Semarang, 8 Oktober 2025 — Pelatihan Deep Learning bagi guru SMK Negeri 10 Semarang memasuki hari ketiga dengan semangat yang terus menggelora. Kegiatan yang digelar pada Rabu (8/10/2025) mulai pukul 08.00 hingga 15.15 WIB ini menghadirkan narasumber ahli, Dr. Ir. Basyirun, S.Pd., M.T., IPM., ASEAN Eng, dosen Universitas Negeri Semarang (UNNES) dari berbagai program studi seperti Pendidikan Kejuruan (S2), Pendidikan Vokasi (S3), Program Profesi Insinyur (PSPPI), dan Teknik Mesin (S1).
Pelatihan yang berlangsung di ruang Baita Adiguna sekolah itu menjadi ajang penting bagi para guru untuk memperdalam pemahaman tentang pembelajaran mendalam (Deep Learning) dan inkuiri kolaboratif, dua pendekatan yang kini menjadi bagian dari transformasi pembelajaran abad ke-21 di sekolah vokasi.
Dalam paparannya, Basyirun menegaskan bahwa Deep Learning bukanlah kurikulum baru, melainkan pendekatan pembelajaran yang memberi ruang refleksi bagi siswa terhadap pengalaman belajarnya. “Sekolah tidak wajib mengganti kurikulumnya. Baik Kurikulum 2013 maupun Kurikulum Merdeka tetap dapat digunakan. Yang penting adalah bagaimana guru membantu siswa merefleksikan proses belajar mereka, memahami apa yang mereka pelajari, dan mengapa itu penting,” ujarnya di hadapan para peserta.
Lebih lanjut, ia memperkenalkan konsep S.O.L.O (Self, Observe, Learning Outcome) sebagai metode refleksi siswa untuk menilai capaian dan proses belajar mereka sendiri. Menurutnya, refleksi yang baik adalah fondasi utama dari pembelajaran mendalam karena mengubah kegiatan belajar menjadi pengalaman yang bermakna.
Topik menarik lainnya adalah tentang Inkuiri Kolaboratif, sebuah pendekatan reflektif dan berbasis data yang menekankan kerja sama antara guru, kepala sekolah, siswa, orang tua, dan pemangku kepentingan lainnya. “Inkuiri kolaboratif bukan sekadar diskusi, melainkan proses terstruktur untuk memecahkan tantangan nyata di kelas. Guru bersama rekan sejawat merancang, melaksanakan, dan merefleksikan strategi pembelajaran secara sistematis,” jelas Basyirun, merujuk pada teori Quinn dkk. (2020).
Ia kemudian menguraikan empat tahap utama dalam siklus inkuiri kolaboratif, yakni Assess, Design, Implement, dan Measure/Reflect/Change. Pada tahap Assess, guru mengumpulkan data tentang murid—mulai dari minat, gaya belajar, hingga profil lulusan—sebagai dasar merancang pembelajaran yang relevan. Tahap Design menuntut guru merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan membahagiakan. Sedangkan tahap Implement mendorong guru bekerja dalam tim kolaboratif dengan praktik seperti open class dan peer assessment. Terakhir, tahap Measure/Reflect/Change berfokus pada pengukuran dampak, refleksi, dan perbaikan berkelanjutan.
“Empat tahap ini bukan teori kaku, melainkan panduan reflektif agar guru terus belajar dari praktiknya sendiri. Data dan kolaborasi adalah jantung dari proses ini,” ujar Basyirun menegaskan.
Ia juga menyoroti enam prinsip utama inkuiri kolaboratif yang meliputi pendekatan berbasis data, kolaborasi yang setara, budaya profesional terbuka, struktur fleksibel, fokus pada hasil belajar siswa, serta pembelajaran berkelanjutan di tempat kerja. “Kolaborasi sejati tumbuh dari saling percaya dan keinginan bersama untuk memperbaiki pembelajaran, bukan untuk saling menilai,” tambahnya.
Dalam sesi praktik, peserta diajak melakukan simulasi refleksi berbasis data dan diskusi kelompok dengan bahasa komunikasi yang membangun. Salah satu contoh yang dibagikan Basyirun adalah penerapan pembelajaran terpadu tentang banjir di sekolah pesisir Jawa Tengah, yang mengintegrasikan mata pelajaran IPA dan Bahasa Indonesia dalam konteks lokal. “Dengan mengaitkan pembelajaran pada kehidupan nyata, siswa bukan hanya mengingat, tapi juga memahami dan berempati,” ujarnya.
Guru-guru peserta pelatihan tampak antusias mengikuti setiap sesi. Mereka aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman di kelas masing-masing. Salah satu peserta, Febtiyaningsih, guru produktif SMK Negeri 10 Semarang, mengungkapkan manfaat besar yang ia rasakan. “Selama ini kami sering mengajar secara rutin tanpa refleksi mendalam. Melalui pelatihan ini, kami belajar melihat pembelajaran sebagai proses kolaboratif yang bisa terus ditingkatkan,” tuturnya.
Kepala SMK Negeri 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin, M.Pd., menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. “Pelatihan ini menjadi momentum penting bagi kami untuk memperkuat budaya belajar di kalangan guru. Kami ingin menciptakan ekosistem pembelajaran yang reflektif, kolaboratif, dan berorientasi pada kebutuhan siswa,” ujarnya.
Menurut Ardan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya sekolah untuk mendukung kebijakan Kementerian Pendidikan yang menekankan guru sebagai pembelajar sepanjang hayat. Ia berharap, hasil pelatihan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi berkembang menjadi budaya kolaborasi antar guru di lingkungan sekolah.
Menutup kegiatan, Basyirun mengingatkan pentingnya komitmen bersama untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan. “Inkuiri kolaboratif bukan proyek singkat, tetapi perjalanan profesional. Semakin sering guru merefleksi dan berbagi, semakin tinggi kualitas pembelajarannya,” pungkasnya.
Pelatihan hari ketiga ini berakhir pada pukul 15.15 WIB dengan suasana penuh semangat. Para peserta tampak membawa bekal pengetahuan baru dan tekad untuk menerapkannya di kelas masing-masing. Semangat kolaboratif yang tumbuh dalam pelatihan diharapkan menjadi awal dari transformasi nyata menuju pembelajaran mendalam yang berpusat pada murid di SMK Negeri 10 Semarang.
Penulis : Anis Indri Hastuti, S.Pd, Panitia Pelatihan Pembelajaran Mendalam SMK Negeri 10 Semarang

Keren…mantap
Semoga kegiatan ini mempertajam pengetahuan dan keterampilan guru SMKN 10 Semarang dalam menerapkan pembelajaran mendalam.
SMKN 10 semakin mantap
Saya sebagai guru di SMKN 10 Semarang , terimakasih dan bersyukur diberi kesempatan untuk mengikuti kegiatan ini , yg kemarin masih belum paham , Alhamdulillah melalui pelatihan ini menjadi terbuka dan siap untuk diterapkan di kelas yang saya ampu. Belajar sepanjang hayat. Terimakasih kepada para Nara sumber atas sharing ilmunya.
Alhamdulillah, tambah ilmu tambah wawasan, SMKN 10 Semarang keren
Alhamdulillah, menambah ilmu, menambah pengetahuan dan menambah wawasan. SMKN 10 semakin baik dan menjadi lebih baik.
Sangat mencerahkan dan mendapat banyak pengetahuan
Beri Komentar