Info Sekolah
Senin, 02 Feb 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang menjadi Terbaik I Kelembagaan dengan Prestasi Terbanyak Jenjang SMK Cabdin I

Peta Jalan Sekolah Sebagai Kompas Strategis Menuju Transformasi Pendidikan

Diterbitkan :

Dalam dunia pendidikan yang terus berubah, perencanaan strategis menjadi kebutuhan mutlak bagi setiap institusi yang ingin bertahan dan berkembang. Pendidikan bukan sekadar proses mentransfer pengetahuan, tetapi juga perjalanan panjang membentuk karakter, kompetensi, dan daya saing generasi muda. Di tengah perubahan teknologi, sosial, dan budaya yang begitu cepat, sekolah perlu memiliki arah yang jelas agar tidak kehilangan orientasi. Di sinilah pentingnya keberadaan peta jalan sekolah β€” sebuah dokumen strategis yang bukan hanya memuat rencana kerja, tetapi juga menggambarkan cita-cita, arah, dan langkah nyata menuju masa depan yang diinginkan.

Peta jalan sekolah merupakan bentuk konkret dari perencanaan strategis jangka menengah yang menjadi panduan setiap langkah pengembangan sekolah. Ia ibarat peta perjalanan yang menunjukkan di mana posisi sekolah saat ini, ke mana arah yang hendak dituju, serta bagaimana cara mencapainya. Dalam konteks kebijakan pendidikan Indonesia, peta jalan ini berhubungan erat dengan Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT), sehingga tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari sistem manajemen sekolah secara menyeluruh. Di era transformasi pendidikan seperti sekarang, di mana digitalisasi, pembelajaran berbasis proyek, dan kolaborasi lintas disiplin menjadi keharusan, keberadaan peta jalan sekolah menjadi sangat relevan. Ia memastikan bahwa visi besar sekolah tidak berhenti pada tataran retorika, tetapi menjelma menjadi serangkaian tindakan nyata dan terukur.

Sekolah yang tidak memiliki arah strategis ibarat kapal tanpa kompas. Ia mungkin berlayar, tetapi tidak tahu ke mana harus menuju. Dalam beberapa tahun terakhir, tantangan pendidikan kian kompleks. Kurikulum yang terus diperbarui menuntut adaptasi cepat dari guru dan peserta didik. Perkembangan teknologi menghadirkan peluang besar, tetapi sekaligus ancaman bagi yang tak siap mengelola. Lingkungan sosial yang dinamis menuntut pembentukan karakter yang kuat, sementara ekspektasi masyarakat terhadap sekolah semakin tinggi. Guru tidak lagi sekadar pengajar, melainkan fasilitator dan inovator pembelajaran. Siswa pun tidak cukup hanya cerdas secara akademis, tetapi juga harus tangguh, kreatif, serta berjiwa wirausaha.

Dalam kondisi seperti ini, sekolah membutuhkan peta arah yang jelas agar semua pemangku kepentingan β€” guru, siswa, tenaga kependidikan, orang tua, dunia industri, bahkan masyarakat β€” memiliki pemahaman dan tujuan yang sama. Peta jalan sekolah hadir untuk menyelaraskan visi jangka panjang dengan langkah-langkah operasional jangka pendek. Melalui peta jalan, kepala sekolah dapat memastikan bahwa setiap kebijakan, kegiatan, dan program memiliki benang merah yang mengarah pada pencapaian visi besar lembaga. Dengan demikian, sekolah dapat bergerak secara terukur, efisien, dan berkesinambungan, bukan sekadar bereaksi terhadap situasi yang muncul sesaat.

Sebuah peta jalan sekolah yang ideal memiliki sejumlah komponen utama yang saling terkait. Komponen pertama adalah visi dan misi sekolah, yang menjadi fondasi dari seluruh arah pembangunan. Visi menggambarkan kondisi ideal yang ingin dicapai, sedangkan misi adalah langkah-langkah besar untuk mewujudkannya. Di SMK Negeri 10 Semarang, misalnya, visinya adalah β€œMenghebatkan SMK Negeri 10 Semarang melalui Perubahan Permanen Pembangunan Sekolah secara Terukur Berbasis Literasi dan Digitalisasi.” Kalimat tersebut bukan sekadar slogan, melainkan pernyataan arah yang menggambarkan tekad sekolah untuk melangkah maju melalui penguatan literasi dan digitalisasi. Misi-misi sekolah kemudian dijabarkan ke dalam bidang akademik, penguatan karakter, budaya sehat, serta kemitraan dengan dunia industri.

Komponen kedua adalah tujuan strategis, yang merinci bidang-bidang prioritas yang akan dikembangkan. Di era saat ini, tujuan strategis sekolah mencakup peningkatan mutu akademik, penguatan karakter peserta didik, penciptaan lingkungan belajar yang sehat dan hijau, serta percepatan digitalisasi. Di bidang akademik, misalnya, sekolah diarahkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis proyek, link and match dengan dunia industri, serta kompetensi guru. Di bidang karakter, sekolah memperkuat budaya literasi dan etika kerja. Di bidang lingkungan, sekolah menumbuhkan budaya sehat dan kepedulian terhadap ekosistem sekitar. Sementara di bidang digitalisasi, sekolah memperkuat kemampuan teknologi informasi untuk mendukung pembelajaran dan tata kelola.

Komponen ketiga adalah langkah-langkah implementasi, yaitu tahapan konkret yang menjelaskan kapan dan bagaimana program dijalankan. Setiap peta jalan biasanya memiliki timeline yang terbagi dalam beberapa fase, misalnya tahap persiapan, pelaksanaan, percepatan, dan penguatan. Masing-masing fase disertai program unggulan dan indikator keberhasilan yang terukur. Misalnya, peningkatan literasi guru diukur dari jumlah karya tulis atau publikasi ilmiah yang dihasilkan, sementara digitalisasi diukur dari tingkat penggunaan Learning Management System (LMS) dalam proses belajar. Di SMK Negeri 10 Semarang, tahapan implementasi dilakukan secara sistematis dan partisipatif: mulai dari pelatihan menulis bagi guru, penguatan TEFA (Teaching Factory), hingga program sekolah berbudaya sehat yang melibatkan seluruh warga sekolah.

Komponen keempat yang tak kalah penting adalah evaluasi dan penyesuaian berkala. Dunia pendidikan selalu berubah, dan tidak ada rencana yang benar-benar sempurna. Oleh karena itu, peta jalan harus bersifat dinamis. Evaluasi dilakukan secara rutin untuk menilai efektivitas program, mengidentifikasi hambatan, dan menyesuaikan strategi jika diperlukan. Dengan refleksi berkelanjutan, sekolah dapat belajar dari keberhasilan maupun kegagalannya sendiri. Fleksibilitas ini menjadi kunci agar sekolah tetap relevan dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Proses membangun peta jalan sekolah idealnya dilakukan secara kolaboratif. Semua pemangku kepentingan β€” kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, komite sekolah, siswa, orang tua, hingga mitra industri β€” harus dilibatkan sejak awal. Pendekatan partisipatif ini menciptakan rasa memiliki (sense of belonging) dan tanggung jawab bersama. Tahap awal biasanya dimulai dengan analisis situasi melalui analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) dan SOAR (Strengths, Opportunities, Aspirations, Results). Analisis ini membantu sekolah mengenali kekuatan internal seperti SDM, budaya, dan fasilitas, serta peluang eksternal seperti dukungan industri atau kebijakan pemerintah. Kelemahan dan ancaman pun diidentifikasi untuk diatasi melalui strategi yang realistis. Setelah itu, sekolah menyusun timeline dan milestone β€” tonggak-tonggak penting yang menandai pencapaian target dalam kurun waktu tertentu. Keselarasan dengan kebijakan pendidikan nasional, seperti Kurikulum Merdeka dan Profil Lulusan, juga menjadi aspek penting agar peta jalan tidak lepas dari konteks sistem pendidikan nasional.

