Info Sekolah
Minggu, 01 Feb 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang menjadi Terbaik I Kelembagaan dengan Prestasi Terbanyak Jenjang SMK Cabdin I

Menyelami Cara Otak Belajar Dengan Asimilasi dan Akomodasi sebagai Kunci Pembelajaran Bermakna

Diterbitkan :

Memahami bagaimana otak mempelajari hal baru merupakan fondasi penting dalam dunia pendidikan. Guru tidak hanya dituntut menguasai materi, tetapi juga memahami proses mental yang terjadi ketika murid menerima, mengolah, dan menyimpan pengetahuan. Tanpa pemahaman ini, pembelajaran berisiko berhenti pada hafalan jangka pendek yang mudah hilang. Ketika guru memahami cara kerja otak, proses belajar dapat dirancang lebih manusiawi, relevan, dan bermakna. Salah satu cara paling sederhana untuk menggambarkan cara otak bekerja adalah dengan menganalogikannya sebagai sebuah kotak penyimpanan besar yang di dalamnya terdapat banyak folder. Folder-folder ini berisi pengalaman, pengetahuan, dan pemahaman yang telah dimiliki sebelumnya. Setiap kali seseorang belajar hal baru, otak akan mencoba mencari folder yang paling sesuai untuk menyimpan informasi tersebut. Jean Piaget, seorang tokoh penting dalam psikologi perkembangan, menjelaskan bahwa proses ini berlangsung melalui dua mekanisme utama, yaitu asimilasi dan akomodasi.

Dalam kerangka berpikir Piaget, folder-folder dalam pikiran tersebut disebut sebagai skema. Skema adalah struktur mental yang berfungsi menampung dan mengorganisasi pengalaman. Sejak kecil, manusia secara alami membangun skema dari interaksi dengan lingkungan sekitarnya. Skema ini membantu individu memahami dunia dengan lebih cepat karena pengalaman baru tidak selalu diproses dari nol. Ketika seseorang menghadapi informasi baru, otak akan terlebih dahulu mencoba mengaitkannya dengan skema yang sudah ada. Jika informasi tersebut cocok dan dapat dipahami tanpa mengubah struktur skema, maka terjadilah asimilasi. Namun, jika informasi baru tidak sesuai dan menimbulkan kebingungan, maka skema lama perlu diubah atau ditambah, dan proses inilah yang disebut akomodasi. Dengan demikian, belajar bukanlah sekadar menambahkan isi, melainkan juga menata ulang struktur pemahaman.

Asimilasi dapat dipahami sebagai proses β€œpas-pasin aja”. Dalam mekanisme ini, pengalaman baru dimasukkan ke dalam skema lama yang sudah sesuai. Proses ini relatif mudah dan nyaman karena tidak menuntut perubahan cara berpikir yang mendasar. Otak bekerja efisien dengan memanfaatkan struktur yang telah ada. Contoh sederhana dapat dilihat pada anak kecil yang memiliki skema bahwa benda adalah sesuatu yang bisa dipegang. Ketika anak tersebut menemukan mainan baru, ia dengan mudah memasukkannya ke dalam skema β€œbenda yang bisa dipegang” tanpa kesulitan berarti. Dalam konteks pembelajaran, asimilasi membantu siswa memahami konsep awal dengan cepat karena mereka merasa materi tersebut familiar dan dekat dengan pengalaman sehari-hari. Asimilasi penting sebagai pintu masuk pembelajaran karena membangun rasa percaya diri dan mengurangi kecemasan belajar.

Berbeda dengan asimilasi, akomodasi merupakan proses yang lebih menantang. Akomodasi terjadi ketika pengalaman baru tidak dapat dipahami menggunakan skema lama, sehingga struktur mental harus diubah atau bahkan dibuat skema baru. Proses ini menuntut penyesuaian mental yang sering kali tidak nyaman karena memaksa individu melepaskan pemahaman lama yang sudah mapan. Namun, justru melalui akomodasilah pembelajaran yang mendalam dan bermakna terjadi. Sebagai contoh, seorang anak yang awalnya memiliki skema bahwa semua benda bisa dipegang akan mengalami kebingungan ketika menyentuh api dan merasakan panas. Dari pengalaman ini, anak tersebut perlu mengakomodasi skemanya menjadi pemahaman baru bahwa tidak semua benda aman untuk dipegang sembarangan. Dalam pendidikan formal, akomodasi sering kali muncul ketika siswa dihadapkan pada konsep ilmiah yang bertentangan dengan intuisi atau pengalaman sehari-hari.

Konsep asimilasi dan akomodasi menjadi sangat relevan ketika diterapkan dalam pembelajaran di tingkat SMA dan SMK. Pada mata pelajaran Fisika, misalnya, Hukum Newton tentang gerak sering kali menjadi tantangan bagi siswa karena bertentangan dengan pemahaman intuitif mereka. Melalui asimilasi, guru dapat mengaitkan Hukum I Newton dengan pengalaman sehari-hari, seperti ketika mobil berhenti mendadak dan tubuh penumpang terdorong ke depan. Pengalaman ini membantu siswa memasukkan konsep kelembaman ke dalam skema yang sudah mereka miliki tentang gerak. Namun, pada tahap berikutnya, akomodasi diperlukan ketika siswa harus merevisi skema lama bahwa β€œbenda bergerak karena gaya terus-menerus”. Mereka perlu membangun pemahaman baru bahwa gaya sebenarnya diperlukan untuk mengubah keadaan gerak, bukan untuk mempertahankannya. Proses ini sering memunculkan kebingungan awal, tetapi justru di situlah pembelajaran yang sesungguhnya terjadi.

Dalam mata pelajaran Kimia, khususnya pada topik reaksi kimia dan stoikiometri, mekanisme yang sama juga berlaku. Siswa umumnya telah memiliki skema tentang perubahan materi, seperti es yang mencair atau air yang menguap. Melalui asimilasi, konsep reaksi kimia dapat dimasukkan ke dalam folder β€œperubahan materi” tersebut. Namun, ketika siswa mulai mempelajari konsep massa zat, mol, dan rasio stoikiometri, akomodasi menjadi tak terhindarkan. Skema lama tentang massa sebagai satu-satunya ukuran jumlah zat perlu diubah menjadi pemahaman baru tentang jumlah partikel dan perbandingan reaksi. Akomodasi ini membantu siswa memahami bahwa tidak semua perubahan dapat dijelaskan hanya dengan pengamatan kasat mata, melainkan memerlukan cara pandang ilmiah yang lebih abstrak.

Pada bidang Informatika, konsep asimilasi dan akomodasi juga tampak jelas, terutama dalam pembelajaran pemrograman dasar. Siswa biasanya memiliki skema logika sehari-hari yang sederhana, seperti β€œjika hujan maka membawa payung”. Skema ini memudahkan proses asimilasi ketika siswa pertama kali mempelajari struktur if-else. Namun, tantangan muncul ketika mereka harus memahami konsep alur program yang lebih kompleks, seperti looping dan nested condition. Skema lama tentang urutan statis perlu direvisi menjadi pemahaman baru tentang alur program yang dinamis dan bercabang. Proses akomodasi ini sering memunculkan rasa frustasi, tetapi dengan pendampingan yang tepat, siswa akan mampu membangun struktur pengetahuan yang lebih kuat dan fleksibel.

Bagi guru, pemahaman tentang asimilasi dan akomodasi memberikan panduan praktis dalam merancang pembelajaran. Asimilasi dapat dimanfaatkan untuk membangun pemahaman awal dengan mengaitkan konsep baru pada pengalaman nyata siswa. Sementara itu, akomodasi perlu didorong ketika siswa dihadapkan pada konsep yang menantang atau bertentangan dengan skema lama mereka. Guru dapat menggunakan strategi seperti eksperimen, diskusi, simulasi, atau problem-based learning untuk memicu konflik kognitif yang sehat. Konflik ini bukan untuk membingungkan siswa, melainkan untuk mendorong mereka berpikir ulang dan memperbarui struktur pengetahuannya.

