JAKARTA — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus secara resmi meluncurkan program “Apresiasi Karya Vokasi untuk Negeri” tahun 2025. Program ini menjadi panggung penghargaan bagi insan pendidikan vokasi dan pendidikan layanan khusus yang selama ini telah menunjukkan kontribusi nyata melalui karya, inovasi, dan praktik baik di berbagai satuan pendidikan di Indonesia.
Program yang mulai dibuka sejak 24 Mei hingga 20 Juni 2025 ini ditujukan kepada peserta didik, guru, tenaga kependidikan, tutor, instruktur, pamong belajar, serta kepala atau pengawas satuan pendidikan dari SMK, SLB, LKP, SKB, dan PKBM. Para peserta diminta mengunggah karya mereka, baik dalam bentuk foto maupun video pendek, ke akun Instagram pribadi yang tidak dikunci, lengkap dengan takarir (caption) dan tagar #KaryaVokasiuntukNegeri serta #PendidikanBermutuuntukSemua.
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus, Tatang Muttaqin, menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata dari komitmen pemerintah untuk memberikan ruang ekspresi dan apresiasi terhadap dedikasi para pelaku pendidikan vokasi. “Karya-karya mereka bukan sekadar produk pembelajaran, tetapi juga refleksi dari nilai, harapan, dan masa depan Indonesia,” ujar Tatang dalam sambutan peluncuran di Jakarta, Jumat (24/5).
Menurutnya, pendidikan vokasi mengusung semangat learning by doing dan menekankan pentingnya pembelajaran kontekstual yang mampu menyentuh realitas di masyarakat. “Dalam semangat leave no one behind, kami ingin memastikan bahwa setiap individu memiliki ruang untuk bersuara, berkarya, dan berkontribusi bagi negeri,” tegasnya.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, melainkan juga menjadi dokumentasi kolektif atas gerakan perubahan di sektor pendidikan. Peserta diberi keleluasaan mengangkat tema yang beragam, mulai dari praktik pembelajaran, inovasi kepemimpinan, wirausaha, pengabdian masyarakat, hingga penerapan teknologi dalam pembelajaran.
Kriteria penilaian dibagi menjadi tiga aspek utama: substansi karya (50%), inspirasi yang ditimbulkan (30%), dan kreativitas penyampaian (20%). Juri juga akan menilai dari sisi orisinalitas ide, dampak sosial, dan relevansi terhadap tema yang diangkat. Seluruh karya harus bersifat orisinal, bukan hasil rekayasa atau buatan kecerdasan buatan, serta belum pernah memenangkan lomba serupa.
Panitia menekankan bahwa seluruh unggahan peserta harus menjadi inspirasi bersama, bukan hanya dokumentasi pribadi. “Kami ingin menjaga integritas karya yang ditampilkan sebagai representasi praktik baik dari dunia vokasi,” kata Yuli Andriyani, salah satu panitia pelaksana.
Program ini juga mendapat sambutan hangat dari berbagai pihak, salah satunya dari Kepala SMK Negeri 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin. Ia menyatakan bahwa pihaknya siap berpartisipasi secara aktif dalam lomba ini. “Kepala sekolah dan guru sudah mempersiapkan konten lomba dengan serius. Semoga kami mampu memberikan yang terbaik untuk sekolah,” ungkap Ardan saat dihubungi di ruang kerjanya.
Salah satu peserta dari SMK Negeri 10 Semarang, Agung Nuril Hijaz juga mengapresiasi kegiatan program ini. “Kegiatan ini membuat kami merasa dihargai. Saya jadi termotivasi membagikan metode ajar inklusif yang selama ini saya terapkan di kelas,” ujarnya.
Proses seleksi akan dilakukan melalui tahap kurasi administrasi, penilaian oleh tim kurator, dan penjurian akhir. Sebanyak 40 karya terbaik akan diumumkan pada 1 Juli 2025 dan masing-masing akan mendapatkan apresiasi berupa total hadiah senilai Rp130 juta. Penyerahan penghargaan dijadwalkan berlangsung pada 6 hingga 20 Juli 2025.
Selain sebagai ajang penghargaan, Tatang Muttaqin berharap program ini mampu mendorong efek domino di kalangan pelaku pendidikan vokasi. “Satu karya yang menginspirasi bisa memicu lahirnya karya-karya lain di berbagai penjuru Indonesia,” ucapnya.
Melalui kampanye Vokasi Bersuara Lewat Karya, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua, pemerintah berharap program ini memperkuat kolaborasi antarinsan pendidikan, memperluas dampak positif, dan menghidupkan kembali semangat gotong royong di tengah tantangan pendidikan zaman kini.
Informasi lebih lanjut mengenai ketentuan teknis dan pendaftaran dapat diakses melalui laman resmi: s.id/daftar_karyavokasiuntuknegeri.
Penulis : Muhammad Yunan Setyawan, Guru Produktif Pengelasan dan Fabrikasi Logam SMK Negeri 10 Semarang.

Beri Komentar