Contoh nyata implementasi perencanaan strategis yang berhasil dapat dilihat pada SMK Negeri 10 Semarang. Sekolah ini telah menuntaskan peta jalan pertama untuk periode 2022–2025 dengan berbagai capaian yang membanggakan. Dari sekolah yang dulu dikenal menghadapi berbagai tantangan, SMK Negeri 10 Semarang kini berhasil β€œnaik kelas” menjadi sekolah yang berprestasi, produktif, dan memiliki citra positif. Budaya literasi berkembang pesat, terlihat dari ratusan artikel dan berita yang dihasilkan oleh guru dan siswa. Lingkungan sekolah menjadi lebih sehat, hijau, dan nyaman. Hubungan dengan dunia industri pun semakin erat melalui program TEFA dan kemitraan produktif. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa peta jalan sekolah bukan sekadar dokumen administratif, melainkan alat transformasi nyata.

Kini, SMK Negeri 10 Semarang tengah mempersiapkan peta jalan kedua yang akan menjadi panduan fase transformasi berikutnya. Jika peta jalan pertama berfokus pada fondasi dan konsolidasi, maka peta jalan kedua diarahkan untuk memperkuat inovasi, adaptasi digital, serta daya saing global. Sekolah berkomitmen untuk menjadi lembaga pendidikan yang responsif terhadap perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri. Melalui pendekatan manajemen strategik yang adaptif, setiap program akan diukur, setiap capaian akan dievaluasi, dan setiap tantangan akan dijadikan peluang untuk tumbuh. Kepala sekolah bersama tim manajemen kini tidak hanya bertindak sebagai pengelola, tetapi juga sebagai change leader yang menginspirasi seluruh warga sekolah untuk berani berinovasi.

Tentu, setiap proses transformasi tidak lepas dari tantangan. Hambatan yang umum muncul dalam penyusunan dan pelaksanaan peta jalan sekolah antara lain resistensi terhadap perubahan, keterbatasan sumber daya manusia maupun anggaran, serta minimnya data akurat untuk dasar pengambilan keputusan. Sebagian guru mungkin masih terbiasa dengan cara lama, atau belum yakin terhadap manfaat perubahan. Untuk mengatasi hal ini, strategi komunikasi yang persuasif sangat dibutuhkan. Kepala sekolah harus mampu menjelaskan arah perubahan secara jelas, sekaligus menunjukkan manfaat konkret bagi seluruh pihak. Pelatihan dan pendampingan berkelanjutan perlu diberikan agar guru dan tenagaΒ  kependidikan memiliki kompetensi sesuai tuntutan zaman. Selain itu, sekolah juga dapat menggandeng pihak eksternal seperti dunia usaha, perguruan tinggi, dan lembaga pelatihan seperti Balai Besar untuk memperkuat kapasitas internal. Dengan kolaborasi dan kepemimpinan yang visioner, hambatan apa pun dapat diubah menjadi peluang kemajuan.

Pada akhirnya, peta jalan sekolah bukan sekadar dokumen yang disimpan di rak administrasi. Ia adalah kompas perubahan, panduan perjalanan yang menuntun sekolah menuju masa depan yang lebih baik. Di tangan kepala sekolah dan tim manajemen yang visioner, peta jalan menjadi sumber inspirasi untuk bertindak secara terarah dan terukur. Dunia pendidikan yang dinamis membutuhkan lembaga yang mampu membaca tanda-tanda zaman, merespons dengan cerdas, dan terus belajar dari pengalaman. Karena itu, setiap sekolah perlu segera menyusun peta jalan sebagai wujud tanggung jawab dan komitmen terhadap mutu pendidikan.

Sebagaimana pepatah bijak mengatakan, β€œTanpa arah, angin mana pun akan menjadi lawan.” Begitu pula dengan sekolah β€” tanpa peta jalan, setiap langkah menjadi serba reaktif dan kehilangan makna. Dengan peta jalan sekolah, setiap langkah menjadi bagian dari visi besar, setiap program memiliki arah, dan setiap keberhasilan menjadi pijakan menuju tahap berikutnya. Kini saatnya kepala sekolah, guru, dan seluruh pemangku kepentingan mengambil peran aktif untuk menulis masa depan pendidikan mereka sendiri. Sebab, masa depan tidak ditunggu β€” ia dirancang, direncanakan, dan diwujudkan bersama.

