Info Sekolah
Senin, 02 Feb 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang menjadi Terbaik I Kelembagaan dengan Prestasi Terbanyak Jenjang SMK Cabdin I

Implementasi Model Jigsaw untuk Mengembangkan Pemahaman Diksi dalam Pembelajaran Puisi Siswa Kelas X SMKN 10 Semarang

Diterbitkan :

Dalam dunia sastra, puisi menjadi salah satu bentuk karya yang paling kaya akan makna. Keindahan dan kekuatan puisi terletak pada pemilihan kata atau diksi yang tepat. Diksi mencakup berbagai unsur seperti majas, pengimajian, kata konkret, dan kata konotatif yang mampu membangun suasana dan menyampaikan pesan secara mendalam. Namun, kenyataannya, banyak siswa yang kesulitan memahami makna kata dalam puisi secara kontekstual karena pendekatan pembelajaran yang masih berpusat pada guru.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pembelajaran di kelas X RPL 3 SMKN 10 Semarang menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Model ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk aktif belajar melalui pembagian peran. Setiap siswa menjadi “ahli” dalam satu unsur diksi, lalu kembali ke kelompok asal untuk saling mengajarkan bagian yang telah mereka kuasai. Proses ini memicu diskusi antar siswa dan meningkatkan pemahaman materi secara kolektif.

Hasil implementasi menunjukkan bahwa siswa lebih terlibat secara aktif dalam pembelajaran. Mereka tidak hanya membaca puisi, tetapi juga menganalisis dan menafsirkan makna kata-kata dengan lebih kritis. Misalnya, siswa yang sebelumnya kesulitan membedakan antara majas dan pengimajian, kini mampu menjelaskan perbedaannya dengan contoh dari puisi yang dibahas. Aktivitas presentasi dalam kelompok juga melatih kemampuan komunikasi dan kepercayaan diri mereka.

Selain itu, pembelajaran dengan model Jigsaw membuat suasana kelas menjadi lebih hidup. Siswa merasa bertanggung jawab atas bagian materi yang harus mereka pahami dan sampaikan. Tidak ada lagi siswa yang pasif karena setiap orang memiliki peran penting dalam keberhasilan kelompok. Kolaborasi ini menciptakan rasa saling menghargai dan memperkuat pemahaman diksi secara menyeluruh.

Keberhasilan pendekatan ini tidak hanya terlihat dari peningkatan nilai evaluasi siswa, tetapi juga dari perubahan sikap mereka terhadap puisi. Jika sebelumnya puisi dianggap sulit dan membosankan, kini menjadi materi yang menarik dan menantang. Pembelajaran tidak lagi hanya mengejar aspek kognitif, tetapi juga membentuk keterampilan sosial dan sikap positif terhadap sastra.

Model Jigsaw terbukti menjadi solusi efektif untuk mengatasi kesulitan siswa dalam memahami diksi puisi. Dengan pendekatan ini, guru tidak lagi menjadi satu-satunya sumber informasi, tetapi siswa saling membangun pemahaman melalui diskusi dan interaksi. Diharapkan metode ini dapat menjadi inspirasi bagi guru lain dalam menciptakan pembelajaran yang aktif, menyenangkan, dan bermakna.

“Ciptakan Inovasi, Tebarkan Manfaat”

“SMK Negeri 10 Semarang, dari Semarang untuk Indonesia”

Penulis: Nihayatul Karimah, S.Pd., Mahasiswa PPL PPG Unissula

Penyunting: Tim Humas dan Literasi

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar