Info Sekolah
Minggu, 01 Feb 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang menjadi Terbaik I Kelembagaan dengan Prestasi Terbanyak Jenjang SMK Cabdin I

Menumbuhkan Pemikiran Mendalam dalam Pembelajaran Kimia

Diterbitkan :

Pendidikan modern tidak lagi cukup hanya menjejali peserta didik dengan fakta, rumus, dan definisi. Di tengah dunia yang berubah cepat, kompleks, dan sarat persoalan nyata, sekolah dituntut untuk menumbuhkan keterampilan berpikir mendalam atau deep thinking pada diri siswa. Berpikir mendalam bukan sekadar kemampuan menjawab soal dengan benar, melainkan kemampuan memahami makna, melihat hubungan, menganalisis sebab akibat, serta menciptakan solusi baru atas persoalan yang dihadapi. Dalam konteks inilah pendidikan sains, khususnya Kimia, memiliki peran strategis karena secara hakikat ia mengajarkan cara berpikir ilmiah, sistematis, dan berbasis bukti.

Gagasan tentang berpikir mendalam sejalan erat dengan taksonomi Bloom yang telah direvisi, sebuah kerangka berpikir yang menggambarkan jenjang proses kognitif manusia dari tingkat paling dasar hingga paling kompleks. Taksonomi ini menunjukkan bahwa belajar tidak berhenti pada mengingat informasi, tetapi bergerak naik menuju memahami, menerapkan, menganalisis, dan akhirnya menciptakan. Setiap tingkat memiliki peran penting, saling melengkapi, dan membentuk sebuah tangga berpikir yang kokoh. Tanpa fondasi yang kuat, sulit mencapai puncak kreativitas; namun tanpa keberanian melangkah ke tingkat tinggi, pembelajaran akan berhenti pada hafalan yang mudah dilupakan.

Artikel ini berfokus pada bagaimana lima tingkat berpikir mendalam tersebut dapat diterapkan secara konkret dalam pembelajaran Kimia, khususnya pada topik larutan asam-basa yang sering dianggap abstrak dan penuh simbol. Padahal, konsep asam-basa sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari rasa makanan, kebersihan, kesehatan, hingga isu lingkungan. Dengan pendekatan berpikir mendalam, topik ini dapat menjadi wahana yang efektif untuk melatih nalar, kepekaan, dan kreativitas siswa SMA maupun SMK.

Pada tingkat paling dasar, yaitu mengingat, tujuan inti pembelajaran adalah membantu siswa memanggil kembali ide, fakta, dan detail dari memori. Dalam pembelajaran asam-basa, aktivitas mengingat dapat berupa menyebutkan contoh larutan asam dan basa yang ada di sekitar mereka, menghafalkan indikator pH alami seperti kunyit atau kol ungu, serta menuliskan rumus kimia dasar yang berkaitan dengan asam, basa, dan air. Pertanyaan guru pada tahap ini biasanya bersifat langsung dan faktual, misalnya tentang pengertian pH atau rentang nilai pH pada skala yang digunakan. Meskipun sering dipandang sederhana, tahap ini sangat penting karena membangun fondasi pengetahuan faktual yang akan menjadi bahan baku bagi proses berpikir tingkat lanjut. Tanpa ingatan yang cukup, pemahaman dan analisis akan rapuh.

Setelah fondasi terbentuk, pembelajaran bergerak ke tingkat memahami. Pada tahap ini, siswa tidak hanya diminta mengingat, tetapi juga menunjukkan bahwa mereka benar-benar mengerti dengan cara menjelaskan kembali konsep menggunakan kata-kata sendiri. Dalam konteks asam-basa, siswa dapat diminta menjelaskan perbedaan rasa antara cuka dan sabun, merangkum teori asam-basa menurut para ahli, atau menginterpretasikan makna nilai pH tertentu. Pertanyaan guru mulai mendorong penalaran sederhana, misalnya dengan menanyakan bagaimana sifat ion H⁺ dalam larutan yang memiliki pH rendah dibandingkan dengan air murni. Manfaat utama dari tahap memahami adalah membantu siswa menghubungkan konsep abstrak dengan pengalaman sehari-hari, sehingga Kimia tidak lagi terasa jauh dan menakutkan, melainkan dekat dan relevan dengan kehidupan mereka.

Tahap berikutnya adalah menerapkan, di mana pengetahuan yang telah dipahami digunakan dalam situasi praktis. Inilah titik di mana Kimia mulai “hidup” di tangan siswa. Mereka dapat berlatih menghitung konsentrasi ion H⁺, menentukan pH larutan campuran, atau menguji pH air hujan menggunakan indikator alami. Dalam konteks SMK, penerapan bisa diarahkan pada dunia kerja, seperti menguji pH obat cair, kosmetik, atau produk pembersih. Pertanyaan guru pada tahap ini biasanya bersifat kontekstual dan menantang, misalnya tentang cara menetralkan limbah asam dari bengkel sebelum dibuang ke lingkungan. Melalui tahap menerapkan, siswa belajar bahwa Kimia bukan sekadar kumpulan rumus, melainkan alat untuk memecahkan masalah nyata. Keterampilan problem solving pun tumbuh secara alami seiring dengan latihan yang kontekstual dan bermakna.

Berpikir mendalam mencapai dimensi yang lebih tajam pada tingkat menganalisis. Di sini, siswa diajak memecah informasi menjadi bagian-bagian, melihat struktur, serta memahami hubungan antar konsep. Aktivitas analisis dalam topik asam-basa dapat berupa membandingkan kekuatan berbagai asam, menelaah penyebab dan dampak hujan asam, atau menyelidiki data hasil titrasi untuk menarik kesimpulan. Pertanyaan guru tidak lagi sekadar menanyakan “apa” atau “bagaimana”, tetapi mulai menantang siswa dengan “mengapa”. Misalnya, mengapa larutan garam tertentu bersifat netral sementara yang lain bersifat asam. Tahap ini melatih siswa berpikir kritis, mencari pola, dan tidak menerima informasi begitu saja. Mereka belajar bahwa satu konsep Kimia dapat memiliki implikasi yang luas dan saling terkait dengan konsep lainnya.

Puncak dari berpikir mendalam adalah menciptakan. Pada tahap ini, siswa menggabungkan berbagai ide, konsep, dan keterampilan untuk menghasilkan solusi atau produk baru. Dalam pembelajaran asam-basa, kreativitas dapat diwujudkan melalui perancangan indikator pH alami dari bahan sekitar, pembuatan prototipe alat pemantau pH sederhana, atau penyusunan kampanye edukasi tentang bahaya hujan asam bagi lingkungan. Di SMK, siswa dapat ditantang mengembangkan produk sabun cair ramah lingkungan dengan pH yang aman bagi kulit dan alam. Pertanyaan guru bersifat terbuka dan mendorong inovasi, seperti bagaimana memanfaatkan limbah dapur untuk menciptakan indikator pH yang murah namun efektif. Tahap menciptakan menumbuhkan keterampilan abad 21, termasuk kreativitas, inovasi, kolaborasi, dan kemampuan berkomunikasi gagasan secara jelas.

Penerapan lima tingkat berpikir mendalam ini di kelas membawa berbagai manfaat nyata. Pembelajaran tidak lagi berpusat pada hafalan, melainkan pada proses berpikir kritis yang aktif. Kimia menjadi lebih bermakna karena dikaitkan langsung dengan kehidupan sehari-hari dan persoalan nyata yang dihadapi siswa. Pendekatan ini juga sangat mendukung pembelajaran berbasis proyek atau project based learning (PBL), di mana siswa belajar melalui pengalaman, eksplorasi, dan kerja sama. Lebih dari itu, siswa dilatih menghadapi ketidakpastian, merumuskan masalah, mencari solusi, dan merefleksikan hasil, sebuah bekal penting untuk dunia kerja dan kehidupan sosial di masa depan.

Pada akhirnya, menguasai pemikiran mendalam berarti mempersiapkan diri untuk menguasai masa depan. Guru dalam konteks ini bukan hanya pengajar rumus dan prosedur, tetapi fasilitator yang membimbing siswa mengembangkan cara berpikir ilmiah, kritis, dan solutif. Dengan menapaki tahapan berpikir dari mengingat hingga menciptakan secara sadar dan terencana, siswa SMA dan SMK tidak hanya siap menghadapi ujian akademik, tetapi juga lebih tangguh menghadapi tantangan dunia kerja dan kehidupan nyata. Pendidikan Kimia pun menemukan kembali jati dirinya sebagai sarana membentuk manusia yang berpikir, bukan sekadar menghafal.

Penulis : Ardan Sirodjuddin, M.Pd, Kepala SMK Negeri 10 Semarang

Artikel ini memiliki

64 Komentar

SMK10
Jumat, 9 Jan 2026

Kurikulum mana? Kan kimia sudah tidak ada dan diganti Projek IPAS

Balas
Risanti
Jumat, 9 Jan 2026

pembelajaran Kimia tidak seharusnya berhenti pada hafalan, tetapi harus mendorong siswa hingga mampu menganalisis dan menciptakan solusi nyata.

Balas
Verry Wijaya
Jumat, 9 Jan 2026

Seorang guru bukan hanya mengajat akademik tetapi juga mengajarkan bagaimana nanti seorang siswa bisa menghadapi dunia nyata dan kerja dikemudian hari

Balas
Andhika Wildan Krisnamurti
Jumat, 9 Jan 2026

Tampak peran guru sangat penting dalam mengembangkan kemampuan siswa. Semangat selalu, Ibu/Bapak Guru.

Balas
Nindar
Jumat, 9 Jan 2026

sangat inspiratif karena menekankan pembelajaran Kimia berbasis berpikir mendalam. Tidak hanya hafalan, tetapi melatih siswa berpikir kritis, analitis, kreatif, dan siap menghadapi tantangan dunia nyata serta dunia kerja.

Balas
Royan Kukuh P
Jumat, 9 Jan 2026

Mantap
Jadi teringat saat masih sekolah SMA, saat beliau mengajar di kelas. Penyampaian yg sederahana sehingga mudah dipahami
Terima Kasih Bapak

Balas
Af'idatin
Jumat, 9 Jan 2026

Mantab

Balas
Kholifah Martha
Jumat, 9 Jan 2026

menguasai pemikiran mendalam berarti mempersiapkan diri untuk menguasai masa depan.

Balas
ERWIN SETIAWAN
Jumat, 9 Jan 2026

Mantap, fungsi guru sebagai fasilitator bagi siswa untuk mengembangkan pola pikir

Balas
Sona
Jumat, 9 Jan 2026

keren

Balas
Suginah
Jumat, 9 Jan 2026

Luar biasa

Balas
Dwi Palupi Widyasari, S.Pd, M.Si
Jumat, 9 Jan 2026

Alhamdulillah..
siswa dilatih menghadapi ketidakpastian, merumuskan masalah, mencari solusi, dan merefleksikan hasil, sebuah bekal penting untuk dunia kerja dan kehidupan sosial di masa depan.

Balas
Suwarni
Jumat, 9 Jan 2026

Peran guru tetap mengedepankan perkembangan siswa dalam proses belajar mengajar

Balas
Septiyo Ariyanto
Jumat, 9 Jan 2026

Pendidikan modern menuntut pengembangan keterampilan berpikir mendalam (deep thinking), bukan sekadar hafalan, agar siswa mampu memahami makna, menganalisis hubungan sebab akibat, dan menciptakan solusi atas persoalan nyata.

Balas
Ani Kartika Devi
Jumat, 9 Jan 2026

Luar Biasa.. Semangat Maju SMKN 10 Semarang

Balas
Djoko saputro
Jumat, 9 Jan 2026

Inovatif dan mantap

Balas
Andhen Priyono
Jumat, 9 Jan 2026

Guru dalam konteks ini bukan hanya pengajar rumus dan prosedur, tetapi fasilitator yang membimbing siswa mengembangkan cara berpikir ilmiah, kritis, dan solutif.

Balas
Helmi Yuhdana H
Jumat, 9 Jan 2026

Mantaaabb’s . . .

Balas
Beny Legowo, S.Sos.I, S.Pd
Jumat, 9 Jan 2026

Sungguh sangat menginspirasi

Balas
Elmina Ita K, M.Si
Jumat, 9 Jan 2026

IPAS…sekarang

Balas
Mohammad Suparjo
Jumat, 9 Jan 2026

Sekalipun sudah tidak ada mapel kimia tetap bermertamorfose jadi IPAS …. Yang esensinya IPA Minimalis he he he…… SMK punya begini 👍👍👍🙏😁

Balas
Hestiĺ
Jumat, 9 Jan 2026

Pembelajaran mendalam di kelas membawa berbagai manfaat nyata, karena pembelajaran tidak lagi berpusat pada hafalan, melainkan pada proses berpikir kritis yang aktif dan lebih bermakna. Pembelajaran inipun dikaitkan langsung dengan kehidupan sehari-hari dan persoalan nyata yang dihadapi siswa, , di mana siswa belajar melalui pengalaman, eksplorasi, dan kerja sama.

Balas
Mungki Satya
Jumat, 9 Jan 2026

Artikel yang sangat mencerahkan. Menumbuhkan pemikiran mendalam (deep thinking) memang menjadi tantangan utama dalam pembelajaran kimia, di mana siswa seringkali terjebak pada hafalan rumus tanpa memahami fenomena sub-mikroskopis di baliknya. Saya sepakat bahwa kita perlu menggeser fokus dari sekadar penyelesaian soal hitungan ke arah pemahaman konsep yang terintegrasi dengan konteks kehidupan nyata. Terima kasih telah mengingatkan pentingnya aspek kognitif ini.”

Balas
Eni Supriyati
Jumat, 9 Jan 2026

Guru bukan hanya pengajar , tetapi fasilitator yang membimbing siswa mengembangkan cara berpikir ilmiah, kritis, dan solutif.

Balas
Andi Tri Cahyono
Jumat, 9 Jan 2026

Sangat menginspirasi, mantap

Balas
Aprilia Dwi Asriani
Jumat, 9 Jan 2026

Pembelajaran kimia yang mendalam mengajarkan siswa untuk bertanya ‘mengapa’ sebelum ‘bagaimana

Balas
Dra.Warni
Jumat, 9 Jan 2026

Pada konteks pembelajaran mendalam guru tdk hanya mengajarkan rumus dan prosedur,namun. Bertindak srbagai fasilitator yg membimbing siswa mengembangkan berfikir kritis dan olmiah.

Balas
SUPARMAN, S.Pd
Jumat, 9 Jan 2026

Proses pembelajaran yang baik menyesuaikan dengan gaya murid belajar

Balas
Imam
Jumat, 9 Jan 2026

Menumbuhkan pemikiran mendalam

Balas
Rodhatin
Jumat, 9 Jan 2026

Mantap, fungsi guru unt mengembangkannya

Balas
Ferdi
Jumat, 9 Jan 2026

Kimia / sekarang dirangkum dalam IPAS sangat mengasyikan

Balas
Gatot Nurhadi
Jumat, 9 Jan 2026

Mungkin yang dimaksud kompetensi keahlian kimia industri.

Balas
Joko Suwignyo
Jumat, 9 Jan 2026

KIMIA, dalam penyelesaian masalahnya menggunakan Rumus yang identik dengan bukti, sehingga guru banyak yang harus dipersiapkan untuk memahamkan peserta didik untuk belajar KIMIA

Balas
Arimurti asmoro
Jumat, 9 Jan 2026

Peran guru yang mampu merealisasikan pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari sangat penting, karena menumbuhkan motivasi belajar yang bermakna pada murid, baik saat ini maupun masa mendatang.
Terima kasih Pak Ardan.
Tuhan memberkati kita semua. Aamiin.

Balas
Suhermawan, S.Pd.
Jumat, 9 Jan 2026

Kembali diingatkan tentang Mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis dan rnenciptakan merupakan rangkaian langkah dalam pembelajaran mendalam.
Dalam konteks di artikel ini, model pembelajaran yang digunakan yaitu Problem Based Learning.
Terima kasih Pak Ardan atas ilmu yang ditularkan.

Balas
Yusuf Trisnawan, S.Pd.
Jumat, 9 Jan 2026

Sip

Balas
noor achmat
Jumat, 9 Jan 2026

Inovatif

Balas
Digna Palupi
Jumat, 9 Jan 2026

Terima kasih Pak Ardan. Sungguh menginspirasi selalu. Semangat Guru sebagai fasilitator yang membimbing siswa mengembangkan cara berpikir ilmiah, kritis, dan solutif.

Balas
Muslim Anwar
Jumat, 9 Jan 2026

Mantap. Sangat inspiratif

Balas
Dian Primayanto
Jumat, 9 Jan 2026

Praktik baik yang sangat menginspirasi…

Balas
Sofiatul Nadziyah
Jumat, 9 Jan 2026

Berbagai metode dan model untuk pembelajaran yang lebih mendalam

Balas
Nasi'in Samsul Huda
Jumat, 9 Jan 2026

Sangat inspiratif, mengajarkan siswa berpikir kritis

Balas
SYAYAROH
Jumat, 9 Jan 2026

Sangat mengispirasi… 👍

Balas
Febtiyaningsih
Jumat, 9 Jan 2026

pentingnya pembelajaran yang mendorong pemikiran mendalam, sehingga siswa tidak hanya menghafal konsep, tetapi mampu berpikir kritis dan memahami maknanya.

