Info Sekolah
Minggu, 26 Apr 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 1447 H

Guru dan Karyawan SMKN 10 Semarang Gelar Doa Tutup Tahun Hijriah di Masjid Baitul Iman

Diterbitkan : - Kategori : Berita

Semarang — Dalam suasana khidmat dan penuh rasa syukur, guru dan karyawan SMK Negeri 10 Semarang menggelar acara doa tutup tahun Hijriah pada Kamis, 26 Juni 2025. Kegiatan ini dilaksanakan setelah salat Ashar berjamaah di Masjid Baitul Iman, yang terletak di lingkungan sekolah dan masih dalam tahap penyempurnaan pembangunannya. Doa dipimpin langsung oleh Ketua Takmir Masjid, Muslim Anwar.

Doa tutup tahun Hijriah merupakan tradisi umat Islam yang dilakukan di akhir bulan Dzulhijjah, sebagai bentuk refleksi dan rasa syukur atas nikmat serta perlindungan Allah SWT sepanjang tahun. Acara ini juga menjadi momentum penting bagi keluarga besar SMKN 10 Semarang untuk memperkuat ikatan spiritual menjelang datangnya tahun baru 1 Muharram 1447 H.

Kepala SMKN 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur karena masjid sekolah yang selama ini menjadi pusat kegiatan keagamaan telah dapat digunakan kembali untuk salat berjamaah. “Kami bersyukur atas nikmat dan karunia Allah SWT. Masjid Baitul Iman kini sudah bisa dimanfaatkan untuk kegiatan ibadah. Semoga pembangunan masjid ini dapat segera rampung sepenuhnya agar lebih optimal digunakan oleh seluruh warga sekolah,” ujar Ardan.

Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan doa tutup tahun tidak sekadar menjadi rutinitas spiritual, tetapi menjadi ruang reflektif untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri terhadap perjalanan setahun terakhir. “Ini adalah waktu yang tepat untuk mengevaluasi diri, memohon ampunan atas segala kekhilafan, dan memperbaharui niat serta tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik di tahun hijriah yang baru,” tambahnya.

Dalam suasana penuh kekhusyukan, para guru dan karyawan bersama-sama membaca doa penutup tahun dan sholawat. Muslim Anwar, sebagai pemimpin doa, mengajak seluruh peserta untuk menundukkan hati dan berserah diri kepada Allah SWT, memohon keberkahan dan perlindungan dalam menjalani tahun yang akan datang. Ia juga mengingatkan pentingnya menjadikan doa sebagai kekuatan utama dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

“Doa tutup tahun ini bukan hanya tradisi, tetapi wujud syukur, pengakuan atas kelemahan, dan permohonan bimbingan kepada Allah. Kita memohon agar dijauhkan dari segala mara bahaya, diberi kesehatan, dan kemampuan untuk terus menebar kebaikan di lingkungan kerja dan masyarakat,” ujar Muslim Anwar dalam ceramah singkatnya sebelum doa bersama.

Selain doa dan sholawat, suasana kebersamaan juga tercermin dari antusiasme seluruh peserta yang hadir. Meski kegiatan ini bersifat sederhana, makna yang terkandung di dalamnya begitu dalam. Bagi SMKN 10 Semarang, kegiatan seperti ini menjadi bagian dari pembentukan karakter spiritual bagi seluruh tenaga pendidik dan kependidikan.

Pembangunan Masjid Baitul Iman sendiri merupakan salah satu program prioritas sekolah dalam membangun sarana ibadah yang representatif. Masjid ini tidak hanya diperuntukkan bagi kegiatan ibadah harian, tetapi juga sebagai pusat pembinaan karakter religius bagi siswa, guru, dan seluruh warga sekolah. Dengan hadirnya masjid ini, diharapkan dapat memperkuat nilai-nilai keimanan dan ketakwaan di lingkungan pendidikan vokasi.

“Kami berkomitmen menjadikan masjid sebagai pusat pembelajaran ruhani, tempat menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda. Karena pendidikan sejati tak hanya soal keterampilan, tapi juga tentang akhlak dan moral,” tutur Ardan menegaskan.

Acara doa tutup tahun ini ditutup dengan harapan besar agar seluruh warga SMKN 10 Semarang diberikan kekuatan, kesehatan, dan kemudahan dalam menjalani tugas-tugas mendidik generasi penerus bangsa di tahun yang baru. Semangat untuk menjadi lebih baik tidak hanya digemakan dalam kata-kata, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata melalui kerja ikhlas, bersih hati, dan saling mendukung.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa SMKN 10 Semarang tak hanya unggul dalam prestasi akademik dan keterampilan, tetapi juga dalam membangun karakter spiritual yang kuat. Dengan melibatkan seluruh guru dan karyawan, kegiatan ini menjadi penegas bahwa pendidikan bukan hanya soal transfer ilmu, tetapi juga penanaman nilai-nilai kehidupan yang hakiki.

Penulis : Muhammad Yunan Setyawan, Ketua Pokja Pusat Keunggulan SMK Negeri 10 Semarang

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar