Memahami bagaimana otak mempelajari hal baru merupakan fondasi penting dalam dunia pendidikan. Guru tidak hanya dituntut menguasai materi, tetapi juga memahami proses mental yang terjadi ketika murid menerima, mengolah, dan menyimpan pengetahuan. Tanpa pemahaman ini, pembelajaran berisiko berhenti pada hafalan jangka pendek yang mudah hilang. Ketika guru memahami cara kerja otak, proses belajar dapat dirancang lebih manusiawi, relevan, dan bermakna. Salah satu cara paling sederhana untuk menggambarkan cara otak bekerja adalah dengan menganalogikannya sebagai sebuah kotak penyimpanan besar yang di dalamnya terdapat banyak folder. Folder-folder ini berisi pengalaman, pengetahuan, dan pemahaman yang telah dimiliki sebelumnya. Setiap kali seseorang belajar hal baru, otak akan mencoba mencari folder yang paling sesuai untuk menyimpan informasi tersebut. Jean Piaget, seorang tokoh penting dalam psikologi perkembangan, menjelaskan bahwa proses ini berlangsung melalui dua mekanisme utama, yaitu asimilasi dan akomodasi.
Dalam kerangka berpikir Piaget, folder-folder dalam pikiran tersebut disebut sebagai skema. Skema adalah struktur mental yang berfungsi menampung dan mengorganisasi pengalaman. Sejak kecil, manusia secara alami membangun skema dari interaksi dengan lingkungan sekitarnya. Skema ini membantu individu memahami dunia dengan lebih cepat karena pengalaman baru tidak selalu diproses dari nol. Ketika seseorang menghadapi informasi baru, otak akan terlebih dahulu mencoba mengaitkannya dengan skema yang sudah ada. Jika informasi tersebut cocok dan dapat dipahami tanpa mengubah struktur skema, maka terjadilah asimilasi. Namun, jika informasi baru tidak sesuai dan menimbulkan kebingungan, maka skema lama perlu diubah atau ditambah, dan proses inilah yang disebut akomodasi. Dengan demikian, belajar bukanlah sekadar menambahkan isi, melainkan juga menata ulang struktur pemahaman.
Asimilasi dapat dipahami sebagai proses βpas-pasin ajaβ. Dalam mekanisme ini, pengalaman baru dimasukkan ke dalam skema lama yang sudah sesuai. Proses ini relatif mudah dan nyaman karena tidak menuntut perubahan cara berpikir yang mendasar. Otak bekerja efisien dengan memanfaatkan struktur yang telah ada. Contoh sederhana dapat dilihat pada anak kecil yang memiliki skema bahwa benda adalah sesuatu yang bisa dipegang. Ketika anak tersebut menemukan mainan baru, ia dengan mudah memasukkannya ke dalam skema βbenda yang bisa dipegangβ tanpa kesulitan berarti. Dalam konteks pembelajaran, asimilasi membantu siswa memahami konsep awal dengan cepat karena mereka merasa materi tersebut familiar dan dekat dengan pengalaman sehari-hari. Asimilasi penting sebagai pintu masuk pembelajaran karena membangun rasa percaya diri dan mengurangi kecemasan belajar.
Berbeda dengan asimilasi, akomodasi merupakan proses yang lebih menantang. Akomodasi terjadi ketika pengalaman baru tidak dapat dipahami menggunakan skema lama, sehingga struktur mental harus diubah atau bahkan dibuat skema baru. Proses ini menuntut penyesuaian mental yang sering kali tidak nyaman karena memaksa individu melepaskan pemahaman lama yang sudah mapan. Namun, justru melalui akomodasilah pembelajaran yang mendalam dan bermakna terjadi. Sebagai contoh, seorang anak yang awalnya memiliki skema bahwa semua benda bisa dipegang akan mengalami kebingungan ketika menyentuh api dan merasakan panas. Dari pengalaman ini, anak tersebut perlu mengakomodasi skemanya menjadi pemahaman baru bahwa tidak semua benda aman untuk dipegang sembarangan. Dalam pendidikan formal, akomodasi sering kali muncul ketika siswa dihadapkan pada konsep ilmiah yang bertentangan dengan intuisi atau pengalaman sehari-hari.
Konsep asimilasi dan akomodasi menjadi sangat relevan ketika diterapkan dalam pembelajaran di tingkat SMA dan SMK. Pada mata pelajaran Fisika, misalnya, Hukum Newton tentang gerak sering kali menjadi tantangan bagi siswa karena bertentangan dengan pemahaman intuitif mereka. Melalui asimilasi, guru dapat mengaitkan Hukum I Newton dengan pengalaman sehari-hari, seperti ketika mobil berhenti mendadak dan tubuh penumpang terdorong ke depan. Pengalaman ini membantu siswa memasukkan konsep kelembaman ke dalam skema yang sudah mereka miliki tentang gerak. Namun, pada tahap berikutnya, akomodasi diperlukan ketika siswa harus merevisi skema lama bahwa βbenda bergerak karena gaya terus-menerusβ. Mereka perlu membangun pemahaman baru bahwa gaya sebenarnya diperlukan untuk mengubah keadaan gerak, bukan untuk mempertahankannya. Proses ini sering memunculkan kebingungan awal, tetapi justru di situlah pembelajaran yang sesungguhnya terjadi.
Dalam mata pelajaran Kimia, khususnya pada topik reaksi kimia dan stoikiometri, mekanisme yang sama juga berlaku. Siswa umumnya telah memiliki skema tentang perubahan materi, seperti es yang mencair atau air yang menguap. Melalui asimilasi, konsep reaksi kimia dapat dimasukkan ke dalam folder βperubahan materiβ tersebut. Namun, ketika siswa mulai mempelajari konsep massa zat, mol, dan rasio stoikiometri, akomodasi menjadi tak terhindarkan. Skema lama tentang massa sebagai satu-satunya ukuran jumlah zat perlu diubah menjadi pemahaman baru tentang jumlah partikel dan perbandingan reaksi. Akomodasi ini membantu siswa memahami bahwa tidak semua perubahan dapat dijelaskan hanya dengan pengamatan kasat mata, melainkan memerlukan cara pandang ilmiah yang lebih abstrak.
Pada bidang Informatika, konsep asimilasi dan akomodasi juga tampak jelas, terutama dalam pembelajaran pemrograman dasar. Siswa biasanya memiliki skema logika sehari-hari yang sederhana, seperti βjika hujan maka membawa payungβ. Skema ini memudahkan proses asimilasi ketika siswa pertama kali mempelajari struktur if-else. Namun, tantangan muncul ketika mereka harus memahami konsep alur program yang lebih kompleks, seperti looping dan nested condition. Skema lama tentang urutan statis perlu direvisi menjadi pemahaman baru tentang alur program yang dinamis dan bercabang. Proses akomodasi ini sering memunculkan rasa frustasi, tetapi dengan pendampingan yang tepat, siswa akan mampu membangun struktur pengetahuan yang lebih kuat dan fleksibel.
Bagi guru, pemahaman tentang asimilasi dan akomodasi memberikan panduan praktis dalam merancang pembelajaran. Asimilasi dapat dimanfaatkan untuk membangun pemahaman awal dengan mengaitkan konsep baru pada pengalaman nyata siswa. Sementara itu, akomodasi perlu didorong ketika siswa dihadapkan pada konsep yang menantang atau bertentangan dengan skema lama mereka. Guru dapat menggunakan strategi seperti eksperimen, diskusi, simulasi, atau problem-based learning untuk memicu konflik kognitif yang sehat. Konflik ini bukan untuk membingungkan siswa, melainkan untuk mendorong mereka berpikir ulang dan memperbarui struktur pengetahuannya.
Pada akhirnya, pembelajaran yang selaras dengan prinsip Piaget akan membantu siswa tidak sekadar menghafal, tetapi benar-benar membangun pemahaman yang kokoh dan adaptif. Pengetahuan tidak lagi dipandang sebagai kumpulan fakta yang statis, melainkan sebagai struktur hidup yang terus berkembang seiring pengalaman baru. Dengan memahami cara otak belajar melalui asimilasi dan akomodasi, guru dapat menjalankan perannya bukan hanya sebagai penyampai materi, tetapi sebagai arsitek pengalaman belajar yang menuntun siswa membangun dan memperbarui pengetahuan mereka secara bermakna dan berkelanjutan.
Penulis :Β Ardan Sirodjuddin, M.Pd, Kepala SMK Negeri 10 Semarang

Pembelajaran yang selaras dengan prinsip Piaget akan membantu siswa tidak sekadar menghafal, tetapi benar-benar membangun pemahaman yang kokoh dan adaptif.
Asimilasi hampir sama dengan pembelajaran bermakna dengan mengaitkan dengan kehidupan sehari-hari sehingga siswa dapat dengan mudah belajar konsep
Guru itu hebat, karena jadi guru tidak hanya dituntut menguasai materi, menerima informasi bati, mampu menerangkan benda apapun yang dipegang secara berkelanjutan.
sangat inspiratif dan relevan dengan praktik pembelajaran masa kini. Uraian tentang asimilasi dan akomodasi disampaikan jelas, aplikatif, dan membantu guru merancang pembelajaran yang lebih bermakna serta berpihak pada siswa.
Pemahaman tentang cara kerja otak dalam belajar, khususnya melalui konsep skema, asimilasi, dan akomodasi menurut Jean Piaget, sangat penting bagi guru agar pembelajaran tidak berhenti pada hafalan semata.
Belajar ternyata bukan sekadar proses memasukkan informasi ke dalam ingatan siswa, melainkan sebuah proses aktif di mana otak bekerja mengaitkan pengalaman baru dengan pengetahuan yang telah dimiliki.
Berproses pada Panduan praktis dalam merancang pembelajaran untuk guru yang aplikatif πππ
Konsep asimilasi dan akomodasi adalah konsep yang sangat baik, dan bagaimana keduanya dapat menjadi kunci untuk pembelajaran yang lebih bermakna.
Mantaaabb’s
Dengan memahami konsep asimilasi dan akomodasi dalam pembelajaran mengaitkan dalam kehidupan sehari hari sehingga siswa lebih memahami apa yang dipelajari
Inspiratif sekali… mantab … mantab πππ
Semakin menambah wawasan, luar biasa ππ»
Asimilasi dapat dimanfaatkan untuk membangun pemahaman awal dengan mengaitkan konsep baru pada pengalaman nyata siswa. Sementara itu, akomodasi perlu didorong ketika siswa dihadapkan pada konsep yang menantang atau bertentangan dengan skema lama mereka.
Pembelajaran tidak hanya menghafal tetapi membangun pemahaman yang kokoh dan adaptif, dengan memahami cara kerja otak belajar melalui asimilasi dan akomodasi, menjadi pengalaman belajar menjadi bermakna dan berkelanjutan
Pembelajaran bermakna ketika siswa tidak dipaksa menghafal, tetapi diajak berpikir ulang
Ya ampun, keren banget π±
Keren, membangun pemahaman awal dengan mengaitkan konsep baru pada pengalaman nyata siswa
Asimilasi pembelajaran dengan prinsip piaget dapat membantu siswa siswi untuk cepat memahami dan menghafal secara adaptif sehingga bisa bertumbuh berkembang dengan baik
Dengan pahaman tentang asimilasi dan akomodasi, pengetahuan tidak lagi dipandang sebagai kumpulan fakta yang statis, melainkan sebagai struktur hidup yang terus berkembang seiring pengalaman baru.
Inovatif
Pembelajaran bermakna dan sangat inspiratif
Maju terus SMK 10…
Memahami cara otak belajar melalui asimilasi dan akomodasi, guru dapat menjalankan perannya bukan hanya sebagai penyampai materi
Bagi guru, pemahaman tentang asimilasi dan akomodasi memberikan panduan praktis dalam merancang pembelajaran. Asimilasi dapat dimanfaatkan untuk membangun pemahaman awal dengan mengaitkan konsep baru pada pengalaman nyata siswa.
Alhamdulillah inspiratif
Setuju .sudah seharusnya seperti ini.
semakin hebat & cerdas orang berproses sudah seharusnya menjadi bijak serta lebih ber EMPATI.