Penulis : Ardan Sirodjuddin, M.Pd, Kepala SMK Negeri 10 Semarang

Artikel ini memiliki

75 Komentar

Elmina Ita Kusumawardani
Sabtu, 15 Nov 2025

Strategi pembelajaran yg mantab ..

Balas
Elmina Ita Kusumawardani
Sabtu, 15 Nov 2025

Strategi pembelajaran yg mendalam ..

Balas
Helmi Yuhdana H., S.Pd., M.M.
Sabtu, 15 Nov 2025

Mantaaabb’s …….

Balas
Beny Legowo, S.Sos.I, S.Pd
Sabtu, 15 Nov 2025

Semoga SMKN 10 semarang semakin maju dan berprestasi..

Balas
Dwi Palupi Widyasari, S.Pd, M.Si
Sabtu, 15 Nov 2025

Luar biasa
dengan peta jalan kegiatan bisa berjalan secara terukur dan terarah

Balas
Dian Primayanto
Sabtu, 15 Nov 2025

Maju terus SMK 10…

Balas
arimurti asmoro
Sabtu, 15 Nov 2025

Setiap Satuan Pendidikan memiliki visi dan misi yang terencana dan tersusun dengan strategis, untuk terus meningkatkan dan mengembangkan mutu sekolah.
Untuk mencapai visi dan melaksanakan misi, sangat dibutuhkan peta jalan sebagai petunjuk yang dilakukan bersama-sama mulai dari pemimpin hingga stage holder yang lain agar bisa bergerak bersama secara sinergi.
SMKN 10 Semarang terbukti telah memiliki peta jalan dan dibuktikan secara nyata melalui kegiatan dengan hasil dan prestasi yang menyertai.
Peta jalan bagai pelita yang menerangi jalur yang akan dilalui untuk mencapai tujuan.
Terima kasih Pak Ardan.

Balas
Aprilia Dwi Asriani
Sabtu, 15 Nov 2025

Ketika sekolah memiliki peta jalan yang jelas, sehingga strategi lebih tajam, inovasi lebih terarah, perubahan lebih berdampak

Balas
Argun
Sabtu, 15 Nov 2025

Jika Jawa adalah Koenci,maka kepala sekolah adalah kompas…wow.. keren banget 😱

Balas
Af'idatin
Sabtu, 15 Nov 2025

Luar biasa πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯

Balas
SUPARMAN, S.Pd
Sabtu, 15 Nov 2025

Peta jalan menuju keberhasilan dalam membangun sekolahπŸ‘πŸ‘πŸ‘

Balas
Lulus Wisnuadi Mulyawan
Sabtu, 15 Nov 2025

Tepat akurat, terarah dan terperinci sehingga terkontrol..luar biasa

Balas
Digna Palupi
Sabtu, 15 Nov 2025

Mantap sukses peta jalan pertama. Semoga sukses selalu peta jalan kedua diarahkan untuk memperkuat inovasi, adaptasi digital, serta daya saing global. πŸ‘

Balas
Suwarni
Sabtu, 15 Nov 2025

Dengan peta jalan yang jelas dan terarah akan menuju keberhasilan sekolah menjadi yang terbaik sukses selalu SMKN 10 Semarang πŸ‘

Balas
Mohammad Yunan Setyawan, S.Pd
Sabtu, 15 Nov 2025

Peta Jalan Sekolah diwujudkan dalam Visi Misi Sekolah, selanjutnya di kembangkan dalam rencana kerja tahunan, RPJM dan RKAS. SMKN 10 SEMARANG sudah berada dalam tahap inovasi dan proses prestasi yang terus-menerus. Tentunya terobosan perlu di hadirkan untuk tidak selalu mengingat kejayaan masa lalu melainkan melihat perkembangan SMK masa kini dan masa mendatang. Sekolah ini sudah terus bertumbuh sesuai dengan kebutuhan murid masa sekarang. Jaya lah selalu sekolah tercinta.