Pada akhirnya, pembelajaran yang selaras dengan prinsip Piaget akan membantu siswa tidak sekadar menghafal, tetapi benar-benar membangun pemahaman yang kokoh dan adaptif. Pengetahuan tidak lagi dipandang sebagai kumpulan fakta yang statis, melainkan sebagai struktur hidup yang terus berkembang seiring pengalaman baru. Dengan memahami cara otak belajar melalui asimilasi dan akomodasi, guru dapat menjalankan perannya bukan hanya sebagai penyampai materi, tetapi sebagai arsitek pengalaman belajar yang menuntun siswa membangun dan memperbarui pengetahuan mereka secara bermakna dan berkelanjutan.

Penulis :Β Ardan Sirodjuddin, M.Pd, Kepala SMK Negeri 10 Semarang

Artikel ini memiliki

56 Komentar

Andhen
Minggu, 4 Jan 2026

Pembelajaran yang selaras dengan prinsip Piaget akan membantu siswa tidak sekadar menghafal, tetapi benar-benar membangun pemahaman yang kokoh dan adaptif.

Balas
Nasi'in Samsul Huda
Minggu, 4 Jan 2026

Asimilasi hampir sama dengan pembelajaran bermakna dengan mengaitkan dengan kehidupan sehari-hari sehingga siswa dapat dengan mudah belajar konsep

Balas
Risanti
Minggu, 4 Jan 2026

Guru itu hebat, karena jadi guru tidak hanya dituntut menguasai materi, menerima informasi bati, mampu menerangkan benda apapun yang dipegang secara berkelanjutan.

Balas
Nindar
Minggu, 4 Jan 2026

sangat inspiratif dan relevan dengan praktik pembelajaran masa kini. Uraian tentang asimilasi dan akomodasi disampaikan jelas, aplikatif, dan membantu guru merancang pembelajaran yang lebih bermakna serta berpihak pada siswa.

Balas
Septiyo Ariyanto
Minggu, 4 Jan 2026

Pemahaman tentang cara kerja otak dalam belajar, khususnya melalui konsep skema, asimilasi, dan akomodasi menurut Jean Piaget, sangat penting bagi guru agar pembelajaran tidak berhenti pada hafalan semata.

Balas
Wildan Sugiharto
Minggu, 4 Jan 2026

Belajar ternyata bukan sekadar proses memasukkan informasi ke dalam ingatan siswa, melainkan sebuah proses aktif di mana otak bekerja mengaitkan pengalaman baru dengan pengetahuan yang telah dimiliki.

Balas
Joko Suwignyo
Minggu, 4 Jan 2026

Berproses pada Panduan praktis dalam merancang pembelajaran untuk guru yang aplikatif πŸ™πŸ™πŸ™

Balas
Mita
Minggu, 4 Jan 2026

Konsep asimilasi dan akomodasi adalah konsep yang sangat baik, dan bagaimana keduanya dapat menjadi kunci untuk pembelajaran yang lebih bermakna.

Balas
Helmi Yuhdana H., S.Pd., M.M.
Minggu, 4 Jan 2026

Mantaaabb’s

Balas
Suwarni
Minggu, 4 Jan 2026

Dengan memahami konsep asimilasi dan akomodasi dalam pembelajaran mengaitkan dalam kehidupan sehari hari sehingga siswa lebih memahami apa yang dipelajari

Balas
Nyaminah,S.Pd
Minggu, 4 Jan 2026

Inspiratif sekali… mantab … mantab πŸ‘πŸ‘πŸ‘

Balas
Royan Kukuh P
Minggu, 4 Jan 2026

Semakin menambah wawasan, luar biasa πŸ‘πŸ»

Balas
Antar
Minggu, 4 Jan 2026

Asimilasi dapat dimanfaatkan untuk membangun pemahaman awal dengan mengaitkan konsep baru pada pengalaman nyata siswa. Sementara itu, akomodasi perlu didorong ketika siswa dihadapkan pada konsep yang menantang atau bertentangan dengan skema lama mereka.

