Info Sekolah
Senin, 02 Feb 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang menjadi Terbaik I Kelembagaan dengan Prestasi Terbanyak Jenjang SMK Cabdin I

Think Pair Share: Model Pembelajaran yang Meningkatkan Pemahaman Siswa tentang Demokrasi Liberal untuk SMK Kelas XI

Diterbitkan :

Demokrasi liberal adalah sistem pemerintahan yang menghormati hak asasi manusia, kebebasan individu, dan kedaulatan rakyat. Demokrasi liberal memiliki beberapa prinsip, antara lain: (1) pemisahan kekuasaan eksekutif, legislatif, dan yudikatif; (2) perlindungan hukum terhadap hak-hak warga negara; (3) pemilihan umum yang bebas, adil, dan rahasia; (4) partisipasi politik yang luas dan aktif; (5) toleransi dan pluralisme terhadap perbedaan pendapat dan kepentingan.

Materi demokrasi liberal merupakan salah satu materi yang harus dipelajari oleh siswa SMK kelas XI semester genap. Materi ini penting untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang pengertian, sejarah, ciri-ciri, kelebihan, dan kekurangan demokrasi liberal. Materi ini juga bertujuan untuk menumbuhkan sikap demokratis, kritis, dan bertanggung jawab di antara siswa sebagai warga negara.

Untuk mengajarkan materi demokrasi liberal, guru dapat menggunakan model pembelajaran think pair share. Model pembelajaran think pair share adalah model pembelajaran kooperatif yang mengharuskan siswa untuk berpikir secara individu, berbagi pemikiran dengan pasangan, dan menyampaikan hasil diskusi ke kelas. Model pembelajaran think pair share pertama kali dikembangkan oleh Frank Lyman (1981) yang terinspirasi oleh teori belajar konstruktivis dari Jean Piaget.

Model pembelajaran think pair share memiliki beberapa keunggulan, antara lain: (1) meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran; (2) mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi, seperti analisis, sintesis, dan evaluasi; (3) melatih keterampilan komunikasi, kerjasama, dan presentasi siswa; (4) menumbuhkan sikap percaya diri, menghargai, dan menghormati siswa; (5) memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif dan kreatif dalam pembelajaran.

Tujuan dari artikel ini adalah untuk menjelaskan bagaimana model pembelajaran think pair share dapat diterapkan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang demokrasi liberal untuk SMK kelas XI semester genap. Artikel ini terdiri dari tiga bagian, yaitu: (1) desain pembelajaran, (2) implementasi pembelajaran, dan (3) evaluasi pembelajaran.

Desain pembelajaran adalah tahap perencanaan yang meliputi tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran, dan penilaian pembelajaran. Berikut ini adalah desain pembelajaran demokrasi liberal dengan menggunakan model pembelajaran think pair share: (a) Tujuan pembelajaran: Siswa dapat menjelaskan pengertian, sejarah, ciri-ciri, kelebihan, dan kekurangan demokrasi liberal dengan benar dan lengkap. (b) Materi pembelajaran: Pengertian, sejarah, ciri-ciri, kelebihan, dan kekurangan demokrasi liberal di Indonesia dan di dunia. (c)  Metode pembelajaran: Model pembelajaran think pair share. Model pembelajaran think pair share diterapkan dengan langkah-langkah berikut: (1) guru memberikan pertanyaan atau masalah yang berkaitan dengan materi pembelajaran; (2) siswa berpikir secara individu untuk menjawab pertanyaan atau menyelesaikan masalah; (3) siswa berbagi pemikiran dengan pasangan mereka; (4) siswa menyampaikan hasil diskusi mereka ke kelas; dan (5) guru memberikan umpan balik dan penjelasan tambahan. (d) Media pembelajaran: Buku teks, internet, video, slide presentasi, dan lembar kerja. (e) Penilaian pembelajaran: Penilaian dilakukan dengan menggunakan rubrik yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Aspek kognitif dinilai berdasarkan ketepatan, kelengkapan, dan keterampilan berpikir yang ditunjukkan siswa dalam menjawab pertanyaan atau menyelesaikan masalah. Aspek afektif dinilai berdasarkan sikap, minat, dan tanggung jawab yang ditunjukkan siswa selama pembelajaran. Aspek psikomotorik dinilai berdasarkan keterampilan komunikasi, kerjasama, dan presentasi yang ditunjukkan siswa dalam berbagi pemikiran dan menyampaikan hasil diskusi.

