Keselamatan pelayaran adalah pilar utama dalam dunia maritim. Bagi murid Kelas XI Nautika Kapal Niaga (NKN), penguasaan terhadap Peraturan Pencegahan Tubrukan di Laut (P2TL) 1972, khususnya Aturan 6 tentang Kecepatan Aman (Safe Speed), adalah fundamental. Aturan ini mewajibkan setiap kapal untuk bergerak dengan kecepatan yang aman sehingga dapat mengambil tindakan yang tepat untuk menghindari tubrukan dan dapat dihentikan dalam jarak yang sesuai dengan keadaan dan suasana yang ada.
Untuk memastikan pemahaman yang bukan hanya teoritis, tetapi juga aplikatif, internalisasi dan memberikan pengalaman belajar, diperlukan pendekatan pembelajaran yang inovatif. Integrasi konsep Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang fokus pada pemahaman konseptual, analitis, dan aplikasi kontekstual dengan model Contextual Teaching and Learning (CTL) yang menghubungkan materi ajar dengan dunia nyata murid dan menawarkan solusi efektif.
Model CTL dirancang untuk membantu siswa melihat makna dalam materi akademik dengan menghubungkannya pada konteks kehidupan mereka sebagai calon perwira kapal niaga. Tujuh komponen utama CTL (Constructivism, Inquiry, Questioning, Learning Community, Modeling, Reflection, Authentic Assessment) dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam mengajarkan Aturan 6 P2TL.
Penerapan Aturan 6 P2TL 1972 di laut sangat kompleks, melibatkan banyak faktor yang harus dipertimbangkan untuk menentukan “kecepatan aman,” termasuk:
- Visibilitas: Jarak pandang, kondisi cuaca (kabut, hujan).
- Kepadatan Lalu Lintas: Jumlah kapal di sekitar.
- Kondisi Kapal: Kemampuan olah gerak, jarak henti (stopping distance).
- Kedalaman Perairan: Pengaruh terhadap daya olah gerak (shallow water effect).
- Keadaan Cuaca dan Arus: Pengaruh angin dan arus laut.
- Ketersediaan Radar: Keterbatasan radar dalam mendeteksi target.
Pembelajaran mendalam di sini berarti murid tidak sekadar menghafal isi Aturan 6, tetapi mampu menganalisis dan mensintesis data kontekstual di atas untuk mengambil keputusan kecepatan yang optimal yang merupakan sebuah keterampilan kognitif tingkat tinggi.
Strategi Penerapan Pembelajaran Mendalam dengan CTL
- Konstruktivisme dan Inkuiri (Studi Kasus Nyata). (a) Aktivitas: Guru tidak langsung menyajikan teks Aturan 6, melainkan memulai dengan studi kasus otentik mengenai kecelakaan tubrukan kapal yang terjadi akibat pelanggaran Safe Speed. (b) Pembelajaran Mendalam: Murid diminta menganalisis data kecelakaan (laporan investigasi, kondisi cuaca, kepadatan lalu lintas pada saat itu). Mereka secara mandiri (Inquiry) menyimpulkan mengapa kecepatan kapal tersebut tidak aman, dan faktor apa saja yang diabaikan, sehingga mereka mengkonstruksi pemahaman mereka sendiri tentang esensi Aturan 6 sebelum membaca teks formal.
- Bertanya (Questioning) dan Komunitas Belajar (Learning Community). (a) Aktivitas: Bentuk kelompok kecil (Learning Community) yang terdiri dari murid dengan tingkat pengetahuan bervariasi. Dorong mereka untuk saling bertanya (misalnya: “Bagaimana cara menentukan stopping distance kapal MT. Sinar Jaya?” atau “Apa bedanya Safe Speed di alur pelayaran sempit dan di laut lepas?”). (b) Pembelajaran Mendalam: Sesi tanya jawab aktif ini mendorong murid untuk berpikir kritis dan mendiskusikan nuansa dalam penerapan aturan, yang merupakan ciri khas pemahaman mendalam. Mereka belajar dari sudut pandang dan pengalaman temannya, memperluas perspektif analitis mereka.
- Pemodelan (Modeling) dan Penilaian Otentik (Authentic Assessment). (a) Aktivitas: Guru melakukan simulasi navigasi dengan berbagai skenario (misalnya: berlayar di selat sempit saat visibilitas terbatas atau situasi crossing yang padat). Guru memodelkan proses pengambilan keputusan Safe Speed berdasarkan faktor-faktor kontekstual. (b) Pembelajaran Mendalam & Penilaian Otentik: Murid kemudian dinilai melalui asesmen otentik, yaitu simulasi mandiri di mana mereka harus mengambil keputusan kecepatan dan olah gerak di bawah tekanan simulasi. Penilaian ini tidak hanya mengukur ingatan, tetapi juga kemampuan mereka untuk menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi situasi di lapangan, yang merupakan inti dari pemahaman yang mendalam.
- Refleksi (Reflection). (a) Aktivitas: Setelah setiap sesi simulasi atau studi kasus, murid diwajibkan membuat laporan singkat yang memuat: Keputusan kecepatan yang diambil, Faktor-faktor yang dipertimbangkan, Hasil dari keputusan tersebut, Pelajaran yang diperoleh dan rencana perbaikan di masa depan. (b) Pembelajaran Mendalam: Kegiatan refleksi memaksa murid untuk menginternalisasi pembelajaran, menghubungkan teori P2TL dengan praktik mereka, dan menanamkan tanggung jawab profesionalisme dalam diri mereka.
Dampak dan Keunggulan
Integrasi CTL dan Pembelajaran Mendalam pada materi Aturan 6 P2TL 1972 membawa dampak signifikan:
- Peningkatan Retensi Jangka Panjang: Taruna/i belajar melalui pengalaman (simulasi, studi kasus) yang lebih relevan dan berkesan, jauh lebih efektif daripada sekadar menghafal pasal.
- Pengembangan Keterampilan Higher-Order Thinking: Fokus pembelajaran bergeser dari mengingat (C1) menjadi menganalisis (C4), mengevaluasi (C5), dan mengaplikasikan (C3) dalam konteks dunia nyata.
- Penanaman Profesionalisme: Dengan menganalisis konsekuensi dari kegagalan penerapan Safe Speed, Taruna/i menumbuhkan kesadaran mendalam akan pentingnya Aturan 6 sebagai tanggung jawab etika dan keselamatan di laut.
Dengan demikian, penerapan model CTL ini tidak hanya meningkatkan penguasaan materi P2TL 1972, tetapi juga membentuk murid Nautika Kapal Niaga menjadi perwira yang kompeten, kritis, dan siap menghadapi kompleksitas tantangan di dunia pelayaran sesungguhnya.
“Ciptakan Inovasi, Tebarkan Manfaat”
“SMK Negeri 10 Semarang, dari Semarang untuk Indonesia”
Penulis: T. Harry Sulistianto, S.Pd, M.Si., Guru Produktif Nautika Kapal Niaga
Penyunting: Tim Humas dan Literasi
Ilmu maritime…
Sukses terus nautika 🔥🔥
Alhamdulillah 👍👍👍
Sukses terus nautika, artikelnya sangat informatif 👍🏻👍🏻
Sukses selalu
Alhamdulillah .. luar biasa tambah ilmu pengetahuan.
Edukasi tentang kemaritiman sangat penting untuk mengenal dan menjaga lingkungan khususnya di daerah pesisir laut
Beri Komentar