Tambah pengetahuan
Menginspirasi kami
Asimilasi dan akomodasi pada kognitif otak menjadi acuan metode pembelajaran..
literasi yang menginspirasi..
Mantab
Luar biasa ππ
Guru memiliki tanggung jawab untuk mentransfer ilmu pengetahuan dan keterampilan kepada murid hingga menjadi pribadi pembelajar yang kritis dan bereksperimen secara mandiri. Metode asimilasi dan kontribusi menjadi salah satu strategi yang menstimulan murid memiliki proses belajar yang bermakna.
Terima kasih, Pak Ardan.
Tuhan memberkati kita semua. Aamiin.
Sangat inspiratif π
Sangat relevan dengan tantangan di dalam kelas saat ini. Sebagai pendidik, memahami bahwa siswa perlu mengaitkan informasi baru dengan skema yang ada (asimilasi) atau menyesuaikan konsep lama mereka (akomodasi) adalah kunci untuk menciptakan pembelajaran bermakna. Artikel ini mengingatkan kita bahwa mengajar bukan sekadar transfer data, tapi membantu siswa membangun struktur berpikir yang baru.
Inspiratif banget
pemahaman tentang asimilasi dan akomodasi menjadi kunci terciptanya pembelajaran yang bermakna, karena membantu peserta didik membangun pengetahuan secara aktif dan berkelanjutan
Pembelajaran yang selaras dengan prinsip Piaget akan membantu siswa tidak sekadar menghafal, tetapi benar-benar membangun pemahaman yang kokoh dan adaptif.
Konsep asimilasi dan akomodasi pada kognitif otak menjadi acuan metode atau strategi pembelajaran..
Kesimpulan bagi saya, memberikan pembelajaran pada murid harus disertai relevansi dengan kehidupan sehari-hari. Dengan dihubungkan begitu, murid akan terpancing mengaitkan dengan kebutuhan dalam kehidupan nyata apa yang dipelajari, bahkan saat di luar sekolah pun, bisa jadi murid akan ingat dan langsung menerapkan/mempraktekkan ilmu yang diperoleh di sekolah.
Tantangan bagi guru, untuk bisa selalu menyajikan hal/kejadian nyata dalam kehidupan dan murid dipacu untuk berpikir solusi dari ilmu yang dipelajari.
mantap luar biasa
Menginspirasi
Dapat kita terapkan dalam mengembangkan potensi anak didik kita
Pemahaman tentang asimilasi dan akomodasi memberikan panduan praktis dalam merancang pembelajaran. Asimilasi dapat dimanfaatkan untuk membangun pemahaman awal dengan mengaitkan konsep baru pada pengalaman nyata siswa. Terima kasih Pak Ardan sudah berbagi ilmu.π
Sangat bermanfaat untuk mengembangkan pembelajaran pada siswa
Sangat bermanfaat untuk mengembangkan pembelajaran pada siswa ,
Luar biasa ..mantap….
Luar biasa bermanfaat
‘Asimilasi dapat dimanfaatkan untuk membangun pemahaman awal dengan mengaitkan konsep baru pada pengalaman nyata siswa’…mirip dgn pembelajaran kokurikuler
So it’s an inspiring one to teach the students to get more understand able at the lessonπ
Hebat bener
Siswa mampu mengaitkan pengalaman dan pengetahuan awal yang dimiliki sekaligus menyesuaikan cara berpikirnya ketika menemukan konsep baru sungguh luar biasa. Karena ini mencerminkan pembelajaran yang aktif, adaptif, dan mendorong perkembangan kognitif siswa secara optimal.
MasyaAlloh
Asimilasi penting sebagai pintu masuk pembelajaran karena membangun rasa percaya diri dan mengurangi kecemasan belajar.
Seorang guru tdk hanya menguasai materi namun harus bisa memahami proses mental yg terjadi pada murid, menerima,mengolah,dan.menyimpan pengetahuan.
Tambah ilmu. Semoga berkah dan bermanfaat.aamiin
Sangat terinspirasi..
Luar biasa…
SMK N 10 Semarang makin hebat..
istimewa…
tambah ilmu
Beri Komentar