Balas
Janto
Sabtu, 15 Nov 2025

MenyalaπŸ”₯

Balas
ERWIN SETIAWAN
Sabtu, 15 Nov 2025

Luar biasa

Balas
Kuslimanto
Sabtu, 15 Nov 2025

Untuk mencapai visi dan melaksanakan misi, sangat dibutuhkan peta jalan sebagai petunjuk yang dilakukan bersama-sama mulai dari pemimpin hingga stage holder yang lain agar bisa bergerak bersama secara sinergi

Balas
Djoko saputro
Sabtu, 15 Nov 2025

Mantap dan penuh inovatif

Balas
Dra.Warni
Sabtu, 15 Nov 2025

Sekolah harus mempunyai oeta arah yg tepat.Bila peta arahnya itu ke pembelajaran.maka semua warga sekolah itu saling kolaborasi utk menjalankan peta arah ini.dan harus benar-benar melaksanakannya dengan baik.supaya arah yg kita tuju dapat tetcapai.

Balas
Tutik
Sabtu, 15 Nov 2025

Dengan peta jalan yang jelas dan terarah akan menuju keberhasilan sekolah menjadi yang terbaik sukses selalu SMKN 10 Semarang πŸ‘

Balas
Hesti S
Sabtu, 15 Nov 2025

peta jalan sekolah merupakan kompas perubahan, tang menjadi panduan perjalanan untuk menuntun sekolah menuju masa depan yang lebih baik, menjadi sumber inspirasi untuk bertindak secara terarah dan terukur. SMKN 10 Semarang luar biasa

Balas
Septiyo Ariyanto
Sabtu, 15 Nov 2025

Mantappp, peta jalan sangat krusial dalam menentulan arah dan tujuan yang diinginkan

Balas
Hesti Sulistiyowati
Sabtu, 15 Nov 2025

peta jalan sekolah merupakan kompas perubahan, tang menjadi panduan perjalanan untuk menuntun sekolah menuju masa depan yang lebih baik, menjadi sumber inspirasi untuk bertindak secara terarah dan terukur. SMKN 10 Semarang luar biasa

Balas
Imam
Sabtu, 15 Nov 2025

Semoga SMKN 10 semarang semakin maju dan berprestasi…..

Balas
Muslim Anwar
Sabtu, 15 Nov 2025

Mantap dan luar biasa. Maju dan jaya untuk SMKN10 Semarang.

Balas
Slamet Adi
Sabtu, 15 Nov 2025

peta jalan sekolah adalah panduan, butuh strategi yang jitu…. untuk dijalankan dengan baik

Balas
Hesti Sulistiyowati
Sabtu, 15 Nov 2025

peta jalan sekolah merupakan kompas perubahan, yang menjadi panduan perjalanan untuk menuntun sekolah menuju masa depan yang lebih baik, menjadi sumber inspirasi untuk bertindak secara terarah dan terukur. Semoga bisa menjadi lebih baik

Balas
Johan
Sabtu, 15 Nov 2025

Alhamdulillah.. semoga smkn 10 semakin lebih baik..

Balas
Joko Suwignyo
Sabtu, 15 Nov 2025

Peta jalan jelas untuk menentukan arah kedepan yang terintegrasi sesuai visi dan misi untuk berkembang, semoga SMK NEGERI 10 SEMARANG bertambah HEBAT

Balas
Yusuf Trisnawan
Sabtu, 15 Nov 2025

Komponen pertama adalah visi dan misi sekolah, yang menjadi fondasi dari seluruh arah pembangunan.

Balas
Lestari
Sabtu, 15 Nov 2025

Semoga sukses utk SMkN 10 Semarang

Balas
Agus
Sabtu, 15 Nov 2025

Peta Jalan Sekolah diwujudkan dalam Visi Misi Sekolah, selanjutnya di kembangkan dalam rencana kerja tahunan, RPJM dan RKAS. SMKN 10 SEMARANG sudah berada dalam tahap inovasi dan proses prestasi yang terus-menerus.

