Pembelajaran di Program Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) SMK Negeri 10 Semarang selalu diarahkan tidak hanya pada penguasaan keterampilan teknis, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa agar siap menghadapi perkembangan industri digital. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah penerapan konsep SINARENGAN, yaitu Siswa Inovatif, Inovatif, Nalar, Aktif, Responsif, Efektif, Ngulik, Gigih, Adaptif, dan Nasionalis. Konsep ini menjadi pijakan yang mengintegrasikan kecakapan teknis dengan pembentukan karakter, sehingga siswa tidak hanya mampu membuat aplikasi, tetapi juga berdaya saing dan berkepribadian kuat.
Pada mata pelajaran Pemrograman Mobile, khususnya kelas XI RPL, siswa mempelajari Flutter—sebuah framework modern yang banyak digunakan dalam pengembangan aplikasi Android dan iOS. Materi utama yang dipelajari mencakup Membangun Aplikasi dengan MaterialApp serta Memahami perbedaan antara StatelessWidget dan StatefulWidget. Dengan MaterialApp, siswa dikenalkan pada fondasi dasar dalam membangun aplikasi yang rapi, terstruktur, dan sesuai standar desain Material. Sementara itu, pemahaman tentang perbedaan StatelessWidget yang statis dan StatefulWidget yang dinamis melatih siswa untuk mengembangkan aplikasi interaktif yang mampu merespons kebutuhan pengguna.
Proses pembelajaran ini tidak hanya berhenti pada pemahaman teori, melainkan dikembangkan secara langsung melalui proyek sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Misalnya, mereka diminta membuat aplikasi daftar menu kantin yang menampilkan pilihan makanan beserta harga, atau aplikasi pencatat kebiasaan positif yang membantu melatih disiplin dan manajemen diri. Proyek-proyek ini sengaja dirancang agar siswa dapat melihat hubungan nyata antara apa yang mereka pelajari di kelas dengan kebutuhan sehari-hari di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya memahami kode sebagai barisan instruksi, tetapi juga melihatnya sebagai solusi atas masalah konkret yang mereka temui. Dengan membangun aplikasi yang benar-benar dapat digunakan, mereka merasakan kepuasan bahwa karya yang dibuat memiliki nilai guna. Hal ini sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri dan motivasi intrinsik untuk terus belajar.
Selain itu, pendekatan berbasis proyek membuat pembelajaran menjadi lebih bermakna dan kontekstual. Siswa belajar bagaimana merancang antarmuka yang ramah pengguna, mengatur logika program agar berjalan lancar, serta menguji aplikasi secara langsung untuk memastikan fungsionalitasnya. Pengalaman tersebut melatih mereka untuk berpikir kritis, bekerja secara sistematis, serta berkolaborasi dengan teman sekelas layaknya tim pengembang di dunia industri.
Dengan demikian, setiap proyek kecil yang mereka kerjakan tidak hanya melatih keterampilan teknis, tetapi juga membentuk karakter seperti tanggung jawab, kerja sama, dan pantang menyerah. Pada akhirnya, inilah yang menjadikan pembelajaran Flutter di SMK Negeri 10 Semarang lebih hidup, berkesadaran, dan relevan dengan kebutuhan masa kini.
Konsep SINARENGAN hadir sebagai jiwa dalam setiap proses belajar. Siswa Inovatif dilatih untuk melahirkan ide-ide aplikasi baru, sementara sikap Inovatif terus diasah melalui pencarian solusi kreatif dengan memanfaatkan fitur-fitur Flutter. Kemampuan Nalar menjadi landasan berpikir kritis dan logis dalam menyusun struktur kode dan algoritma. Siswa juga dituntut Aktif dalam berdiskusi, bereksplorasi, dan bekerja sama dalam tim, serta Responsif terhadap perkembangan teknologi maupun kebutuhan pengguna aplikasi.
Selain itu, keterampilan Efektif ditekankan agar siswa mampu menyelesaikan proyek dengan efisiensi waktu tanpa mengorbankan kualitas. Semangat Ngulik mendorong mereka berani bereksperimen dan menjelajahi fitur baru, sementara sikap Gigih diperlukan untuk menghadapi error atau bug yang sering muncul dalam proses pemrograman. Lebih jauh, siswa juga dibiasakan untuk Adaptif terhadap perubahan framework, tools, maupun metode pembelajaran baru, sekaligus menanamkan nilai Nasionalis agar setiap karya yang dihasilkan memiliki manfaat dan kebanggaan bagi bangsa.
Dengan pendekatan ini, pembelajaran Flutter di SMK Negeri 10 Semarang tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten secara teknis, tetapi juga membentuk pribadi yang tangguh, kreatif, adaptif, dan berkarakter. Semangat SINARENGAN menjadikan setiap proses belajar mengajar sebagai pengalaman yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, sekaligus mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi tantangan dunia digital dengan penuh percaya diri.
“Ciptakan Inovasi, Tebarkan Manfaat”
“SMK Negeri 10 Semarang, dari Semarang untuk Indonesia”
Penulis: Slamet Adi Purwanto, S.Pd, M.Si., Guru Mapel Sejarah
Penyunting: Tim Humas dan Literasi

Mantaaabb’s . . .
Persiapkan generasi era digital
SINARENGAN menjadi landasan bagi siswa RPL dalam belajar Flutter: saling mendukung, tumbuh bersama, dan membentuk karakter unggul
Keren , dapat ilmu baru konsep SINARENGAN .
Pak Adi mantab👍
Semoga Pembelajaran flutter di SMKN 10 , Bermanfaat.
Menyala 🔥
Semoga Pembelajaran flutter di SMKN 10 , Bermanfaat.
Konsep yang bagus
terbaik
Penguatan karakter
Keren
Istimewa
Bagus
Literasi menginspirasi.. Smkn 10 smg jaya.. 👍
Sukses selalu SMk 10…
Luar biasa
Keren banget 😱
Istimewa, Luar biasa…
Bermanfaat 👍
Kolaborasi menarik antara RPL dan Sejarah… Keren luar biasa
Mantap SMKN 10 Semakin jaya
Sangat bagus
Hebat
Wow..keren jargonnya.
Mantap
Mantaaaap👍👍
Mas Pung keren🔥
Mantab 👍
Istimewa👍👍👍
Beri Komentar