Info Sekolah
Jumat, 24 Apr 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 1447 H

Guru Matematika SMK Kota Semarang Belajar Deep Learning dan TKA

Diterbitkan : - Kategori : Berita

Semarang – Para guru matematika SMK di Kota Semarang menggelar kegiatan bertajuk Seminar Pembelajaran Matematika: Menguasai Deep Learning dan Tes Kompetensi Akademik pada Senin, 25 Agustus 2025. Acara berlangsung di ruang pertemuan Penerbit Erlangga Kota Semarang mulai pukul 09.00 WIB dan diikuti oleh puluhan peserta yang merupakan anggota MGMP Matematika SMK Kota Semarang, serta beberapa tamu undangan dari MGMP Matematika Kabupaten Pekalongan.

Seminar dibuka secara resmi oleh Ketua MGMP Matematika SMK Kota Semarang, Laely Rohmatin Apriliani. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa forum MGMP bukan hanya tempat berkumpul, tetapi ruang belajar yang mampu memberikan bekal nyata bagi guru dalam menghadapi tantangan pendidikan. “Pertemuan MGMP ini menjadi tempat belajar bagi kita semua. Hari ini kita fokus pada dua hal penting, yaitu persiapan menghadapi Tes Kompetensi Akademik (TKA) dan bagaimana menerapkan konsep deep learning dalam kelas matematika,” ujarnya.

Kegiatan yang disusun dalam dua sesi utama ini menghadirkan narasumber berpengalaman. Sesi pertama diisi oleh Arif Ediyanto, Kepala SMK Negeri 4 Kendal yang juga dikenal sebagai penulis buku matematika, AKM, dan TKA Kurikulum Merdeka. Dalam paparannya, Arif menekankan pentingnya kesiapan guru dalam memahami model soal dan strategi menghadapi TKA. “TKA bukan sekadar tes, melainkan instrumen untuk mengukur kompetensi akademik yang lebih mendalam. Guru perlu menguasai strategi pengajaran yang membuat siswa tidak hanya bisa menjawab, tetapi juga memahami konsep secara utuh,” kata Arif di hadapan peserta.

Para peserta terlihat antusias mengikuti sesi ini. Beberapa guru bahkan mengajukan pertanyaan terkait contoh soal dan cara mengintegrasikan pembelajaran berbasis kompetensi ke dalam kegiatan belajar sehari-hari. Diskusi berlangsung hangat dan penuh ide-ide praktis yang bisa langsung diterapkan di kelas masing-masing.

Usai istirahat siang, sesi kedua kembali digelar dengan materi inti mengenai deep learning. Materi ini dipaparkan langsung oleh Laely Rohmatin Apriliani. Ia menguraikan bagaimana pendekatan deep learning berbeda dengan pembelajaran tradisional. “Kita ingin mengajak siswa berpikir lebih kritis, memahami keterkaitan antar konsep, dan berani mengeksplorasi pemecahan masalah. Itulah inti dari deep learning dalam pembelajaran matematika,” jelas Laely.

Selain itu, seminar juga menghadirkan sisipan materi tambahan mengenai pemanfaatan kecerdasan artifisial dalam dunia pendidikan yang disampaikan oleh Masruhan Mufid. Dalam pemaparannya, Masruhan mencontohkan bagaimana teknologi AI dapat membantu guru dalam memberikan latihan adaptif sesuai kemampuan siswa. “Kita tidak bisa menolak perkembangan zaman. AI harus dilihat sebagai mitra guru, bukan ancaman. Dengan AI, pembelajaran bisa menjadi lebih personal, efektif, dan menyenangkan,” ungkapnya.

Tujuan utama seminar ini adalah membekali guru matematika dengan pengetahuan dan keterampilan baru yang relevan dengan kebutuhan pendidikan modern. Harapannya, guru tidak hanya mampu menyiapkan siswa menghadapi TKA, tetapi juga menumbuhkan kemampuan berpikir kritis melalui pendekatan deep learning.

Salah seorang peserta, Anis Indri Hastuti, S.Pd., guru matematika dari SMK Negeri 10 Semarang, mengaku mendapat banyak manfaat dari kegiatan ini. “Saya jadi lebih paham bagaimana mengarahkan siswa untuk tidak hanya menghafal rumus, tetapi juga memahami makna di balik soal. Materi tentang AI juga membuka wawasan baru bagi kami,” tuturnya.

Dengan berakhirnya kegiatan pada sore hari, para peserta membawa pulang bekal ilmu sekaligus semangat baru untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di sekolah masing-masing. Laely menutup kegiatan dengan pesan agar semangat belajar guru tidak berhenti di ruang seminar. “Mari kita jadikan ilmu hari ini sebagai langkah awal untuk menghadirkan pembelajaran matematika yang lebih bermakna bagi siswa kita,” ujarnya.

Seminar ini menjadi bukti bahwa guru-guru matematika SMK di Kota Semarang terus bergerak mengikuti perkembangan zaman. Dengan kolaborasi, pembelajaran berbasis deep learning, serta pemanfaatan teknologi, mereka berharap dapat melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan kehidupan nyata.

Penulis : Andhika Wildan Krisnamurti, M.Pd, Guru Matematika SMK Negeri 10 Semarang

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar