Info Sekolah
Selasa, 18 Jun 2024
  • SMKN 10 Semarang siap menerima siswa baru dengan delapan jurusan sebanyak 540 siswa#SMKN 10 Semarang membuka jurusan baru Manajemen Logistik

Mengelola Sekolah Secara Transformasional

Diterbitkan :

Mengelola sebuah sekolah negeri dengan jumlah pendidik dan tenaga kependidikan besar seperti SMKN 10 Semarang memerlukan pemikiran dan energi yang luar biasa. Penanganan sekolah ini dilakukan dari hulu dan hilir. Kadang perlu pemikiran yang tidak biasa atau out of box. Harus banyak cara dan ide agar tetap eksis.

Ibarat sebuah perusahaan, sekolah ini harus dibangun dengan kerjasama antar lini baik internal maupu eksternal. Guna mewujudkan hal tersebut saya mengembangkan manajemen sekolah dengan strategi KUTEK. Bagaimana saya menerapkan KUTEK? Dari sekian banyak model kepemimpinan kepala sekolah saya lebih condong menggunakan model kepemimpinan transformasional. Asumsi yang mendasari kepemimpinan transformasional adalah bahwa setiap orang akan mengikuti seseorang yang dapat memberikan mereka inspirasi, mempunyai visi yang jelas , serta cara dan energi yang baik untuk mencapai sesuatu tujuan baik yang besar.

Bekerja sama dengan seorang pemimpin transformasional dapat memberikan suatu pengalaman yang berharga, karena pemimpin transformasional biasanya akan selalu memberikan semangat dan energi positif terhadap segala hal dan pekerjaan tanpa kita menyadarinya. Pemimpin transformasional akan memulai segala sesuatu dengan visi, yang merupakan suatu pandangan dan harapan kedepan yang akan dicapai bersama dengan memadukan semua kekuatan, kemampuan dan keberadaan para pengikutnya.

Dimensi kepemimpinan transformasional menggunakan 4 I yaitu (1) “I” : Idealiced influence (perilaku yang menghasilkan rasa hormat dan rasa percaya diri dari orang yang dipimpinnya); (2) “I” : Inspirational motivation (perilaku yang senantiasa menyediakan pekerjaan yang menantang bagi pengikut); (3) “I” : Intellectual stimulation (melakukan inovasi-inovasi); dan (4) “I” : Individualized consideration (mendengarkan dan memperhatikan dengan baik aspirasi, harapan, segala masukan dari pengikutnya).

Mengutip Luthans terdapat tujuh sikap dari seorang kepala sekolah yang telah berhasil menerapkan kepemimpinan transformasional, yaitu: (1) mengidentifikasi dirinya sebagai agen perubahan (pembaharuan); (2) memiliki sifat pemberani; (3) mempercayai orang lain; (4) bertindak, atas dasar sistem nilai (bukan atas dasar kepentingan individu atau atas dasar kepentingan individu, atau dasar kepentingan dan desakan kroninya), (5) meningkatkan kemampuan secara terus-menerus, (6) memiliki kemampuan untuk menghadapi situasi yang rumit, tidak jelas dan tidak menentu, serta (7) memiliki visi ke depan atau visioner.

Apa yang dimaksud dengan KUTEK itu? KUTEK merupakan singkatan dari Kerjasama, Unggul, Target dan Eksis. Dalam mengelola sekolah ini kerjasama menjadi point pertama yang penting. Kerja sama tim merupakan bentuk kerja kelompok dengan keterampilan yang saling melengkapi serta berkomitmen untuk mencapai target yang sudah disepakati sebelumnya untuk mencapai tujuan bersama secara efektif dan efisien. Kerjasama tim ini harus mampu meleburkan berbagai pribadi menjadi satu pribadi untuk mencapai tujuan bersama. Kebetulan saya dikelilingi oleh guru-guru muda yang punya semangat baja sehingga memudahkan langkah saya memimpin sekolah ini.

Strategi yang kedua adalah Unggul. Unggul atau keunggulan dapat diartikan sebagai hasil atau output dari proses yang sistematik dan sah atau legal untuk mendapatkan dan menganalisa informasi tentang kelebihan dan kelemahan organisasi. Sejak bergabung dengan sekolah ini di Bulan Januari 2022, saya segera melakukan analisis SWOT. Analisis ini penting untuk membuat peta jalan kemajuan sekolah.

Strategi yang ketiga adalah Target. Target disini diartikan keinginan atau tekad untuk bekerja dengan lebih baik atau melampaui standar prestasi. Standar tersebut bisa berupa prestasi diri sendiri dimasa lampau, ukuran obyektif yang melebihi orang lain, sasaran yang menantang atau sesuatu yang belum pernah dilakukan oleh orang lain. Hal ini bisa menjadi dorongan untuk bertindak lebih baik dan efisien. Alhamdulillah beberapa target sudah berhasil kami lampaui dengan baik seperti tata kelola kelembagaan yang mulai efektif dan efisien, prestasi yang diraih warga sekolah dari berbagai kejuaraan, kerelaan guru untuk terus belajar guna meningkatkan kompetensinya dan kerjasama dengan pihak ketiga yang menguntungkan sekolah.

Strategi yang terakhir adalah Ekspose. Ekspose berarti terlihat di muka umum. Saya ingin sekolah ini mengalami peningkatan trafik dalam urusan dikenal masyarakat umum. Untuk itu setiap kemajuan sekolah harus dibagi kepada masyarakat melalui banyak saluran, antara lain sosial media seperti Facebook, Twitter, dan Istagram. Selain itu surat kabar menjadi patner yang ideal dalam menuangkan berita kemajuan sekolah.

Menutup tulisan ini, harapan besar saya adalah menjadikan sekolah ini sekolah terdiferensiasi (pembeda) dengan sekolah lain  yang terus bergerak maju mengikuti perkembangan jaman. KUTEK menjadi pelumas pendorong bagi sekolah untuk maju. Sebuah cita-cita yang wajib tertunaikan.

Penulis : Ardan Sirodjuddin, Kepala SMKN 10 Semarang

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar