Dalam dunia pendidikan, setiap hari adalah panggung interaksi. Siapa pun kita—guru, tenaga kependidikan, siswa, maupun orang tua—tidak pernah lepas dari perjumpaan dengan berbagai karakter manusia. Ada interaksi yang menyenangkan seperti senyum siswa yang berhasil memahami pelajaran atau sapaan hangat dari rekan sejawat. Namun, tidak sedikit pula interaksi yang menantang, bisa jadi menyakitkan, atau bahkan melelahkan, terutama bagi mereka yang memikul tanggung jawab sebagai kepala sekolah. Tuntutan administrasi, ekspektasi masyarakat, tekanan dari orang tua, dinamika guru yang beragam, hingga kebutuhan siswa yang terus berkembang sering kali membuat seorang pemimpin sekolah berada dalam pusaran emosi dan keputusan yang tidak sederhana. Di tengah kompleksitas inilah muncul pertanyaan mendasar: bagaimana kita tetap positif, kuat, dan mampu bertumbuh dari setiap interaksi? Bagaimana menjadikan setiap perjumpaan—baik yang menyenangkan maupun yang penuh tantangan—sebagai sarana untuk memperkaya karakter dan memperkuat kepemimpinan?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, ada baiknya kita menengok sosok yang telah lama menginspirasi dunia dalam memahami makna interaksi, motivasi, dan pengembangan diri, yakni Zig Ziglar. Lahir sebagai Hilary Hinton Ziglar, ia dikenal luas sebagai seorang motivator, penulis, dan pembicara publik yang sering disebut sebagai bapak motivasi modern. Kiprahnya di panggung internasional menjadikannya ikon dalam bidang pengembangan diri, penjualan, dan kepemimpinan. Buku-buku karyanya seperti See You at the Top, Over the Top, dan Born to Win telah membantu jutaan orang menemukan arah hidup dan meningkatkan kualitas diri. Melalui seminar, pelatihan, dan rekaman audio yang tersebar ke seluruh dunia, Ziglar konsisten menyampaikan pesan yang menekankan integritas, semangat melayani, serta kekuatan karakter. Prinsip emasnya yang terkenal, “Anda bisa memiliki segalanya dalam hidup yang Anda inginkan, jika Anda membantu cukup banyak orang mendapatkan apa yang mereka inginkan,” menjadi fondasi pikirannya dalam melihat hubungan manusia sebagai jembatan menuju kehidupan yang lebih bermakna. Nilai inti yang dipegang Ziglar—etika, empati, kerja keras, dan karakter—menjadikannya bukan hanya motivator, tetapi mentor spiritual bagi banyak pemimpin, termasuk mereka yang berkarya dalam dunia pendidikan.
Di antara banyak pesan Zig Ziglar, ada satu kutipan yang begitu dalam dan relevan bagi siapa pun yang memimpin sebuah komunitas, terutama komunitas pendidikan. Kutipan itu berbunyi: “Jangan pernah menyalahkan siapa pun dalam hidupmu. Orang baik memberimu kebahagiaan. Orang jahat memberimu pengalaman. Orang terburuk memberimu pelajaran. Dan orang terbaik memberimu kenangan.” Pada pandangan pertama, kalimat ini tampak sederhana, tetapi jika direnungkan secara mendalam, ia merupakan panduan emosional dan spiritual yang luar biasa kuat dalam menghadapi dinamika relasi manusia.
Bagian pertama, “Jangan pernah menyalahkan siapa pun,” menegaskan pentingnya mengambil kendali atas hidup sendiri. Banyak orang terjebak dalam mental korban, merasa bahwa kesulitan yang mereka alami semata-mata karena kesalahan orang lain. Namun, Ziglar mengajak kita untuk keluar dari pola pikir tersebut dan berdiri sebagai individu yang bertanggung jawab penuh terhadap respon dan sikap kita. Kita memang tidak bisa mengendalikan apa yang orang lain lakukan, tetapi kita bisa mengendalikan bagaimana kita menanggapinya.
Bagian kedua, “Orang baik memberimu kebahagiaan,” menyadarkan kita untuk menghargai setiap orang yang memberi dukungan, kebaikan, atau inspirasi. Dalam dunia pendidikan, orang baik itu bisa berupa guru yang bekerja dengan penuh dedikasi, siswa yang menunjukkan progres belajar, rekan sejawat yang selalu membantu, atau orang tua yang memberi dukungan moral. Menghargai kehadiran mereka membuat kita lebih bersyukur dan lebih kuat menghadapi kondisi yang tidak ideal.
Bagian ketiga, “Orang jahat memberimu pengalaman,” bukan untuk membenarkan perilaku buruk seseorang, tetapi untuk membantu kita memetik pelajaran dari situasi tidak menyenangkan. Perilaku menyudutkan, kata-kata menyakitkan, atau tindakan yang merugikan bisa menjadi pelajaran berharga tentang kewaspadaan, batasan diri, serta kemampuan menjaga profesionalitas.
Kalimat selanjutnya, “Orang terburuk memberimu pelajaran,” mengungkap bahwa interaksi paling sulit sering kali menjadi titik balik dalam pembentukan karakter. Konflik besar, tekanan berat, atau pengkhianatan dapat menjadi pendorong bagi kita untuk menjadi lebih dewasa secara emosional, lebih bijak dalam mengambil keputusan, dan lebih tegas dalam menetapkan nilai diri.
Terakhir, “Orang terbaik memberimu kenangan,” menunjukkan bahwa hubungan yang tulus dan positif adalah harta emosional yang tidak ternilai. Kenangan baik ini menjadi bahan bakar yang menjaga semangat kita, terutama pada masa-masa sulit.
Bagi kepala sekolah, memahami filosofi Ziglar ini bukan sekadar wacana, tetapi kebutuhan nyata. Kepala sekolah berinteraksi dengan banyak pihak: guru, siswa, tenaga kependidikan, orang tua, komite sekolah, pengawas, dan masyarakat. Beragamnya ekspektasi sering kali melahirkan tantangan seperti kritik pedas, konflik internal, tekanan administratif, atau kesalahpahaman yang menguras energi. Namun, ketika kepala sekolah mampu melihat setiap interaksi sebagai bagian dari pembelajaran, beban emosional itu berubah menjadi energi positif. Sikap ini membantu mereka membangun budaya sekolah yang sehat, mengedepankan komunikasi empatik, apresiasi, dan ruang refleksi. Pemimpin yang memahami makna interaksi tidak akan mudah terseret dalam drama emosional, melainkan memfokuskan diri pada solusi dan pertumbuhan.
Zig Ziglar juga menawarkan pendekatan praktis yang dapat diadopsi oleh para pemimpin dunia. Pertama, berhenti menyalahkan dan mulai memimpin. Artinya, kepala sekolah perlu mengambil tanggung jawab penuh atas lingkungan yang dipimpinnya. Jika ada masalah kedisiplinan, budaya kerja yang kurang sehat, atau komunikasi yang tidak efektif, pemimpin harus menjadi orang pertama yang bercermin sebelum menuntut orang lain berubah. Kedua, gunakan pengalaman—bahkan pengalaman buruk—sebagai bahan bakar inovasi. Setiap kritik dapat menjadi awal dari sistem baru yang lebih efektif, setiap konflik bisa menjadi pijakan untuk memperbaiki prosedur, dan setiap kesalahan adalah kesempatan untuk menguatkan karakter.
Ketiga, bangun kenangan positif. Sekolah adalah tempat yang penuh dengan kemungkinan untuk menciptakan momen berharga. Mulai dari apresiasi sederhana kepada guru, ucapan terima kasih kepada tendik, perayaan kecil atas prestasi siswa, hingga kebiasaan menyapa setiap orang dengan hangat. Momen-momen ini menguatkan hubungan dan membentuk ikatan emosional yang mempengaruhi suasana sekolah secara keseluruhan. Keempat, berikan nilai kepada orang lain. Dalam filosofi Ziglar, seseorang menjadi pemimpin sejati ketika ia mampu membantu orang lain mencapai apa yang mereka inginkan. Ketika guru merasa dihargai, siswa merasa diperhatikan, dan orang tua merasa didengar, maka kepercayaan tumbuh. Kepercayaan itulah yang menjadi pondasi utama kepemimpinan.
