Langkah-langkah dalam mengawali pembelajaran dalam rencana dan pelaksanaan pembelajaran apapun model pembelajaranya, penerapannya tetaplah memakai tahapan untuk memperoleh hasil pembelajaran yang maksimal.
- Fase stimulasi
- Fase identifikasi masalah
- Pengumpulan data
- Pengolahan data
- Pembuktian
- Fase generalisasi
- Fase penutup
Kelebihan
- Membantu peserta didik dalam mengembangkan kesiapan diri dan penguasaan serta keterampilan secara kognitif.
- Peserta didik mendapatkan pengetahuan secara mandiri sehingga pemahaman yang didapat mudah dimengerti dan tersimpan dalam pikirannya.
- Memberi motivasi dan gairah dalam belajar pada peserta didik, hal ini membuat peserta didik merasa perlu untuk belajar lebih giat lagi.
- Memberi peluang agar dapat berkembang serta maju sesuai dengan kemampuan dan apa yang diinginkan oleh peserta masing-masing.
- Memperkuat serta menambah rasa percaya diri pada siswa, cara yang dipakai adalah menemukan sendiri bagaimana pembelajaran yang berpusat pada peserta didik lewat peran guru yang terbatas.
Kelemahan
- Peserta didik diharuskan memiliki kesiapan dan mental yang matang, siswa harus berani dan memiliki keinginan untuk mengetahui keinginan sekitar dengan baik.
- Dalam keadaan tertentu, untuk mewujudkan pembelajaran discovery learning sangat sulit untuk bisa diwujudkan.
- Jika keadaan kelas memiliki banyak siswa atau terlalu banyak, sehingga metode ini tidak akan bisa dicapai dan memberi hasil memuaskan.
- Guru dan peserta didik sudah sangat terbiasa dengan kegiatan belajar mengajar metode jaman dahulu, sehingga akan membuat siswa kecewa.
- Munculnya kritik yang menyebut setiap proses dalam pemahaman model ini terlalu mementingkan proses pemahaman dan perkembangan sikap serta keterampilan berkurang.
Tujuan Persiapan dan Manfaat Pelaksanaan Pembelajaran
- Membuat siswa memiliki kesempatan untuk terlibat secara aktif dalam pembelajaran, dengan memahami kenyataan dilapangan.
- Siswa menemukan pola atau situasi tertentu secara konkret dan abstrak dan memahami informasi tambahan yang didapat.
- Peserta didik belajar untuk merumuskan strategi tanya jawab, menggunakan cara ini sebagai alat memperoleh informasi yang bermanfaat.
- Membantu membentuk cara kerja sama yang efektif, adanya saling berbagai informasi, mendengar serta mengaplikasikan ide.
- Beberapa fakta mengenai keterampilan, konsep dan prinsip yang dipelajari akan lebih bermakna.
Melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pemerintah memberi penjelasan terkait pelaksanaan Kurikulum 2013 dari Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016. Mengenai standar proses yang memakai tiga model pembelajaran, digunakan untuk membentuk perilaku hingga mengembangkan rasa ingin tahu, berikut di antaranya.
- Model Pembelajaran Melalui Peningkatan / Penemuan. Memahami konsep, pengertian dan hubungan dengan proses yang intuitif sehingga mampu mencapai kepada sesuatu yang disimpulkan. Pengalaman muncul jika seseorang terlibat dalam aktivitas yang dilakukannya, khususnya dalam penggunaan mental. Dilakukan dengan observasi, klasifikasi, pengukuran, prediksi dan menentukan.
- Model Pembelajaran Berbasis Masalah. Proses pembelajaran berbasi masalah yang tujuannya untuk mengembangkan instrumen penilaian proyek, basisnya dengan menggunakan model ini. Namun discovery learning yang dilakukan harus layak dan sebagai salah satu alternatif sekaligus inovasi dalam mengembangkan penilaian secara lebih operasional.
- Model Pembelajaran Berbasis Proyek. Model yang ketiga ini memiliki tujuan dalam mengembangkan instrumen penilaian proyek yang basisnya menggunakan model ini. Proyek yang dilakukan tentu memiliki manfaat dan dampak positif bagi peserta didik, khususnya dalam mempelajari hal baru tentang kehidupan maupun ilmu pengetahuan di sekitarnya.
Pembelajaran menggunakan metode ini belum cukup lancar untuk dipraktikan dan salah satu kasus yang terjadi menemukan jawaban bahwa sistem pembelajaran yang terjadi di dalam kelas kurang memiliki makna, hal itu diperlihatkan lewat respons siswa yang kurang aktif dalam pembelajaran hingga cenderung malas menyelesaikan tugas.
Kasus ini terjadi di kelas XII TBSM 2 SMKN 10 Semarang dalam pembelajaran Mata Pelajaran Pilihan (MPP) Materi Pembelajaran Restorasi dan Modifikasi Sepeda Motor. Padahal metode ini menuntut para siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran, seperti bertanya dan menerapkan pola pikir deduktif.
Demikian awal proses mengenai pembelajaran yang sudah penulis lakukan mulai dari langkah langkah persiapan dalam penerapan pembelajaran untuk dapat meningkatkan hasil pembelajaran praktikum dengan berbagai pendekatan model pembelajaran yang tepat untuk menumbuhkembangkan kreatifitas siswa..
“Ciptakan Inovasi, Tebarkan Manfaat”
“SMK Negeri 10 Semarang, dari Semarang untuk Indonesia”
Penulis: Joko Suwignyo, ST., S.Pd., Guru Produktif Teknik Sepeda Motor
Penyunting: Tim Humas dan Literasi
Luar biasa. Sangan inovatif dan menginspirasi
Mantap
Beri Komentar