Semarang — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (Purn) Dr. Ahmad Luthfi, S.H., S.ST., M.K., melantik sebanyak 29 pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada Rabu (7/5/2025). Acara pelantikan yang berlangsung khidmat dan penuh syukur ini digelar di Gedung Gradika Bakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang.
Dari total pejabat yang dilantik, 27 orang hadir secara langsung, sementara dua lainnya mengikuti secara daring karena sedang menjalankan tugas sebagai tim pendamping ibadah haji. Proses pengisian jabatan ini tidak dilakukan melalui seleksi terbuka, melainkan berdasarkan sistem merit yang telah disusun dan dievaluasi oleh Pemprov Jawa Tengah serta mendapat persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri dan Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Turut hadir dalam pelantikan tersebut Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, Sekretaris Daerah Sumarno, para asisten, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pejabat administrator, serta perwakilan dari BPKAD dan Bappeda Provinsi Jawa Tengah. Hadirnya berbagai unsur pimpinan menunjukkan keseriusan pemerintah dalam proses regenerasi birokrasi yang profesional.
Dalam sambutannya, Gubernur Ahmad Luthfi menekankan bahwa mutasi dan rotasi jabatan merupakan hal yang wajar dalam manajemen organisasi pemerintahan. “Mutasi itu adalah hal biasa. Ini bagian dari tour of duty dan tour of area untuk menjaga kesehatan organisasi,” ujar Ahmad Luthfi.
Ia mengungkapkan bahwa indeks kesehatan birokrasi di Jawa Tengah telah mencapai 31 persen, angka yang dinilainya lebih baik dibandingkan dengan banyak daerah lain di Indonesia. Dengan capaian tersebut, sistem promosi dan pengisian jabatan dapat dilakukan lebih efektif melalui pendekatan meritokrasi dan manajemen talenta.
“Kita sudah menggunakan sistem merit. Tidak ada titipan, tidak ada kedekatan personal, apalagi dukun. Semua murni berdasarkan kompetensi dan prestasi kerja,” tegasnya.
Gubernur juga mengingatkan pentingnya integritas, loyalitas, serta kekompakan antarperangkat daerah agar tidak terjadi ego sektoral. Ia mengibaratkan birokrasi seperti tubuh manusia yang setiap bagiannya memiliki fungsi penting dan saling melengkapi. “Birokrasi itu seperti tubuh manusia. Ada mata, telinga, tangan, kaki. Semua punya fungsi penting. Tidak ada yang lebih penting dari yang lain,” ucapnya menambahkan.
Ahmad Luthfi juga mengingatkan bahwa tantangan ke depan bagi Jawa Tengah semakin kompleks, mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan swasembada pangan, penguatan daya saing daerah, hingga kontribusi terhadap visi Indonesia Emas 2045. Untuk itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor yang solid dan penuh tanggung jawab.
“Jabatan adalah amanah. Bukan hanya untuk ditunaikan kepada atasan atau masyarakat, tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa. Saya percaya, Bapak-Ibu semua akan menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya,” imbuhnya.
Usai pelantikan, para pejabat menjalani pengambilan sumpah dan janji jabatan yang dipimpin langsung oleh Gubernur Ahmad Luthfi dan disaksikan oleh rohaniawan dari tiga agama: Islam, Kristen, dan Katolik. Proses ini dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pelantikan dan penandatanganan fakta integritas secara simbolis oleh sejumlah perwakilan pejabat yang dilantik.
Sebagai penutup, acara dirangkai dengan doa bersama yang dipimpin KH Ahmad Ridwan Rahman serta pemberian ucapan selamat dari Gubernur, Wakil Gubernur, dan Sekretaris Daerah. Suasana hangat penuh kekeluargaan menandai dimulainya babak baru bagi para pejabat yang kini mengemban amanah penting untuk membawa Jawa Tengah menuju arah pembangunan yang lebih inklusif, inovatif, dan menyejahterakan seluruh lapisan masyarakat.
Penulis : Susanti, S.Pd., Guru Bahasa Inggris SMKN 10 Semarang






Users Today : 30
Users Yesterday : 922
This Month : 20374
This Year : 132833
Total Users : 783915
Views Today : 51
Total views : 3936848
Who's Online : 7





👍👍👍
Beri Komentar