Balas
Selamet Pujianto
Sabtu, 15 Nov 2025

Sangat istimewa

Balas
Susanti
Sabtu, 15 Nov 2025

Semua pemangku kepentingan semoga dapat terus mendukung sekolah, dengan ‘sense of belonging’, untuk bergerak sesuai road map yang telah ditentukan.

Balas
Nasi'in Samsul Huda
Sabtu, 15 Nov 2025

Peta jalan merupakan arah untuk menjalankan misi sehingga visi akan tercapai

Balas
Ferdi
Sabtu, 15 Nov 2025

Semoga bermanfaat aamiin

Balas
Ferdi
Sabtu, 15 Nov 2025

Semoga bermanfaat demi kemajuan sekolah

Balas
Yati
Sabtu, 15 Nov 2025

MasyaAlloh πŸ‘πŸ‘

Balas
Verry Wijaya
Sabtu, 15 Nov 2025

Semoga peta jalan yg dirintis bermanfaat untuk perkembangan dan kemajuan K.10 ….. Keren

Balas
Miftakhurrofi'i
Sabtu, 15 Nov 2025

SMK N 10 Semarang makin maju dan terpercaya….

Balas
MUCHAMMAD RIZQI
Sabtu, 15 Nov 2025

Peta jalan menuju keberhasilan dalam membangun sekolah SMK N 10 SMG demi meraih cita-cita bersama

Balas
renia desti
Sabtu, 15 Nov 2025

luar biasa

Balas
Nindar
Sabtu, 15 Nov 2025

Maju dan sukses terus smkn 10 Semarang

Balas
Suginah
Sabtu, 15 Nov 2025

Mantap dan luar biasa πŸ‘πŸ‘

Balas
Suhermawan, S.Pd.
Sabtu, 15 Nov 2025

Peta sekolah yang harus dimiliki semua sekolah untuk menjadi hebat seperti SMK N 10 Semarang.
Pelopor yang menginspirasi!

Balas
WILER UPIK
Sabtu, 15 Nov 2025

Cita-cita besar, arah, dan langkah nyata menuju masa depan SMK Negeri 10 Semarang yang lebih maju. Sukses.

Balas
Mita
Sabtu, 15 Nov 2025

Jika peta jalan pertama berfokus pada fondasi dan konsolidasi, maka peta jalan kedua diarahkan untuk memperkuat inovasi, adaptasi digital, serta daya saing global.

Balas
Antar
Sabtu, 15 Nov 2025

Strategi pembelajaran yg mantab .

Balas
Miftakhurrofi'i
Sabtu, 15 Nov 2025

SMK Negeri 10 Semarang semakin maju dan terdepan…

Balas
Febtiyaningsih
Sabtu, 15 Nov 2025

peta jalan sekolah menjadi kompas penting untuk memastikan arah pendidikan tetap fokus dan terukur. Semakin maju SMK N 10.πŸ’₯

Balas
Kholifah Martha
Sabtu, 15 Nov 2025

Sekolah tanpa peta jalan hanya bereaksi tanpa tujuan.

Balas
Andi Tri Cahyono
Sabtu, 15 Nov 2025

Mantap untuk SMKN 10 semarang lancar jaya

Balas
SYAYAROH
Sabtu, 15 Nov 2025

Maju terus SMKN 10 Semarang

Balas
SYAYAROH
Sabtu, 15 Nov 2025

Alhamdulillah, Maju terus SMKN 10 Semarang

Balas
Anik Yuswanti
Sabtu, 15 Nov 2025

Peta jalan sekolah merupakan kompas perubahan yang menjadi panduan perjalanan untuk menuntun sekolah menuju masa depan yang lebih baik. Maju terus SMK N 10 Semarang.