Balas
Febtiyaningsih
Jumat, 9 Jan 2026

pentingnya pembelajaran yang mendorong pemikiran mendalam, dimana siswa tidak hanya menghafal, tetapi mampu berpikir kritis dan memahami maknanya

Balas
azis
Jumat, 9 Jan 2026

Guru bukan hanya pengajar , tetapi fasilitator yang membimbing siswa mengembangkan cara berpikir ilmiah dan kritis

Balas
Mita
Jumat, 9 Jan 2026

Dengan menumbuhkan pemikiran mendalam, siswa tidak hanya menghafal rumus, tapi juga memahami prinsip dasarnya, menganalisis reaksi kimia, dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Ini akan membantu mereka menjadi lebih kritis dan analitis dalam memecahkan masalah kimia

Balas
Argun
Jumat, 9 Jan 2026

Keren banget 😱

Balas
Janto
Jumat, 9 Jan 2026

Menekankan pentingnya menggeser pembelajaran kimia dari sekadar hafalan menuju pemahaman konseptual yang reflektif dan kritis. Guru didorong untuk menciptakan suasana kelas yang menumbuhkan rasa ingin tahu, melibatkan siswa dalam eksperimen kontekstual, diskusi terbuka, serta refleksi atas fenomena sehari-hari sehingga mereka mampu menghubungkan teori dengan praktik nyata. Dengan pendekatan ini, pembelajaran kimia tidak hanya menghasilkan pengetahuan akademis, tetapi juga membentuk keterampilan berpikir mendalam yang berguna bagi pengembangan diri dan kehidupan sosial siswa.

Balas
Lulus Wisnuadi Mulyawan
Jumat, 9 Jan 2026

Pelajaran kimia tidak hanya mempelajari sesuatu yang mempunyai massa dan menepati ruang saja tetapi bisa diaplikasikan kedalam kehidupan sehari-hari seperti proses makanan, obat-obatan dan proses alam.

Balas
Nyaminah,S.Pd
Sabtu, 10 Jan 2026

Praktik baik, sangat menginspirasi semangat mengembangkan diri💪💪💪💪

Balas
WILER UPIK
Sabtu, 10 Jan 2026

Melatih siswa belajar melalui pengalaman, eksplorasi, dan kerja sama guna menghadapi ketidakpastian, merumuskan masalah, mencari solusi, dan merefleksikan hasil,. Luar biasa.

Balas
Antar
Sabtu, 10 Jan 2026

Sangat menginspirasi

Balas
Anis Indri
Sabtu, 10 Jan 2026

Pembelajaran yang menerapkan berpikir mendalam dari mengingat hingga menciptakan mampu menjadikan siswa lebih kritis, kreatif, dan mampu memecahkan masalah nyata secara bermakna..

Balas
Mohammad Yunan
Sabtu, 10 Jan 2026

Dulu saking senangnya dengan Mapel Kimia, belajar tekun sampai nilai Kimia di Raport dpt 9, hal tersebut tidak terlepas dari peran seorang guru yang dapat memantik semangat dan menginspirasi, Guru membekali ketrampilan Hidup Life skill baik soft and Hard. Keep Inspiring.

Balas
Johan
Sabtu, 10 Jan 2026

Semoga bisa menerapkan Critical thinking /deep thinking dalam pembelajaran..

Balas
Kuslimanto
Sabtu, 10 Jan 2026

Guru dalam artikel ini bukan hanya pengajar rumus dan prosedur, tetapi fasilitator yang membimbing siswa mengembangkan cara berpikir iyang di butuhkan di dunia kerja

Balas
Mulyo S
Sabtu, 10 Jan 2026

Sangatt menginspirasi..
Ingat Kimia jadi ingat hafalan SPU..😊

Balas
Gesit
Sabtu, 10 Jan 2026

Mantab….

Balas
Miftakhurrofi'i
Sabtu, 10 Jan 2026

Sangat menginspirasi..
Sekarang mapel ipas ya…

Balas
Anik
Sabtu, 10 Jan 2026

Peran guru sangat penting dalam mengembangkan kemampuan siswa. Semangat Ibu Bapak Guru.

Balas
Yati
Sabtu, 10 Jan 2026

MasyaAlloh 👍👍👍

Balas
Harry
Sabtu, 10 Jan 2026

Mengajak murid tidak sekadar menghafal rumus, tetapi memahami mengapa dan bagaimana konsep kimia bekerja dalam kehidupan nyata. kereeeen

Balas
Landung Jati Ismoyo
Selasa, 13 Jan 2026

Sangat bermanfaat dan penting pelajaran kimia untuk tahu mencegah ,menghindari serta menanggulangi bahaya/ musibah yg di akibatkan bahan² kimia .
Khususnya bekal ilmu ini untuk SMK dengan kompetensi keahlian yang berkaitan & beresiko tinggi ,seperti teknik pengelasan ,nautikan kapal niaga dan management logistik . Utamakan keselamatan kerja dan jiwa .

Balas

Beri Komentar