Pada akhirnya, hidup memang adalah sekolah terbesar, dan setiap orang yang kita temui adalah guru kehidupan. Kita selalu memiliki pilihan: ingin terus marah dan menyalahkan, atau memilih belajar dan tumbuh. Tidak ada satu pun interaksi yang sia-sia jika kita mampu memetik makna di baliknya. Seorang kepala sekolah yang memandang interaksi sebagai investasi karakter akan jauh lebih tenang, bijaksana, dan berpengaruh dalam memimpin. Dengan filosofi Zig Ziglar sebagai kompas moral, setiap tantangan menjadi kesempatan, setiap hubungan menjadi kekuatan, dan setiap hari menjadi ruang untuk bertumbuh menjadi pemimpin yang lebih baik.
Penulis : Ardan Sirodjuddin, M.Pd, Kepala SMK Negeri 10 Semarang

Terima kasih pak Ardan , artikel ini muncul disaat sedang butuh penguatan, terus berkarya dan berbagi , sukses selalu
Terima kasih …. pesan menginspirasi dan bermakna.
Semoga kita dapat menerapkan filosofi Zig Ziglar. Filosofi yg mengajarkan untuk bagaimana menghadapi orang dengan karakter yang berbeda-beda
Mantaaabb’s. . . .. .. . . . . .
Etika, empati, kerja keras adalah tiga kata kunci dari filosofi Zig Ziglar yang penting untuk diterapkan dalam lingkungan institusi yang ingin terus maju bersama secara kolektif.
Pesan Zig Ziglar :”Jangan pernah menyalahkan siapa pun dalam hidupmu. Orang baik memberimu kebahagiaan. Orang jahat memberimu pengalaman. Orang terburuk memberimu pelajaran. Dan orang terbaik memberimu kenangan.”
Terima kasih atas ilmunya Pak Ardan🙏
Jangan pernah menyalahkan siapapun dalam hidup kita, orang baik memberimu kebahagiaan, orang jahat memberimu pengalaman, orang terburuk memberimu pelajaran dan orang terbaik memberimu kenangan
Kendalikan atas hidup kita sendiri, hargai apapun yang kita hadapi dalam berinteraksi untuk mengelola EMOSI
Semangat berfikir positif akan menjadikan kita HAPPY ………. 💪💪💪💪
Terima kasih atas ilmunya Pak Ardan
Kehidupan adalah proses; seperti roda yang berputar kadang di atas kadang di bawah, membawa kendaraan hingga ke tujuan.
Namun membutuhkan kedewasaan agar setiap putaran roda, kemudi kendaraan tetap terarah sesuai visi dan misi pengemudi.
Menjadi pemimpin merupakan amanah yang mulai, baik memimpin diri sendiri untuk terus berprestasi sesuai potensi, maupun memimpin orang lain untuk terus menjadi manfaat.
Terima kasih Pak Ardan, telah menjadi pemimpin di SMKN 10 Semarang dengan ketulusan dan keikhlasan untuk terus membangun.
Tuhan memberkati.
Motivator yg handal…tks ilmunya
Sangat menginspirasi
Alhamdulillah, terima kasih ilmunya Pak Ardan🙏
Semoga ilmunya bermanfaat
Alhamdulillah, terima kasih Pak Ardan telah menjadi motivator yang baik 🙏
Mantap , sangat inovatif
Alhamdulillah ..sangat inspiratif
Maju terus SMK 10…
Sejalan dengan prinsip sentral Stoikisme, yang membagi kehidupan menjadi dua dimensi: hal-hal yang berada dalam kendali internal kita (penilaian, opini, keinginan, tindakan) dan hal-hal di luar kendali eksternal kita (tubuh, harta benda, reputasi, pendapat orang lain, peristiwa eksternal). Kebahagiaan sejati terletak pada fokus dan pengelolaan dimensi internal. #Jalani dan panjatkan kelak syukur kau ucapkan.
