi antara lapisan pengelasan dan material dasar

Mohammad Yunan S., S.Pd, menyatakan bahwa partisipasinya dalam pelatihan ini adalah kesempatan yang sangat berharga untuk memperdalam pengetahuan dan keterampilannya dalam bidang pengelasan. “Dalam dunia industri saat ini, kebutuhan akan kualifikasi dan kompetensi yang tinggi sangatlah penting. Oleh karena itu, sebagai pendidik, saya merasa penting untuk terus memperbarui pengetahuan dan keterampilan saya agar dapat memberikan yang terbaik bagi siswa-siswa kami,” ungkapnya.

Selama pelatihan, peserta diajarkan tentang prinsip-prinsip dasar pemeriksaan hasil las, penggunaan peralatan dan teknologi terkini, serta metode interpretasi hasil pemeriksaan. Mereka juga memiliki kesempatan untuk berlatih secara langsung di bawah bimbingan para ahli industri yang berpengalaman.

Kepala Sekolah SMKN 10 Semarang, Bapak Ardan Sirodjuddin, M.Pd, menyampaikan apresiasi atas komitmen Mohammad Yunan S., S.Pd dalam terus meningkatkan kualitas dirinya sebagai pendidik. “Partisipasi beliau dalam pelatihan ini mencerminkan semangat dan dedikasi kami dalam memastikan bahwa para guru di SMKN 10 Semarang selalu siap menghadapi perkembangan teknologi dan kebutuhan industri,” ujarnya.

Partisipasi Mohammad Yunan S., S.Pd dalam pelatihan pemeriksaan hasil las dengan teknologi Magnetik Partikel Inspeksi dan Ultrasonik Tes di BBPPMPV BMTI menegaskan komitmen SMKN 10 Semarang dalam meningkatkan mutu pendidikan vokasi di Indonesia. Diharapkan bahwa pengetahuan dan keterampilan yang diperolehnya akan menjadi bekal berharga dalam membimbing dan menginspirasi generasi penerus dalam menghadapi tantangan industri masa depan.

Penulis : Muhammad Yunan Setyawan, S.Pd, Guru Pengelasan dan Fabrikasi Logam SMKN 10 Semarang

Artikel ini memiliki

10 Komentar

Miftah Zainun N
Sabtu, 11 Mei 2024

Semangat terus pak Yunan beserta 15 teman lainnya dalam mengikuti kegiatan ini, jangan lupa perjuangan masih harus dilanjutkan yakni magang industri yang sudah ada didepan mata serta menyampaikan kepada guru di daerahnya masing2 beserta anak didiknya untuk perkembangan vokasi Indonesia.

Balas
Andhika Wildan Krisnamurti
Minggu, 12 Mei 2024

Mantap, Pak Yunan.

Balas
JOKO M
Minggu, 12 Mei 2024

Alhamdulillah…
Semoga jurusan TP. SMK N 10 Semarang semakin di minati masyarakat Dan DU/ DI Aamiin. 👍

Balas
Nyaminah,S.Pd
Minggu, 12 Mei 2024

Mantap maju trus pengelasan SMKN 10 juara🤲🤲🤲🤲🤝🤝🤝🤝🤝🤝

Balas
Suhermawan
Minggu, 12 Mei 2024

Saatnya Teknik Pengelasan bangkit dari “biasa” menjadi “Luar Biasa”.. 👍

Balas
Agung Nuril Hijas
Minggu, 12 Mei 2024

Menyala welding SMK negeri 10 Semarang. Semoga semakin jaya.

Balas
Minggu, 12 Mei 2024

Luar biasa

Balas
Nur kholifah
Senin, 13 Mei 2024

Menyalaa🔥

Balas
Suparman, S.Pd
Senin, 13 Mei 2024

Mantap…menuju kelas industri

Balas
Husna
Minggu, 2 Jun 2024

Semangat dan sehat selalu untuk segenap warga SMKN 10 semarang.. 🤲

Balas

Beri Komentar