Pengelasan adalah proses yang penting dalam berbagai industri, terutama dalam industri manufaktur dan konstruksi. Pengelasan membutuhkan gas pelindung untuk melindungi area yang sedang dilas dari pengaruh atmosfer luar yang dapat menyebabkan kontaminasi atau cacat dalam hasil pengelasan. Ada tiga jenis gas pelindung yang sering digunakan dalam pengelasan, yaitu Argon HP (High Purity), Argon UHP (Ultra-High Purity), dan gas Helium. Artikel ini akan menganalisis pengaruh dari ketiga jenis gas pelindung ini dalam proses pengelasan.
Argon HP adalah varian gas argon yang memiliki kemurnian tinggi. Gas ini digunakan dalam pengelasan Tungsten Inert Gas (TIG) dan pengelasan dengan pelindung sembilan belas. Argon HP memiliki beberapa pengaruh positif dalam pengelasan, antara lain:
- Stabilisasi Busur Listrik: Argon HP membantu dalam menjaga busur listrik yang stabil selama proses pengelasan. Busur listrik yang stabil dapat meningkatkan kualitas pengelasan dan mengurangi risiko terjadinya cacat.
- Kualitas Pengelasan yang Baik: Argon HP biasanya menghasilkan pengelasan yang memiliki struktur lebih halus dan kurang cacat. Hal ini karena Argon HP dapat melindungi logam dasar dari kontaminasi atmosfer yang dapat mengganggu proses pengelasan.
- Kemurnian Material: Argon HP membantu dalam menjaga kemurnian material logam dasar yang sedang dilas. Kemurnian material yang tinggi dapat mempengaruhi sifat mekanik dan fisik dari hasil pengelasan.
Argon UHP, atau Ultra-High Purity Argon, adalah varian argon dengan kemurnian yang lebih tinggi dibandingkan dengan Argon HP. Penggunaan Argon UHP dalam pengelasan memiliki pengaruh yang serupa dengan Argon HP, tetapi dengan tingkat yang lebih baik. Beberapa pengaruh Argon UHP dalam pengelasan adalah:
- Kemurnian yang Lebih Tinggi: Argon UHP memiliki kemurnian yang sangat tinggi, yang dapat menghasilkan pengelasan yang lebih bersih dan bebas dari kontaminasi. Hal ini dapat meningkatkan kualitas dan kekuatan dari hasil pengelasan.
- Pengendalian Panas yang Baik: Argon UHP membantu dalam pengendalian suhu yang lebih baik selama proses pengelasan. Suhu yang terkontrol dapat mempengaruhi kecepatan dan efisiensi dari proses pengelasan.
- Penggunaan pada Material Khusus: Argon UHP sering digunakan dalam pengelasan material khusus yang sangat peka terhadap kontaminasi, seperti titanium. Titanium adalah material yang memiliki sifat yang unik, seperti ringan, kuat, dan tahan karat. Penggunaan Argon UHP dapat memastikan bahwa sifat-sifat ini tidak terganggu oleh kontaminasi atmosfer.
Gas Helium adalah alternatif yang digunakan dalam beberapa proses pengelasan. Gas ini memiliki beberapa pengaruh khusus yang berbeda dari Argon HP dan Argon UHP. Beberapa pengaruh gas Helium dalam pengelasan adalah:
- Penyebaran Panas yang Cepat: Helium memiliki konduktivitas termal yang tinggi, yang mengakibatkan penyebaran panas yang lebih cepat selama pengelasan. Penyebaran panas yang cepat dapat mempercepat proses pengelasan dan mengurangi waktu yang dibutuhkan.
- Penetrasi yang Dalam: Helium dapat memberikan penetrasi yang lebih dalam pada logam dasar, yang berguna dalam beberapa aplikasi. Penetrasi yang dalam dapat memastikan bahwa pengelasan dapat menghubungkan logam dasar dengan baik dan menghasilkan sambungan yang kuat.
- Pengurangan Deformasi: Karena penyebaran panas yang cepat, penggunaan Helium dapat membantu dalam mengurangi deformasi pada material yang sedang dilas. Deformasi adalah perubahan bentuk atau ukuran material akibat pengaruh panas. Pengurangan deformasi dapat mempertahankan bentuk dan ukuran material yang diinginkan.
Kesimpulan yang bisa diambil adalah gas pelindung memiliki pengaruh yang signifikan dalam proses pengelasan. Pengaruh gas pelindung tergantung pada jenis pengelasan, jenis material yang digunakan, dan persyaratan kualitas pengelasan. Penggunaan gas pelindung yang tepat adalah faktor penting dalam mencapai pengelasan yang berkualitas tinggi dan sesuai dengan aplikasi yang diinginkan. Pemilihan gas pelindung yang sesuai harus didasarkan pada analisis yang teliti terhadap kondisi pengelasan dan persyaratan material yang sedang dilas.
Penulis : Agung Nuril Hijas, S.Pd, Guru produktif Teknik pengelasan







Users Today : 205
Users Yesterday : 1001
This Month : 1206
This Year : 45685
Total Users : 696767
Views Today : 531
Total views : 3708710
Who's Online : 10





Beri Komentar