Welding gauge adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur dimensi persiapan dan hasil pengelasan, seperti sudut bevel, lebar gap, tinggi reinforcement, kedalaman undercut, dan lain-lain. Welding gauge merupakan alat yang penting dan wajib dimiliki oleh pekerja las, inspektur las, atau murid yang belajar pengelasan, karena dapat membantu mereka untuk menghasilkan sambungan las yang berkualitas dan sesuai dengan standar yang berlaku.
Namun, apa resikonya jika welding gauges tidak presisi? Apa dampaknya bagi pekerja las, produk yang dilas, dan lingkungan sekitar? Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan beberapa resiko yang dapat terjadi jika welding gauges tidak presisi, serta cara untuk mencegah dan mengatasinya.
Pekerja las adalah orang yang bertanggung jawab untuk melakukan proses pengelasan dengan menggunakan welding gauges. Jika welding gauges tidak presisi, pekerja las dapat mengalami resiko sebagai berikut:
- Kesalahan Pengukuran. Jika welding gauges tidak presisi, pekerja las dapat melakukan kesalahan pengukuran, seperti mengukur sudut bevel yang salah, lebar gap yang tidak sesuai, atau tinggi reinforcement yang berlebihan. Kesalahan pengukuran ini dapat menyebabkan pengelasan yang tidak akurat, tidak rata, atau tidak kuat.
- Kecelakaan Kerja. Jika welding gauges tidak presisi, pekerja las dapat mengalami kecelakaan kerja, seperti luka bakar, sengatan listrik, atau ledakan. Kecelakaan kerja ini dapat disebabkan oleh pengaturan arus, tegangan, atau kecepatan pengelasan yang tidak tepat, atau penggunaan gas pelindung yang tidak sesuai.
- Penurunan Produktivitas. Jika welding gauges tidak presisi, pekerja las dapat mengalami penurunan produktivitas, seperti mengulang pengelasan, memperbaiki cacat, atau menunda pekerjaan. Penurunan produktivitas ini dapat disebabkan oleh penggunaan waktu, biaya, atau sumber daya yang tidak efisien.
Resiko Bagi Produk yang Dilas adalah hasil akhir dari proses pengelasan yang dilakukan oleh pekerja las dengan menggunakan welding gauges. Jika welding gauges tidak presisi, produk yang dilas dapat mengalami resiko sebagai berikut:
- Cacat Pengelasan. Jika welding gauges tidak presisi, produk yang dilas dapat mengalami cacat pengelasan, seperti undercut, overlap, incomplete penetration, crack, porosity, atau inclusion. Cacat pengelasan ini dapat mengurangi kualitas, kekuatan, dan fungsi dari produk yang dilas, serta dapat menimbulkan risiko kegagalan.
- Penurunan Kualitas. Jika welding gauges tidak presisi, produk yang dilas dapat mengalami penurunan kualitas, seperti penampilan, keseragaman, atau kesimetrian yang buruk. Penurunan kualitas ini dapat mengurangi nilai, kepuasan, atau kepercayaan pelanggan terhadap produk yang dilas, serta dapat menimbulkan komplain atau klaim.
- Penurunan Kinerja. Jika welding gauges tidak presisi, produk yang dilas dapat mengalami penurunan kinerja, seperti ketahanan, keandalan, atau efisiensi yang rendah. Penurunan kinerja ini dapat mengurangi fungsi, manfaat, atau keuntungan dari produk yang dilas, serta dapat menimbulkan kerugian atau kerusakan.
Namun, untuk dapat menggunakan welding gauge dengan benar dan efektif, murid perlu membiasakan diri untuk belajar menggunakan welding gauge sejak awal. Berikut adalah beberapa tips untuk membiasakan murid belajar menggunakan welding gauge:
- Memilih welding gauge yang sesuai. Ada berbagai jenis dan model welding gauge yang tersedia di pasaran, seperti multi-purpose, single-purpose, digital, analog, dan lain-lain. Murid harus memilih welding gauge yang sesuai dengan kebutuhan, kemampuan, dan kenyamanan mereka. Misalnya, jika murid ingin mengukur berbagai dimensi pengelasan dengan satu alat, mereka dapat memilih welding gauge multi-purpose. Jika murid ingin mengukur dimensi pengelasan dengan lebih akurat dan mudah, mereka dapat memilih welding gauge digital.
- Mempelajari fungsi dan cara menggunakan welding gauge. Setiap welding gauge memiliki fungsi dan cara menggunakan yang berbeda-beda, tergantung pada jenis dan modelnya. Murid harus mempelajari fungsi dan cara menggunakan welding gauge yang mereka pilih dengan baik, baik dari buku, internet, instruktur, atau pengalaman. Murid harus memahami bagian-bagian, skala, dan indikator welding gauge, serta cara mengatur, menempatkan, membaca, dan mencatat hasil pengukuran welding gauge.
- Menggunakan welding gauge secara rutin dan konsisten. Untuk membiasakan diri menggunakan welding gauge, murid harus menggunakan welding gauge secara rutin dan konsisten dalam setiap kegiatan pengelasan yang mereka lakukan. Murid harus mengukur dimensi persiapan dan hasil pengelasan dengan welding gauge, dan membandingkan hasilnya dengan spesifikasi atau standar yang ditetapkan. Murid juga harus mengevaluasi dan memperbaiki kesalahan atau ketidaksesuaian yang ditemukan dengan welding gauge, serta mencatat hasil pengukuran welding gauge untuk referensi selanjutnya.
- Menggunakan welding gauge dengan hati-hati dan teliti. Welding gauge adalah alat yang sensitif dan presisi, yang dapat rusak atau salah baca jika tidak digunakan dengan hati-hati dan teliti. Murid harus menggunakan welding gauge dengan hati-hati dan teliti, dengan cara sebagai berikut: pertama membersihkan welding gauge sebelum dan sesudah digunakan. Murid harus membersihkan welding gauge sebelum dan sesudah digunakan, dengan menggunakan kain bersih, lap basah, atau alkohol, untuk menghilangkan debu, kotoran, atau lemak yang dapat mengganggu pengukuran welding gauge.
Kedua menyimpan welding gauge dengan baik. Murid harus menyimpan welding gauge dengan baik, dengan menggunakan kotak, tas, atau wadah yang sesuai, untuk melindungi welding gauge dari benturan, gesekan, atau kelembaban yang dapat merusak welding gauge.
Ketiga mengkalibrasi welding gauge secara berkala. Murid harus mengkalibrasi welding gauge secara berkala, dengan menggunakan alat kalibrasi yang sesuai, untuk memastikan akurasi dan ketepatan welding gauge. Murid harus mengikuti petunjuk atau prosedur kalibrasi welding gauge yang diberikan oleh produsen atau instruktur⁵.
“Ciptakan Inovasi, Tebarkan Manfaat”
“SMK Negeri 10 Semarang, dari Semarang untuk Indonesia”
Penulis Mohammad Yunan Setyawan, S.Pd., Guru Produktif Teknik Pengelasan
Penyunting: Tim Humas dan Literasi
Beri Komentar