Di era digitalisasi yang berkembang pesat saat ini, berbagai sektor mengalami transformasi, termasuk bidang kesehatan. Digitalisasi membawa dampak signifikan terhadap cara masyarakat mengakses layanan kesehatan, memantau kondisi tubuh, hingga berinteraksi dengan tenaga medis. Namun, di balik kemudahan yang ditawarkan, era digital juga menghadirkan sejumlah tantangan yang perlu diwaspadai.
Peluang di Era Digitalisasi Kesehatan
- Telemedicine Layanan konsultasi medis jarak jauh atau telemedicine menjadi solusi efektif, terutama di masa pandemi dan di daerah terpencil. Pasien dapat berkonsultasi dengan dokter tanpa harus datang ke rumah sakit, menghemat waktu dan biaya.
- Aplikasi Kesehatan Berbagai aplikasi kini dapat membantu masyarakat memantau kondisi kesehatan seperti detak jantung, pola tidur, aktivitas fisik, hingga pengingat konsumsi obat. Ini mendorong kesadaran masyarakat untuk hidup lebih sehat secara mandiri.
- Big Data dan AI Penggunaan big data dan kecerdasan buatan (AI) dalam dunia medis memungkinkan analisis data pasien dalam jumlah besar secara cepat. Ini membantu dalam diagnosis dini, perencanaan perawatan, serta deteksi wabah penyakit.
- Rekam Medis Digital Sistem rekam medis elektronik (RME) meningkatkan efisiensi dan akurasi data pasien. Tenaga medis dapat mengakses riwayat kesehatan pasien dengan lebih cepat, sehingga pengambilan keputusan medis menjadi lebih tepat.
Tantangan dan Risiko
- Keamanan Data Dengan semakin banyaknya data kesehatan yang disimpan secara digital, risiko kebocoran data pribadi meningkat. Keamanan siber menjadi aspek krusial yang harus diperhatikan oleh penyedia layanan kesehatan digital.
- Kesenjangan Akses Teknologi Tidak semua masyarakat memiliki akses yang sama terhadap teknologi digital. Kelompok lansia, masyarakat di daerah tertinggal, atau yang kurang melek digital berisiko tertinggal dari manfaat digitalisasi kesehatan.
- Ketergantungan pada Teknologi Meningkatnya ketergantungan pada aplikasi atau gadget kesehatan bisa menurunkan interaksi langsung dengan tenaga medis. Ini berisiko jika diagnosis mandiri tidak akurat dan menunda penanganan medis yang sebenarnya dibutuhkan.
- Etika dan Privasi Penggunaan AI dalam diagnosa dan pengambilan keputusan medis menimbulkan pertanyaan etika. Siapa yang bertanggung jawab jika terjadi kesalahan diagnosis oleh sistem otomatis?
Digitalisasi di bidang kesehatan membuka berbagai peluang untuk meningkatkan kualitas hidup dan pelayanan medis. Namun, adaptasi terhadap teknologi harus disertai dengan regulasi yang kuat, perlindungan data yang ketat, serta peningkatan literasi digital masyarakat. Dengan pendekatan yang bijak, transformasi digital ini dapat menjadi alat penting untuk mencapai sistem kesehatan yang lebih inklusif, efisien, dan manusiawi.
“Ciptakan Inovasi, Tebarkan Manfaat”
“SMK Negeri 10 Semarang, dari Semarang untuk Indonesia”
Penulis: Rizky Teguh Prastya, S.Pd., Guru Mapel PJOK
Penyunting: Tim Humas dan Literasi
kemajuan teknologi sangat bermanfaat di kehidupan sekarang , termasuk bidang kesehatan . Hanya saja ada kelemahan, sekarang kalau periksa kesehatan kadang hanya ditanya , di catat dikomputer , kemudian di kasih obat yg sudah tertulis di komputer juga , dan tinggal ambil obat di tempat pengambilan obat , tanpa ada sentuhan/ pemeriksaan langsung dari dokter .
Beri Komentar