Kadnag rejeki tidak hanya tentang harta mengenal dan mempunyai banyak orang merupakan salah satu harta yang berharga untuk kita.
Menginspirasi Pak Ardan…..
Budaya kerja yang sehat akan memberikan kenyamanan dalam segala hal, matur nuwun ilmunya pak Ardan 👍
Sangat baik untuk diterapkan dalam kehidupan sehari hari agar kondisi emosi kita tetap stabil dan tidak mudah stres dalam menghadapi masalah hidup
Perilaku menyudutkan, kata-kata menyakitkan, atau tindakan yang merugikan bisa menjadi pelajaran berharga tentang kewaspadaan dan batasan diri untuk lebih bisa nenjaga diri dalam interaksi. Bercermin sebelum menuntut orang lain berubah akan membantu mereka membangun budaya sekolah yang sehat, mengedepankan komunikasi empatik, apresiasi, dan ruang refleksi yang bisa menumbuhkan karakter menjadi lebih dewasa secara emosional, lebih bijak dalam mengambil keputusan, dan lebih tegas dalam menetapkan nilai diri.
Mantap sangat inovatif
Keberhasilan belajar bukan hal yang sempurna, tetapi konsisten. Sedikit demi sedikit, menjadi luar biasa
Jangan pernah menyalahkan siapa pun dalam hidupmu. Orang baik memberimu kebahagiaan. Orang jahat memberimu pengalaman. Orang terburuk memberimu pelajaran. Dan orang terbaik memberimu kenangan
Dunia pendidikan akan berjalan apabila ada kesinambungan dan saling membantu dari GTK, siswa dan orangtua. Mari jadikan pengalaman dari yg baik maupun yg tidak untuk mewujudkan K.10 menjadi yg terbaik….sukses selalu
Ziglar konsisten menyampaikan pesan yang menekankan integritas, semangat melayani, serta kekuatan karakter. Prinsip emasnya yang terkenal, “Anda bisa memiliki segalanya dalam hidup yang Anda inginkan, jika Anda membantu cukup banyak orang mendapatkan apa yang mereka inginkan,”
Menginspirasi kami
Kepemimpinan sekolah bukan sekadar mengelola administrasi, melainkan membentuk karakter melalui setiap interaksi, baik yang menyenangkan maupun penuh tantangan. Filosofi Zig Ziglar—yang menekankan integritas, empati, kerja keras, dan tanggung jawab pribadi—mengajarkan bahwa orang baik memberi kebahagiaan, orang jahat memberi pengalaman, orang terburuk memberi pelajaran, dan orang terbaik memberi kenangan. Bagi kepala sekolah, pesan ini berarti berhenti menyalahkan, mulai memimpin dengan refleksi diri, menjadikan pengalaman buruk sebagai bahan bakar inovasi, serta membangun kenangan positif yang memperkuat ikatan emosional dengan guru, siswa, dan orang tua. Dengan demikian, setiap hari di sekolah dapat menjadi ruang pertumbuhan, di mana tantangan berubah menjadi kesempatan dan hubungan menjadi kekuatan.
Keberhasilan belajar bukan hal yang sempurna, tetapi konsisten. Sedikit demi sedikit, menjadi luar biasa
Sangat sangat inspiratif. Terima kasih Bapak 🙏🙏🙏👍👍👍👍💪💪💪💪
Pada akhirnya, hidup memang adalah sekolah terbesar, dan setiap orang yang kita temui adalah guru kehidupan.
Ya ampun, pak Ardan keren banget 😱
Luar biasa sangat menginspirasi demi kemajuan SMKN 10 Semarang
Alhamdulillah, terima kasih Pak Ardan telah menjadi motivator yang baik 🙏
“Jangan pernah menyalahkan siapa pun dalam hidupmu. Orang baik memberimu kebahagiaan. Orang jahat memberimu pengalaman. Orang terburuk memberimu pelajaran. Dan orang terbaik memberimu kenangan.”
Sesuai hukum karmanya.
Inspirasi yang memotivasi
Alhamdulillah. Semoga kebaikan dan keberhasilan utk SMKN 10 Semarang.
Alhamdulillah mantaps
Semoga bermanfaat bagi guru² dalam mendidik & mengajar
Jangan pernah menyalahkan siapa pun dalam hidupmu. Orang baik memberimu kebahagiaan. Orang jahat memberimu pengalaman. Orang terburuk memberimu pelajaran. Dan orang terbaik memberimu kenangan.
Sebagai Pengingat untuk dirisendiri
Setiap kehidupan ada pilihannya…
Life is a choice…so choose the best for us,
Apa yg kita tanam itulah yang akan kita tuai…
So, always behave a good person,
Dan marilah kita terus bertumbuh menjadi pribadi yg baik.
Memberikan inspirasi yang baik dan bagus. Luar biasa..
Kebiasaan Positif yang Konsisten Ziglar mengingatkan bahwa perubahan besar dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus. Sekolah bisa menumbuhkan budaya disiplin, membaca, refleksi, dan kerja sama.
filosofi Zig Ziglar dalam konteks penerapannya di sekolah setiap warga sekolah termasuk didalamnya kepala sekolah dan pendidik bisa mengelola emosi, memimpin dari tempat tanggung jawab, dan membangun komunitas sekolah yang sehat dan inspiratif
Alhamdulillah..
Sekolah bisa menumbuhkan budaya disiplin, membaca, refleksi, dan kerja sama…
Ayo SMKN 10 Semarang bisaaa…
Sukses selalu dan menginspirasi Bapak
Inovatif dan inspiratif, mantab
Mantappp,Terimakasih
Banyak pesan Ziglar yang dapat di jadikan panduan motivasi di tengah komunitas baik di dunia pendidikan dan komunitas lainya.
Terimakasih ilmu nya pak Ardan , kita harus bisa berinteraksi dan menempatkan diri dimanapun berada , bergaul dg siapa saja .karena mereka akan memberikan pengalaman, ilmu agar kita bisa bertumbuh .
Filosofi Zig Ziglar sebagai kompas moral, setiap tantangan menjadi kesempatan, setiap hubungan menjadi kekuatan, dan setiap hari menjadi ruang untuk bertumbuh menjadi pemimpin yang lebih baik. Terima kasih Pak Ardan sudah berbagi ilmu. Semoga pembaca bisa menjadi pemimpin yang baik.
Luar biasa, nasehat yang sangat bijak dan menginspirasi. Sukses
Luar biasa 👍👍
Alhamdulillah, Luar biasa sangat menginspirasi demi kemajuan SMKN 10 Semarang..
Kebiasaan Positif yang Konsisten Ziglar mengingatkan bahwa perubahan besar dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus. Sekolah bisa menumbuhkan budaya disiplin, membaca, refleksi, dan kerja sama.
Luar biasa, sangat menginspirasi untuk kemajuan SmK N 10 Semarang, sukses selalu.
Kesimpulan saya setelah membaca artikel di atas, jadilah BIJAKSANA.
Memandang apa saja dalam hidup dengan kaca mata positif.
MasyaAlloh 👍👍👍
Mengingatkan dalam kontek pendidikan bahwa guru bukan hanya penyampai materi, tetapi juga pembangun harapan dan kepercayaan diri siswa.
Interaksi di dunia pendidikan membawa kebahagiaan hingga tantangan tersendir. Filosofi Zig Ziglar mengajarkan bahwa setiap orang memberi nilai: kebahagiaan, pengalaman, pelajaran, atau kenangan.
Semoga kita bahagia selalu..
Mantab…
setiap orang yang hadir dalam hidup membawa makna berbeda yang membentuk diri kita, baik melalui kebahagiaan maupun luka yang menjadi pelajaran. Alih-alih menyalahkan, kita diajak melihat pengalaman hidup sebagai proses pertumbuhan yang memperkaya hati dan kedewasaan.
Alhamdulillah sangat menginspirasi.. 👍🙏
Alhamdulillah sangat menginspirasi
Prinsip filosofi zig-zag adalahmemberikan penilaian ygmembahagiakan, sehingga ada kenangan tersendiri bagi peserta didik terhadapgurunya yg akan dibawa sepanjang hidupnya
.. 👍🙏❤️
Beri Komentar