Info Sekolah
Jumat, 08 Mei 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 1447 H

Dhuha Berjamaah Awali Ramadhan, Guru dan Tendik SMK Negeri 10 Semarang Diteguhkan dengan Pesan Sabar, Ilmu, dan Integritas

Diterbitkan : - Kategori : Berita

SEMARANG — Suasana khidmat menyelimuti Aula SMK Negeri 10 Semarang, Kota Semarang, pada Kamis (19/2/2026) pagi. Guru dan tenaga kependidikan yang beragama Islam berkumpul mengikuti kegiatan Sholat Dhuha Berjamaah dan Kultum sebagai pembuka aktivitas di hari pertama Ramadhan 1447 H. Kegiatan ini dipimpin oleh imam Beni Legowo, S.PdI, sementara tausiyah singkat atau kultum disampaikan oleh Suhermawan.

Sejak pagi, para pendidik tampak memenuhi aula dengan tertib dan penuh kekhusyukan. Lantunan ayat suci Al-Qur’an mengawali rangkaian ibadah sebelum pelaksanaan Sholat Dhuha berjamaah. Momentum ini dimanfaatkan sebagai sarana penguatan spiritual sekaligus refleksi diri agar para guru dan tenaga kependidikan dapat menjalankan tugas pendidikan selama bulan suci dengan semangat ibadah.

Dalam kultumnya, Suhermawan menyampaikan rasa syukur atas kesempatan bertemu kembali dengan Ramadhan. Ia mengajak seluruh peserta menjadikan hari pertama puasa sebagai titik awal memperbaiki kualitas diri, baik sebagai hamba Allah maupun sebagai pendidik. “Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas izin-Nya kita sampai di hari pertama Ramadhan ini. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Baginda Nabi Muhammad SAW,” ujarnya membuka tausiyah.

Ia kemudian menekankan tiga poin utama yang relevan dengan tugas pendidik di sekolah kejuruan. Pertama adalah kesabaran sebagai instrumen utama dalam mendidik. Menurutnya, dinamika siswa SMK yang aktif dan beragam membutuhkan ketenangan hati dan keteguhan sikap. Mengutip QS. Al-Baqarah ayat 153, ia mengingatkan bahwa pertolongan Allah datang melalui sabar dan shalat. “Dalam menghadapi dinamika siswa di kelas maupun bengkel, kesabaran adalah kunci. Allah bersama orang-orang yang sabar,” katanya.

Poin kedua yang disampaikan adalah pentingnya ilmu yang bermanfaat sebagai investasi abadi. Ia menegaskan bahwa keterampilan praktis yang diajarkan guru kepada siswa tidak hanya bernilai duniawi, tetapi juga menjadi amal jariyah. Mengutip hadits riwayat Muslim, ia menyampaikan bahwa amal manusia akan terputus kecuali tiga perkara, salah satunya ilmu yang bermanfaat. “Setiap keahlian yang Bapak/Ibu ajarkan bisa menjadi pahala yang terus mengalir, bahkan setelah kita tiada,” tuturnya.

Poin ketiga berkaitan dengan puasa sebagai ibadah integritas. Menurutnya, puasa melatih kejujuran karena dijalankan tanpa pengawasan manusia, hanya kesadaran bahwa Allah selalu melihat. Ia mengutip hadits qudsi yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim tentang keistimewaan puasa di sisi Allah. “Puasa mengajarkan kita bekerja bukan karena diawasi atasan, melainkan karena tanggung jawab kepada Allah. Ada atau tidak yang mengontrol, kita tetap jujur dan profesional,” tegasnya.

Pesan tersebut disambut dengan anggukan para peserta yang mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian. Bagi para guru dan tenaga kependidikan, tausiyah tersebut terasa sangat kontekstual dengan tugas harian mereka dalam membimbing siswa.

Menutup kultum, Suhermawan memimpin doa bersama agar seluruh civitas sekolah diberi kekuatan menjalani ibadah dan tugas pendidikan selama Ramadhan. Ia memohon agar setiap langkah, ilmu, dan kelelahan dalam mendidik menjadi amal yang bernilai di sisi Allah. “Ya Allah, berkahilah setiap langkah kami di bulan suci ini. Berikan kami kekuatan fisik dan kejernihan pikiran untuk tetap mendidik putra-putri bangsa dengan penuh keikhlasan,” ucapnya lirih, diikuti peserta yang menengadahkan tangan.

Kegiatan Sholat Dhuha Berjamaah dan Kultum ini menjadi agenda pembinaan rohani yang diharapkan dapat menjaga semangat spiritual sekaligus profesionalisme para pendidik. Selain mempererat kebersamaan, kegiatan tersebut juga menjadi pengingat bahwa tugas mengajar bukan sekadar pekerjaan, melainkan amanah dan ibadah.

Dengan dimulainya Ramadhan melalui kegiatan religius ini, pihak sekolah berharap suasana belajar mengajar tetap berjalan optimal meski dalam kondisi berpuasa. Nilai kesabaran, keikhlasan, dan integritas yang ditekankan dalam kultum diharapkan dapat tercermin dalam pelayanan pendidikan kepada siswa sepanjang bulan suci hingga seterusnya.

Penulis : Muhammad Suparjo, Guru Pendidikan Agama Islam SMK Negeri 10 Semarang

Artikel ini memiliki

1 Komentar

mohammad suparjo
Kamis, 19 Feb 2026

Alhamdulillah dengan izin Allah SWT. Keluarga besar SMKN 10 SEMARANG Mengawali kegiatan Ramadhan dengan amalan sholat Dhuha berjamaah dilanjut dengan Kultum dari semua Bapak/Ibu Guru Karyawan secara bergantian…. Mantap semoga bermanfaat 💪👍🙏❤️

Balas

Beri Komentar