Semarang – Proses pembangunan revitalisasi di SMK Negeri 10 Semarang mendapat perhatian dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Jawa Tengah. Pada Rabu, 10 September 2025, tim BPKP melakukan kegiatan monitoring untuk memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai rencana, baik dari sisi administrasi maupun pelaksanaan fisik di lapangan.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi itu diikuti langsung oleh Kepala SMK Negeri 10 Semarang bersama Tim. Monitoring dimulai dengan pengecekan dokumen perencanaan, pelaksanaan, hingga laporan keuangan. Setelah itu, tim BPKP melanjutkan peninjauan ke lokasi pembangunan yang tengah berlangsung di area sekolah.
Menurut perwakilan BPKP Jawa Tengah, monitoring ini merupakan bagian dari upaya menjaga akuntabilitas sekaligus memastikan program revitalisasi SMK yang digulirkan pemerintah benar-benar berjalan efektif. “Kami tidak hanya memeriksa dokumen, tetapi juga meninjau progres fisik pembangunan. Tujuannya agar dana yang digunakan tepat sasaran dan hasil pembangunan dapat benar-benar dirasakan manfaatnya,” ujar salah satu auditor BPKP yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Progres pembangunan revitalisasi di SMK Negeri 10 Semarang sendiri mendapat apresiasi dari tim monitoring. Berdasarkan hasil pengecekan, pembangunan dinilai berjalan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan. Struktur bangunan utama sudah mulai terlihat, sementara pengerjaan beberapa fasilitas penunjang masih terus berlangsung.
Kepala SMK Negeri 10 Semarang, yang turut mendampingi tim monitoring, menyampaikan bahwa pihak sekolah menyambut baik kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa revitalisasi yang sedang berjalan merupakan momentum penting bagi sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan vokasi. “Kami berterima kasih kepada BPKP Jawa Tengah yang sudah melakukan monitoring. Kegiatan ini menjadi pengingat sekaligus motivasi bagi kami agar pembangunan bisa selesai tepat waktu, sesuai aturan, dan bermanfaat bagi siswa,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa revitalisasi ini mencakup pembangunan ruang praktik, dan Toilet. Dengan adanya revitalisasi, diharapkan siswa SMK Negeri 10 Semarang dapat belajar dengan fasilitas yang lebih modern dan sesuai kebutuhan industri. “Revitalisasi bukan hanya soal bangunan fisik, tetapi juga tentang bagaimana sekolah bisa memberikan layanan pendidikan yang lebih berkualitas dan relevan dengan dunia kerja,” tambahnya.
Revitalisasi SMK merupakan program strategis pemerintah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan vokasi di Indonesia. Melalui pembangunan fisik, penyediaan peralatan praktik, serta penguatan kerja sama dengan dunia industri, SMK diharapkan mampu melahirkan lulusan yang lebih siap menghadapi persaingan kerja. SMK Negeri 10 Semarang menjadi salah satu sekolah yang mendapatkan kesempatan untuk menjalani program ini, sehingga pelaksanaan yang baik dan pengawasan ketat menjadi kunci keberhasilan.
Dengan adanya monitoring dari BPKP, pihak sekolah optimistis pembangunan revitalisasi akan selesai sesuai target waktu. Tidak hanya itu, kehadiran lembaga pengawas ini juga memberikan rasa aman bagi masyarakat bahwa penggunaan dana pembangunan sekolah diawasi secara ketat. Harapannya, fasilitas baru yang dihasilkan dari program revitalisasi ini akan memperkuat peran SMK Negeri 10 Semarang sebagai sekolah vokasi unggulan di Jawa Tengah.
Penulis : Andhika Wildan Krisnamurti, S.Pd, M.Pd, Waka Sarana dan Prasarana SMK Negeri 10 Semarang

Beri Komentar