Balas
RIZKY TEGUH PRASTYA
Sabtu, 15 Nov 2025

Untuk mencapai visi dan melaksanakan misi, sangat dibutuhkan peta jalan sebagai petunjuk yang dilakukan bersama-sama mulai dari pemimpin hingga stage holder yang lain agar bisa bergerak bersama secara sinergi

Balas
Soedjatmiko
Sabtu, 15 Nov 2025

Peta jalan mutlak harus dimiliki oleh semua sekolah. Harapannya sebagai acuan pembangunan dan pengembangan di masa yg akan datang

Balas
Andhen Priyono
Sabtu, 15 Nov 2025

Istimewa

Balas
Rodhatin
Sabtu, 15 Nov 2025

Mantap sekali

Balas
Gesit
Sabtu, 15 Nov 2025

Perlu peta jalan membuat transformasi pendidikan fokus dan tercapai

Balas
Dwi W
Sabtu, 15 Nov 2025

Mantap dan istimewa

Balas
Irastuti
Sabtu, 15 Nov 2025

Dengan peta jalan yang jelas dan terarah akan menuju keberhasilan sekolah menjadi yang terbaik..
Sukses selalu untuk sekolahku tercinta,
SMKN 10 Semarang πŸ‘

Balas
Ari wijaya
Sabtu, 15 Nov 2025

Ideal

Balas
Nyaminah,S.Pd
Sabtu, 15 Nov 2025

Luar biasa Bapak semua terarah dan terukur capaian nya. Mantab. Sukses Selalu Bapak ArdanπŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺ

Balas
Mulyo S
Sabtu, 15 Nov 2025

ketika sekolah memiliki cita2 dalam bentuk peta jalan yang jelas,dan dengan dukungan stakeholder yang ada untuk saling bahu membahu,insha Allah semua akan berjalaan lancar dan terwujud dengan baik.
Jaya Terus SMK Negeri 10 Semarang..

Balas
noor achmat
Minggu, 16 Nov 2025

SMK Negeri 10 Semarang semakin baik

Balas
Hikma Nurul Izza
Minggu, 16 Nov 2025

Menuju perubahan lebih baik πŸ”₯

Balas
Gatot Nurhadi
Minggu, 16 Nov 2025

Inspiratif

Balas
Antar
Minggu, 16 Nov 2025

Sekolah yang tidak memiliki arah strategis ibarat kapal tanpa kompas. Ia mungkin berlayar, tetapi tidak tahu ke mana harus menuju. Dalam beberapa tahun terakhir, tantangan pendidikan kian kompleks. Kurikulum yang terus diperbarui menuntut adaptasi cepat dari guru dan peserta didik

Balas
Andhika Wildan Krisnamurti
Minggu, 16 Nov 2025

Terus berperan dan berprogres secara konstruktif.

Balas
Harry
Senin, 17 Nov 2025

Sebuah Peta Jalan Sekolah merupakan instrumen perencanaan strategis yang esensial, berfungsi layaknya kompas yang memandu seluruh warga sekolah. Peta jalan yang efektif harus fleksibel namun terfokus, memastikan sekolah mampu beradaptasi terhadap tantangan sambil tetap bergerak menuju standar pendidikan yang lebih tinggi dan relevan dengan kebutuhan masa depan. SMKN 10 Semarang Keren

Balas
Anis Indri
Senin, 17 Nov 2025

Peta jalan sekolah bukan sekadar dokumen, tetapi kompas strategis yang memastikan setiap langkah perubahan selaras dengan visi, data, dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

Balas
Landung Jati Ismoyo
Senin, 17 Nov 2025

Alhamdulillah,semoga semakin lebih baik untuk SMKN 10 Semarang

Balas
Sofiatul Nadziyah
Minggu, 23 Nov 2025

Peta jalan sekolah adalah kompas strategis yang membantu sekolah bergerak terarah menghadapi perubahan zaman dan meningkatkan mutu pendidikan. Dengan kepemimpinan yang visioner, dokumen ini menjadi panduan nyata untuk bertindak, berinovasi, dan terus berkembang.

Balas

Beri Komentar