Info Sekolah
Jumat, 08 Mei 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 1447 H

Gerakan Guru Menulis Dongkrak Kenaikan Pangkat, 74 Persen Guru PNS di SMK Negeri 10 Semarang Naik Golongan

Diterbitkan : - Kategori : Berita / Prestasi

SEMARANG — Kenaikan pangkat guru merupakan proses peningkatan jenjang karir dan golongan bagi guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN) yang didasarkan pada penilaian kinerja, masa kerja, serta pencapaian angka kredit. Proses ini diatur dalam berbagai regulasi pemerintah, antara lain Permenpan RB Nomor 16 Tahun 2009 dan Permendiknas Nomor 35 Tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Di SMK Negeri 10 Semarang, kebijakan tersebut diterjemahkan menjadi program nyata yang berdampak langsung pada kesejahteraan guru.

Sejak tahun 2022, Kepala Sekolah Ardan Sirodjuddin, M.Pd menjadikan percepatan kenaikan pangkat sebagai program prioritas. Latar belakangnya adalah banyaknya guru yang mengeluhkan sulitnya naik golongan, terutama karena karya ilmiah yang diajukan kerap tidak lolos penilaian tim penilai angka kredit. Untuk mengatasi hambatan tersebut, sekolah meluncurkan program “Gerakan Guru Menulis” yang bertujuan membimbing guru menyusun karya ilmiah sesuai standar.

“Kami melihat persoalan utamanya bukan pada kemampuan guru, tetapi pada pendampingan. Karena itu sekolah hadir untuk membantu agar mereka tidak berjalan sendiri,” ujar Ardan saat ditemui di ruang kerjanya.

Program ini terbukti efektif. Hingga tahun 2025, sebanyak 74,07 persen guru PNS di sekolah tersebut telah berhasil naik pangkat. Capaian ini dinilai sebagai prestasi yang membanggakan sekaligus menunjukkan bahwa peningkatan karier guru dapat dilakukan secara sistematis bila didukung kebijakan sekolah yang tepat.

Dalam struktur jabatan fungsional, guru memiliki jenjang mulai dari Guru Pertama pada golongan III/a hingga III/b, Guru Muda pada golongan III/c hingga III/d, Guru Madya pada golongan IV/a hingga IV/c, hingga Guru Utama pada golongan IV/d sampai IV/e. Setiap kenaikan jenjang membawa konsekuensi tanggung jawab yang lebih besar sekaligus peningkatan kesejahteraan, baik dari sisi gaji pokok maupun tunjangan.

Pelaksana Tugas Kepala Tata Usaha, Arimurti Asmoro, M.Pd menegaskan bahwa kenaikan pangkat bukan sekadar administratif, melainkan bentuk prestasi aparatur negara. “Kenaikan pangkat bagi PNS merupakan prestasi melalui mekanisme pangkat dan golongan kepegawaian yang didorong oleh motivasi dan optimisme seorang PNS untuk meningkatkan potensi dirinya,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa proses tersebut juga mencerminkan tanggung jawab terhadap regulasi pemerintah. “Kenaikan pangkat merupakan bentuk rasa tanggung jawab PNS terhadap aturan yang ditetapkan pemerintah melalui tahapan demi tahapan. Proses ini justru membangun kepercayaan diri, bukan membuat menyerah,” kata Arimurti.

Menurutnya, keberhasilan puluhan guru naik pangkat tidak lepas dari peran kepala sekolah yang terus mendorong dan mendampingi. “Kami tidak sendiri. Pak Ardan sangat memperhatikan prestasi dan kesejahteraan PNS, salah satunya melalui kenaikan pangkat,” tuturnya.

Sejumlah guru pun merasakan langsung manfaat program tersebut. Suwarni misalnya, berhasil naik pangkat dari golongan III/b ke III/c pada 1 Agustus 2025 setelah menunggu sekitar 13 tahun. Ia mengaku bersyukur akhirnya dapat mencapai jenjang yang diharapkan. “Terima kasih atas pendampingan sekolah. Tanpa itu mungkin saya masih tertunda,” ujarnya.

Guru lainnya, Slamet Adi Purwanto, juga naik dari III/c ke III/d pada Oktober 2025. Ia menilai kenaikan pangkat merupakan momentum yang patut disyukuri. “Kenaikan pangkat patut disyukuri karena sesuai dengan waktu yang direncanakan,” katanya.

Hal serupa disampaikan Janto yang kini menyandang pangkat Pembina IV/a sejak 1 Desember 2025. Dengan singkat ia mengungkapkan rasa syukurnya. “Alhamdulillah lancar,” ucapnya.

Guru Matematika Nyaminah juga mengalami perjalanan panjang. Ia naik dari golongan III/b yang diraih pada April 2014 ke III/c pada 1 Oktober 2024, setelah sekitar 10 tahun menunggu. Proses tersebut menurutnya membutuhkan kesabaran dan ketekunan dalam memenuhi angka kredit.

Sementara itu, Andhika Wildan Krisnamurti, M.Pd, terakhir naik ke golongan III/b pada Agustus 2024 dan mengaku sangat puas dengan hasil yang dicapai. “Kenaikan pangkat yang diperoleh berjalan dengan lancar dan sesuai harapan. Sangat senang akhirnya bisa naik pangkat dan bersiap untuk kenaikan berikutnya,” ujarnya.

Kepala sekolah menegaskan bahwa kenaikan pangkat berpengaruh besar terhadap kesejahteraan guru. Selain peningkatan penghasilan, guru juga memperoleh pengakuan profesional yang berdampak pada motivasi kerja dan kualitas pembelajaran. “Guru yang sejahtera akan lebih fokus mengajar dan berinovasi. Dampaknya kembali kepada siswa,” kata Ardan.

Dengan keberhasilan tersebut, SMK Negeri 10 Semarang berencana melanjutkan program pendampingan agar seluruh guru PNS dapat mencapai jenjang karier optimal. Sekolah berharap model ini dapat menjadi contoh bagi satuan pendidikan lain dalam meningkatkan profesionalitas dan kesejahteraan tenaga pendidik melalui jalur kenaikan pangkat yang terencana dan berkelanjutan.

Penulis : Ani Kartika Devi, Staf Tata Usaha SMK Negeri 10 Semarang

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar