Perkembangan teknologi industri maritim menuntut adanya penguasaan keterampilan digital dalam bidang desain dan konstruksi kapal. SMKN 10 Semarang sebagai salah satu lembaga pendidikan vokasi yang memiliki konsentrasi keahlian Konstruksi Kapal Baja telah mengintegrasikan perangkat lunak Autodesk Inventor dalam proses pembelajaran. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan Inventor dalam pembelajaran, manfaat yang diperoleh siswa, serta implikasinya terhadap kesiapan lulusan menghadapi dunia industri. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan Inventor mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep desain kapal, mengurangi kesalahan produksi, serta menumbuhkan keterampilan berbasis teknologi industry.
Industri perkapalan nasional saat ini mengalami perkembangan signifikan seiring meningkatnya kebutuhan transportasi laut dan modernisasi galangan kapal. Lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) di bidang konstruksi kapal dituntut untuk tidak hanya menguasai keterampilan manual, tetapi juga mampu beradaptasi dengan teknologi desain digital yang menjadi standar industri.
SMKN 10 Semarang sebagai sekolah menengah kejuruan dengan program keahlian Konstruksi Kapal Baja berkomitmen menyiapkan peserta didik agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan tuntutan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menerapkan Autodesk Inventor sebagai media pembelajaran dalam proses perancangan dan analisis konstruksi kapal.
Inventor merupakan perangkat lunak Computer Aided Design (CAD) berbasis 3D yang digunakan secara luas dalam industri manufaktur dan perkapalan. Melalui aplikasi ini, siswa dapat melakukan pemodelan, simulasi, serta analisis konstruksi kapal secara lebih akurat dan efisien.
Penerapan Autodesk Inventor dalam pembelajaran jurusan Konstruksi Kapal Baja SMKN 10 Semarang terbukti memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kompetensi siswa. Melalui pemodelan digital, simulasi, serta analisis konstruksi, siswa mampu memahami konsep perancangan kapal secara komprehensif dan sesuai dengan standar industri modern. Integrasi teknologi ini tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga menyiapkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing di era industri 4.0.
“Ciptakan Inovasi, Tebarkan Manfaat”
“SMK Negeri 10 Semarang, dari Semarang untuk Indonesia”
Penulis: Septiyo Ariyanto, S.Pd., Guru Produktif Konstruksi Kapal Baja
Penyunting: Tim Humas dan Literasi

Beri Komentar