Info Sekolah
Minggu, 26 Apr 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 1447 H

Audiensi Kedutaan Inggris dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah

Diterbitkan : - Kategori : Berita

SEMARANG-Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menggelar pertemuan bilateral dengan Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Dominic Jermey, di Hotel Bidakara Jakarta pada Selasa (29/7/2025). Pertemuan tersebut bertujuan memperkuat hubungan kerja sama antara Jawa Tengah dengan Inggris di berbagai bidang strategis, mulai dari investasi, energi baru terbarukan, keamanan siber, pertanian, hingga pendidikan.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat, kedua pihak membahas sejumlah agenda prioritas. Dubes Inggris, Dominic Jermey, menekankan pentingnya kolaborasi yang nyata antara pemerintah daerah dengan mitra internasional. “Inggris melihat Jawa Tengah sebagai mitra yang potensial, terutama dalam isu-isu global seperti pengelolaan sampah, transisi energi, dan ketahanan pangan. Kami ingin membawa pengalaman dan teknologi Inggris untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di Jawa Tengah,” ujarnya.

Salah satu topik yang mencuri perhatian adalah peluang investasi pengolahan sampah. Menurut Gubernur Ahmad Luthfi, pengelolaan sampah menjadi tantangan besar bagi daerah, dan investasi asing dapat menjadi solusi inovatif. “Kami menyambut baik tawaran kerja sama dari Inggris, khususnya dalam pengolahan sampah dan energi baru terbarukan. Jawa Tengah berkomitmen untuk terus mencari terobosan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan,” kata Luthfi.

Selain itu, isu keamanan siber juga menjadi perhatian serius. Mengingat perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, Jawa Tengah ingin memperkuat sistem keamanan informasi, baik di pemerintahan maupun sektor industri. Dalam kesempatan tersebut, Dubes Inggris menawarkan dukungan melalui pelatihan dan transfer teknologi.

Pertemuan ini juga menyinggung kerja sama di bidang pendidikan dan pelatihan, termasuk pengembangan keterampilan tenaga kerja. Gubernur Ahmad Luthfi menilai pendidikan vokasi perlu terus diperkuat agar lulusan SMK di Jawa Tengah mampu bersaing di pasar kerja global. “Kerja sama dalam bidang pendidikan akan membantu kami menyiapkan sumber daya manusia yang terampil, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” jelasnya.

Pertemuan bilateral ini menjadi bagian dari strategi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menjaring investasi asing sekaligus memperoleh transfer teknologi. “Tujuan kami adalah menghadirkan kemitraan yang konkret dan saling menguntungkan. Jawa Tengah memiliki potensi besar, dan kami ingin memastikan potensi ini dapat dikelola dengan dukungan mitra internasional,” tambah Luthfi.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Kedutaan Besar Inggris menggelar audiensi di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah pada Rabu (20/8/2025). Acara yang berlangsung di ruang sidang Gedung A lantai II itu menghadirkan perwakilan Kedutaan Besar Inggris, Melisa, serta sejumlah pejabat terkait, di antaranya Kepala Biro Pemerintahan, Otonomi Daerah dan Kerja Sama Setda Jateng, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I, serta perwakilan MKPS dan MKKS SMK Kota Semarang.

Audiensi dibuka oleh Kepala Bidang Program Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah, Roberto. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa tawaran kerja sama ini harus mampu meningkatkan kualitas pendidikan. “Kami berharap program kerja sama dengan Inggris dapat memberi manfaat nyata, khususnya dalam peningkatan mutu pendidikan vokasi di Jawa Tengah,” ucap Roberto.

Sementara itu, Melisa dari Kedutaan Besar Inggris menjelaskan secara khusus mengenai konsep TVET (Technical and Vocational Education and Training). Ia menyebut bahwa TVET merupakan sistem pendidikan yang berfokus pada keterampilan praktis, teknis, dan kejuruan sesuai kebutuhan industri. “TVET adalah kunci untuk menyiapkan tenaga kerja yang kompeten, mengurangi pengangguran, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Inggris berkomitmen mendukung Indonesia, termasuk Jawa Tengah, dalam memperkuat sektor ini,” jelas Melisa.

Ia juga menambahkan bahwa Kedutaan Besar Inggris bersama British Council telah mengembangkan berbagai program untuk mendukung TVET, mulai dari pelatihan instruktur, kemitraan dengan industri, hingga beasiswa pertukaran. “Kami percaya pendidikan vokasi yang kuat akan menjadi fondasi bagi pembangunan ekonomi daerah,” tegasnya.

Audiensi ini kemudian dilanjutkan dengan diskusi mengenai peluang kerja sama konkret, terutama dalam bidang energi terbarukan, pertanian berkelanjutan, dan keterampilan digital. Sejumlah kepala sekolah SMK yang hadir menyampaikan harapan agar kolaborasi dengan Inggris bisa membuka akses magang internasional serta pembaruan kurikulum berbasis kebutuhan industri global.

Pertemuan di Jakarta dan audiensi lanjutan di Semarang tersebut menjadi penanda keseriusan Jawa Tengah untuk terus memperluas jejaring internasional. Dengan dukungan Inggris, diharapkan Jawa Tengah mampu melahirkan generasi muda yang terampil, siap kerja, serta mampu membawa provinsi ini menuju daya saing global.

Penulis : Ardan Sirodjuddin, M.Pd, Kepala SMK Negeri 10 Semarang

Artikel ini memiliki

3 Komentar

Elmina
Kamis, 21 Agu 2025

Bahasa Inggris pemersatu bangsa…salah satu bahasa yg wajib dikuasai

Balas
Aprilia Dwi Asriani
Kamis, 21 Agu 2025

Bahasa Inggris bukan sekadar pelajaran, tetapi kunci untuk berkomunikasi, berkreasi, dan berprestasi

Balas
Helmi Yuhdana H., S.Pd., M.M.
Kamis, 21 Agu 2025

Mantaaabbb’s . . .

Balas

Beri Komentar