Balas
SUPARMAN, S.Pd
Minggu, 4 Jan 2026

Pembelajaran tidak hanya menghafal tetapi membangun pemahaman yang kokoh dan adaptif, dengan memahami cara kerja otak belajar melalui asimilasi dan akomodasi, menjadi pengalaman belajar menjadi bermakna dan berkelanjutan

Balas
Aprilia Dwi Asriani
Minggu, 4 Jan 2026

Pembelajaran bermakna ketika siswa tidak dipaksa menghafal, tetapi diajak berpikir ulang

Balas
Argun
Minggu, 4 Jan 2026

Ya ampun, keren banget 😱

Balas
Yusuf Trisnawan, S.Pd.
Minggu, 4 Jan 2026

Keren, membangun pemahaman awal dengan mengaitkan konsep baru pada pengalaman nyata siswa

Balas
Lulus Wisnuadi Mulyawan
Minggu, 4 Jan 2026

Asimilasi pembelajaran dengan prinsip piaget dapat membantu siswa siswi untuk cepat memahami dan menghafal secara adaptif sehingga bisa bertumbuh berkembang dengan baik

Balas
Susanti
Minggu, 4 Jan 2026

Dengan pahaman tentang asimilasi dan akomodasi, pengetahuan tidak lagi dipandang sebagai kumpulan fakta yang statis, melainkan sebagai struktur hidup yang terus berkembang seiring pengalaman baru.

Balas
Djoko saputro
Minggu, 4 Jan 2026

Inovatif

Balas
Muslim Anwar
Minggu, 4 Jan 2026

Pembelajaran bermakna dan sangat inspiratif

Balas
Dian Primayanto
Minggu, 4 Jan 2026

Maju terus SMK 10…

Balas
Nur Kholifah
Minggu, 4 Jan 2026

Memahami cara otak belajar melalui asimilasi dan akomodasi, guru dapat menjalankan perannya bukan hanya sebagai penyampai materi

Balas
Mohammad Suparjo
Minggu, 4 Jan 2026

Bagi guru, pemahaman tentang asimilasi dan akomodasi memberikan panduan praktis dalam merancang pembelajaran. Asimilasi dapat dimanfaatkan untuk membangun pemahaman awal dengan mengaitkan konsep baru pada pengalaman nyata siswa.

Balas
Dwi W
Minggu, 4 Jan 2026

Alhamdulillah inspiratif

Balas
Landung Jati Ismoyo
Minggu, 4 Jan 2026

Setuju .sudah seharusnya seperti ini.
semakin hebat & cerdas orang berproses sudah seharusnya menjadi bijak serta lebih ber EMPATI.

Balas
noor achmat
Minggu, 4 Jan 2026

Tambah pengetahuan

Balas
Ferdi
Minggu, 4 Jan 2026

Menginspirasi kami

Balas
Johan
Minggu, 4 Jan 2026

Asimilasi dan akomodasi pada kognitif otak menjadi acuan metode pembelajaran..
literasi yang menginspirasi..

Balas
Agus
Minggu, 4 Jan 2026

Mantab

Balas
Suginah
Minggu, 4 Jan 2026

Luar biasa πŸ‘πŸ‘

Balas
arimurti asmoro
Minggu, 4 Jan 2026

Guru memiliki tanggung jawab untuk mentransfer ilmu pengetahuan dan keterampilan kepada murid hingga menjadi pribadi pembelajar yang kritis dan bereksperimen secara mandiri. Metode asimilasi dan kontribusi menjadi salah satu strategi yang menstimulan murid memiliki proses belajar yang bermakna.
Terima kasih, Pak Ardan.
Tuhan memberkati kita semua. Aamiin.

Balas
Anik
Minggu, 4 Jan 2026

Sangat inspiratif πŸ‘

Balas
Mungki Satya
Minggu, 4 Jan 2026

Sangat relevan dengan tantangan di dalam kelas saat ini. Sebagai pendidik, memahami bahwa siswa perlu mengaitkan informasi baru dengan skema yang ada (asimilasi) atau menyesuaikan konsep lama mereka (akomodasi) adalah kunci untuk menciptakan pembelajaran bermakna. Artikel ini mengingatkan kita bahwa mengajar bukan sekadar transfer data, tapi membantu siswa membangun struktur berpikir yang baru.

Balas
Rodhatin
Minggu, 4 Jan 2026

Inspiratif banget

Balas
Febtiyaningsih
Minggu, 4 Jan 2026

pemahaman tentang asimilasi dan akomodasi menjadi kunci terciptanya pembelajaran yang bermakna, karena membantu peserta didik membangun pengetahuan secara aktif dan berkelanjutan

Balas
Gatot Nurhadi
Minggu, 4 Jan 2026

Pembelajaran yang selaras dengan prinsip Piaget akan membantu siswa tidak sekadar menghafal, tetapi benar-benar membangun pemahaman yang kokoh dan adaptif.

Balas
WILER UPIK
Minggu, 4 Jan 2026

Konsep asimilasi dan akomodasi pada kognitif otak menjadi acuan metode atau strategi pembelajaran..

Balas
Suhermawan, S.Pd.
Minggu, 4 Jan 2026

Kesimpulan bagi saya, memberikan pembelajaran pada murid harus disertai relevansi dengan kehidupan sehari-hari. Dengan dihubungkan begitu, murid akan terpancing mengaitkan dengan kebutuhan dalam kehidupan nyata apa yang dipelajari, bahkan saat di luar sekolah pun, bisa jadi murid akan ingat dan langsung menerapkan/mempraktekkan ilmu yang diperoleh di sekolah.
Tantangan bagi guru, untuk bisa selalu menyajikan hal/kejadian nyata dalam kehidupan dan murid dipacu untuk berpikir solusi dari ilmu yang dipelajari.

Balas
RIZKY TEGUH PRASTYA
Minggu, 4 Jan 2026

mantap luar biasa

Balas
Kholifah Martha
Minggu, 4 Jan 2026

Menginspirasi

Balas
Beny Legowo, S.Sos.I, S.Pd
Minggu, 4 Jan 2026

Dapat kita terapkan dalam mengembangkan potensi anak didik kita

Balas
Digna Palupi
Minggu, 4 Jan 2026

Pemahaman tentang asimilasi dan akomodasi memberikan panduan praktis dalam merancang pembelajaran. Asimilasi dapat dimanfaatkan untuk membangun pemahaman awal dengan mengaitkan konsep baru pada pengalaman nyata siswa. Terima kasih Pak Ardan sudah berbagi ilmu.πŸ™

Balas
Andi Tri Cahyono
Minggu, 4 Jan 2026

Sangat bermanfaat untuk mengembangkan pembelajaran pada siswa

Balas
Andi Tri Cahyono
Minggu, 4 Jan 2026

Sangat bermanfaat untuk mengembangkan pembelajaran pada siswa ,

Balas
Dwi Palupi Widyasari, S.Pd, M.Si
Minggu, 4 Jan 2026

Luar biasa ..mantap….

Balas
Af'idatin
Minggu, 4 Jan 2026

Luar biasa bermanfaat

Balas
Irastuti
Minggu, 4 Jan 2026

‘Asimilasi dapat dimanfaatkan untuk membangun pemahaman awal dengan mengaitkan konsep baru pada pengalaman nyata siswa’…mirip dgn pembelajaran kokurikuler
So it’s an inspiring one to teach the students to get more understand able at the lessonπŸ‘

Balas
Ari wijaya
Minggu, 4 Jan 2026

Hebat bener

Balas
Hesti S
Minggu, 4 Jan 2026

Siswa mampu mengaitkan pengalaman dan pengetahuan awal yang dimiliki sekaligus menyesuaikan cara berpikirnya ketika menemukan konsep baru sungguh luar biasa. Karena ini mencerminkan pembelajaran yang aktif, adaptif, dan mendorong perkembangan kognitif siswa secara optimal.

Balas
Yati
Minggu, 4 Jan 2026

MasyaAlloh

Balas
SYAYAROH
Minggu, 4 Jan 2026

Asimilasi penting sebagai pintu masuk pembelajaran karena membangun rasa percaya diri dan mengurangi kecemasan belajar.

Balas
Dra.Warni
Minggu, 4 Jan 2026

Seorang guru tdk hanya menguasai materi namun harus bisa memahami proses mental yg terjadi pada murid, menerima,mengolah,dan.menyimpan pengetahuan.

Balas
Eni Supriyati
Minggu, 4 Jan 2026

Tambah ilmu. Semoga berkah dan bermanfaat.aamiin

Balas
Miftakhurrofi'i
Minggu, 4 Jan 2026

Sangat terinspirasi..
Luar biasa…
SMK N 10 Semarang makin hebat..

Balas
Anton Gunawan, S.Pd.
Senin, 5 Jan 2026

istimewa…
tambah ilmu

Balas

Beri Komentar