Sebuah sekolah tidak pernah hanya sekadar tumpukan bata yang menjulang menjadi dinding, atap yang menaungi ruang kelas, atau kursi dan meja yang berderet rapi untuk menampung siswa. Sekolah adalah ruang harapan yang hidup, tempat mimpi-mimpi tumbuh, dan masa depan disemai dalam benih pengetahuan serta nilai-nilai kehidupan. Di balik setiap bangunan sekolah, ada cerita panjang yang tidak selalu indah, sering kali penuh tantangan, bahkan menyisakan luka.
Namun, justru dari perjalanan itulah lahir kekuatan yang membuat sebuah sekolah benar-benar bermakna. Membangun sekolah sejatinya adalah membangun peradaban, dan di dalam perjalanan itulah tersimpan pesan berharga: bahwa menikmati proses sama pentingnya dengan mencapai hasil.Β Kisah perjalanan SMK Negeri 10 Semarang adalah bukti nyata bagaimana sebuah institusi pendidikan mampu bangkit dari keterpurukan, merangkak dari stigma negatif, hingga kini menjelma menjadi ruang penuh harapan.
Dahulu, sekolah ini dikenal sebagai sekolah dengan citra yang kurang baik. Kekerasan di antara siswa bukan lagi hal asing, bahkan kerap menjadi wajah sehari-hari. Input siswa yang diterima pun sering kali dianggap di bawah rata-rata, sehingga memengaruhi kepercayaan masyarakat. Banyak orang tua ragu menyekolahkan anaknya di sini karena pandangan miring yang terlanjur melekat. Ditambah lagi, banjir yang kerap menggenangi kawasan sekolah membuat suasana belajar tidak nyaman, sementara sarana prasarana yang ada jauh dari kata ideal. Guru-guru pun masih banyak yang terjebak dalam fix mindset, merasa nyaman dengan pola lama, enggan berubah, dan tidak siap menghadapi tuntutan zaman.
Di tengah semua keterbatasan itu, semangat untuk berubah justru lahir. Warga sekolah, mulai dari pimpinan, guru, hingga tenaga pendidik, menyadari bahwa mereka tidak bisa terus bertahan dalam bayang-bayang buruk. Mewujudkan sekolah yang ideal memang bukan pekerjaan sehari atau seminggu, melainkan perjalanan panjang yang penuh lika-liku. Bukan hanya tentang membangun fisik yang megah, tetapi juga menata jiwa, menghidupkan budaya baru, dan menanamkan keyakinan bahwa setiap orang mampu tumbuh. Dari titik inilah, SMK Negeri 10 Semarang mulai menapaki jalannya sendiri.
Perjalanan itu tentu tidak selalu mudah. Namun, seperti dalam sebuah pendakian, setiap langkah kecil tetaplah bagian dari tujuan besar. Menikmati proses menjadi kunci utama, karena di situlah letak kekuatan. Kesabaran untuk menghadapi keterbatasan, ketekunan dalam melawan pandangan negatif, dan rasa syukur atas setiap kemajuan sekecil apa pun menjadi pegangan warga sekolah. Hambatan yang ada tidak lagi dipandang sebagai penghalang, tetapi justru sebagai guru yang mengajarkan arti kegigihan. Bagi para pendidik, proses membangun sekolah ini sekaligus menjadi proses membangun karakter. Mereka belajar bahwa perubahan tidak datang tiba-tiba, melainkan hasil dari kerja keras, kerja sama, dan keyakinan yang konsisten.
Tahap awal perjalanan ini bisa disebut sebagai tahap perintisan. Dari sebuah mimpi kecil yang mungkin dulu dianggap mustahil, keyakinan mulai dibangun. Pimpinan sekolah berani menyuarakan gagasan besar: SMK Negeri 10 Semarang bisa dan harus berubah. Gagasan ini disambut dengan keraguan, tetapi juga dengan secercah harapan. Perlahan, warga sekolah mulai menyadari bahwa tanpa mimpi, tidak akan ada langkah yang bisa diambil.
Lalu, perjalanan berlanjut pada tahap pembangunan fisik. Meski dana terbatas, semangat gotong royong menjadi kunci. Guru, siswa, bahkan masyarakat sekitar ikut terlibat, entah dalam bentuk tenaga, ide, atau dukungan moral. Pihak sekolah berjuang keras mencari bantuan dari pemerintah maupun perusahaan, mengetuk pintu-pintu untuk mendapatkan dukungan dana. Bukan hal mudah, birokrasi kerap menjadi tembok tinggi yang sulit ditembus. Namun, di situlah makna menikmati proses semakin terasa: setiap penolakan melatih kesabaran, setiap keberhasilan kecil menumbuhkan harapan baru.
Setelah itu, tibalah tahap pengembangan kualitas. Di sinilah perubahan sejati mulai terasa. Guru-guru diberdayakan, pelatihan dilakukan, kapabilitas ditingkatkan, dan perlahan mindset pun mulai berubah. Kurikulum diperbaiki agar relevan dengan kebutuhan zaman, budaya sekolah diciptakan untuk menumbuhkan disiplin sekaligus kreativitas. Sarana prasarana pun diperbarui, dari ruang kelas yang lebih layak hingga fasilitas pendukung keterampilan siswa. Perubahan ini tidak hanya mengubah wajah fisik sekolah, tetapi juga atmosfer yang ada di dalamnya. Sekolah yang dulu suram mulai tampak lebih hidup, penuh energi, dan menyenangkan.
Tahap berikutnya adalah pembuktian. Perjalanan panjang yang penuh tantangan akhirnya memperlihatkan buahnya. Sekolah yang dahulu dipandang kurang baik oleh masyarakat kini menjelma menjadi sekolah penuh prestasi. Transformasi ini bukan sekadar perubahan wajah, melainkan lahir dari kerja keras, komitmen, dan semangat kolektif yang terus dibangun. Berbagai kejuaraan berhasil diraih sebagai yang terbaik, mulai dari predikat sekolah dengan literasi terbaik, sekolah inovatif tingkat Jawa Tengah, sekolah berbudaya sehat tingkat nasional, hingga sekolah pusat keunggulan. Puncaknya, SMK Negeri 10 Semarang dinobatkan sebagai sekolah penyumbang prestasi terbanyak untuk Guru dan Tenaga Kependidikan di Kota dan Kabupaten Semarang, sekaligus mampu menyisihkan sekolah-sekolah besar yang telah lebih dahulu eksis.
Tidak hanya sekolahnya, para guru pun mengalami transformasi luar biasa. Guru yang dulunya masih terkungkung dalam fix mindset kini berkembang dengan pola pikir bertumbuh atau growth mindset. Semangat untuk terus belajar dan berinovasi melahirkan deretan prestasi membanggakan. Delapan guru berhasil meraih juara lomba tingkat nasional, tiga di tingkat provinsi, dan dua di tingkat kota. Capaian ini bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga simbol perubahan besar yang menular ke seluruh ekosistem sekolah.
Siswa yang dulunya sering dipandang sebelah mata pun kini menunjukkan perkembangan luar biasa. Mereka tidak hanya mampu bersaing dalam bidang akademik maupun keterampilan, tetapi juga dalam sikap dan karakter. Dari lomba hingga kegiatan sosial, kiprah siswa-siswi SMK Negeri 10 Semarang mulai dikenal luas. Perubahan ini perlahan menghapus stigma yang dulu melekat, digantikan dengan rasa bangga dan kepercayaan baru.
Kepercayaan masyarakat yang sempat luntur kini tumbuh kembali. Orang tua tidak lagi ragu, bahkan mulai merasa bangga menyekolahkan anaknya di SMK Negeri 10 Semarang. Nama sekolah yang dahulu kerap dikaitkan dengan citra negatif kini berubah menjadi simbol harapan, tempat di mana generasi muda ditempa bukan hanya untuk pintar, tetapi juga untuk berkarakter. Kebangkitan ini menjadi bukti nyata bahwa dengan tekad, inovasi, dan kerja sama, sebuah sekolah mampu menorehkan sejarah baru: dari stigma menjadi cahaya inspirasi.
Tentu saja, perjalanan ini tidak pernah bebas dari hambatan. Dana selalu menjadi masalah klasik, birokrasi kadang memperlambat langkah, dan tenaga pendidik yang terbatas membuat beban semakin berat. Namun, sekolah ini belajar bahwa dukungan komunitas, inovasi, serta keyakinan diri bisa menjadi kunci untuk menembus segala keterbatasan. Dengan menikmati proses, hambatan tidak lagi terasa seperti beban yang menghentikan, melainkan seperti batu pijakan yang justru menguatkan langkah berikutnya.
Dari perjalanan panjang ini, makna besar pun lahir. Sekolah akhirnya dipahami bukan hanya sebagai tempat belajar, melainkan simbol perjuangan bersama. Menikmati proses mengajarkan arti kerja sama, bagaimana setiap orang punya peran yang tidak bisa diremehkan. Menikmati proses juga mengajarkan keteguhan hati, bahwa bertahan dalam badai akan melahirkan kekuatan baru. Yang terpenting, perjalanan ini mengajarkan keikhlasan, karena tidak semua hasil bisa diraih sesuai harapan, namun setiap usaha tetap bernilai.
Ada kebahagiaan tersendiri dalam menghargai setiap langkah kecil. Saat satu ruang kelas selesai direnovasi, saat satu siswa menunjukkan perubahan sikap, atau ketika satu orang guru mencoba metode baru, semuanya menjadi tanda bahwa perjalanan tidak sia-sia. Inilah yang membuat warga sekolah tetap bersemangat, karena mereka tahu bahwa membangun sekolah tidak hanya soal hasil akhir yang tampak besar, tetapi juga soal menikmati proses kecil yang mengantarkan ke sana.
Pada akhirnya, perjalanan membangun SMK Negeri 10 Semarang bukan hanya soal membangun sebuah institusi, tetapi juga membangun peradaban kecil di dalamnya. Setiap siswa yang tumbuh, setiap guru yang berubah, setiap orang tua yang kembali percaya, adalah bukti bahwa kerja keras tidak pernah sia-sia. Refleksi dari perjalanan ini adalah ajakan untuk kita semua: mari menikmati perjalanan, bukan hanya menanti hasil. Karena dalam perjalanan itu, kita menemukan makna, kita menemukan kebahagiaan, dan kita menemukan harapan.
Harapan terbesar tentu saja, agar sekolah ini, yang lahir dari proses panjang penuh cinta, benar-benar menjadi rumah bagi generasi masa depan. Tempat di mana mimpi-mimpi tumbuh, karakter ditempa, dan peradaban dijaga. SMK Negeri 10 Semarang telah menunjukkan bahwa menikmati proses bukanlah kelemahan, melainkan kekuatan yang membuat mereka mampu bertahan, tumbuh, dan akhirnya berdiri tegak sebagai simbol harapan baru di dunia pendidikan.
Penulis : Ardan Sirodjuddin, M. Pd, Kepala SMK Negeri 10 Semarang.Β

Masyallah Mantap terus berbenah tuk merawat dan Istiqomah dalam budaya berprestasi ππβ€οΈ
Trimakasih pak Ardan sudah berjuang untuk memajukan SMK negeri 10 Semarang ππ
Mantaaabb’s . . .
Selalu semangat, insyaallah kebaikan akan berbuah kebaikan
Sukses selalu smkn 10. Semoga lebih maju dan lebih baik.dan berprestasi
Perjuangan yang luar biasa telah memajukan SMKN 10 Semarang. Sukses selalu Pak Ardan.π
Matur suwun pak Ardan yg telah memberikan pengabdiannya kepada sekolah tercinta kita sehingga sekolah yg dulu dipandang sebelah mata sekarang memandangnya dengan kedua mata dengan banyaknya prestasi yg telah diraih, semoga pak Ardan sehat dan sukses selalu
Terima kasih Pak Ardan, sangat inspiratif, menegaskan bahwa keberhasilan besar lahir dari kesabaran, komitmen, dan kesungguhan dalam merawat harapan.
Masyallah Mantap terus berbenah tuk merawat dan Istiqomah dalam budaya berprestasi ππβ€οΈ
Satukan visi, laksanakan misi, raih Tujuan
Alhamdulillah mulai berbenah utk kemajuan lembaga ini.
Luar biasa..
Membangun SMK Negeri 10 Semarang merupakan perjalanan panjang dengan menikmati setiap proses, kita merawat harapan agar sekolah ini tumbuh menjadi rumah ilmu dan karakter
Hebat ππ
Satukan visi, laksanakan misi, raih prestasi
Menyala π₯
SMKN10, Semoga semakin maju Dan Jaya serta Hebat.
SMKN10, Semoga semakin maju Dan Jaya serta Hebat.
terbaik
Perjuangan untuk menghentikan SMKN 10 Semarang
Berproses
Semakin bagus
Bagus
Literasi menginspirasi.. Smkn 10 smg jaya.. π
Luar biasa
maju terus SMK 10…
Keren banget π±
Luar biasa
Terbaik π
Inspiratif
Menikmati proses menuju kejayaan
perjuangan yang baik
Luar biasa
Go!go!go! Smk n 10
Mantap smk 10
Luar biasa ππ
Luar biasa π₯
Luar biasa
Tetap semangatπ
Beri Komentar