Implementasi pembelajaran adalah tahap pelaksanaan yang melibatkan interaksi antara guru, siswa, materi, media, dan lingkungan pembelajaran. Berikut ini adalah langkah-langkah implementasi pembelajaran demokrasi liberal dengan menggunakan model pembelajaran think pair share: (1) Guru memperkenalkan topik pembelajaran, yaitu demokrasi liberal, dan memberikan gambaran umum tentang materi yang akan dipelajari, seperti pengertian, sejarah, ciri-ciri, kelebihan, dan kekurangan demokrasi liberal di Indonesia dan di dunia. (2) Guru memberikan pertanyaan atau masalah yang berkaitan dengan materi pembelajaran, misalnya: Apa pengertian demokrasi liberal? Bagaimana sejarah demokrasi liberal di Indonesia dan di dunia? Apa saja ciri-ciri demokrasi liberal? Apa saja kelebihan dan kekurangan demokrasi liberal? Bagaimana sikap kita sebagai warga negara terhadap demokrasi liberal? (3) Siswa berpikir secara individu untuk menjawab pertanyaan atau menyelesaikan masalah. Siswa dapat menggunakan buku teks, internet, video, atau slide presentasi sebagai sumber belajar. Siswa mencatat jawaban atau solusi mereka di lembar kerja yang telah disediakan. (4) Siswa berbagi pemikiran dengan pasangan mereka. Siswa dapat membandingkan, menambah, atau mengoreksi jawaban atau solusi mereka dengan pasangan mereka. Siswa juga dapat berdiskusi untuk mencari jawaban atau solusi yang lebih baik atau lebih lengkap. (5) Siswa menyampaikan hasil diskusi mereka ke kelas. Siswa dapat menggunakan slide presentasi atau lembar kerja sebagai media untuk mempresentasikan jawaban atau solusi mereka. Siswa juga dapat menjelaskan alasan atau argumen yang mendukung jawaban atau solusi mereka. (6) Guru memberikan umpan balik dan penjelasan tambahan. Guru dapat memberikan pujian, kritik, atau saran yang membangun kepada siswa yang telah mempresentasikan hasil diskusi mereka. Guru juga dapat memberikan penjelasan tambahan yang lebih mendalam atau lebih luas tentang materi pembelajaran.

Evaluasi pembelajaran adalah tahap penilaian yang bertujuan untuk mengukur pencapaian tujuan pembelajaran, serta memberikan informasi untuk perbaikan pembelajaran di masa depan. Berikut ini adalah beberapa indikator yang dapat digunakan untuk mengevaluasi pembelajaran demokrasi liberal dengan menggunakan model pembelajaran think pair share: (1) Siswa dapat menjelaskan pengertian, sejarah, ciri-ciri, kelebihan, dan kekurangan demokrasi liberal dengan benar dan lengkap. (2) Siswa dapat berpikir secara individu untuk menjawab pertanyaan atau menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan materi pembelajaran. (2) Siswa dapat berbagi pemikiran dengan pasangan mereka dengan cara yang efektif dan saling menghargai. (3) Siswa dapat menyampaikan hasil diskusi mereka ke kelas dengan cara yang jelas, menarik, dan meyakinkan. (4) Siswa dapat menunjukkan keterampilan berpikir tingkat tinggi, seperti analisis, sintesis, dan evaluasi, dalam pembelajaran. (5) Siswa dapat menunjukkan sikap demokratis, kritis, dan bertanggung jawab dalam pembelajaran.

“Ciptakan Inovasi, Tebarkan Manfaat”

“SMK Negeri 10 Semarang, dari Semarang untuk Indonesia”

Penulis: Janto, S.Pd., Guru Mapel Sejarah

Penyunting: Tim Humas dan Literasi

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar