Info Sekolah
Senin, 02 Feb 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang menjadi Terbaik I Kelembagaan dengan Prestasi Terbanyak Jenjang SMK Cabdin I

Belajar dengan Makna, Bertumbuh dengan Aksi

Diterbitkan :

Pendidikan bukan lagi sekadar mentransfer pengetahuan. Di abad ke-21 ini, belajar harus membawa makna dan dampak nyata bagi kehidupan peserta didik dan masyarakat. Pembelajaran bermakna tidak hanya menyentuh akal, tetapi juga hati, serta mendorong aksi nyata. Inilah semangat yang dibawa oleh pendekatan Pembelajaran SAKTI.

SAKTI adalah akronim dari Studi Kasus, Kaji Literasi, Tindak Lanjut, dan Inovasi. Keempat tahapan ini mendorong proses belajar yang mendalam, kritis, dan kontekstual. Peserta didik tidak sekadar menyerap informasi, tapi ditantang untuk menghubungkan materi dengan realitas, menganalisis permasalahan, serta merancang solusi yang aplikatif.

Pada mata pelajaran Projek IPAS SMK ada isu terkait energi terbarukan. Alih-alih hanya menghafal jenis-jenis energi dan menghitung besaran energi, siswa diajak menganalisis krisis energi yang terjadi di sekitar mereka melalui studi kasus. Mereka menggali data, menelusuri sumber-sumber literasi, dan mempelajari berbagai pendekatan penyelesaian dari berbagai perspektif. Proses ini melatih kemampuan berpikir kritis, bernalar logis, dan membaca informasi secara utuh.

Selanjutnya, siswa melakukan tindak lanjut. Mereka mendiskusikan temuan, merefleksikan penyebab, serta menimbang dampak dari berbagai solusi yang mungkin dilakukan. Di tahap ini, proses kolaboratif dan dialog terbuka menjadi kunci, melatih keterampilan komunikasi dan gotong royong secara alami.

Puncak dari pembelajaran ini adalah aksi. Siswa tidak berhenti pada teori atau kesimpulan, tapi didorong untuk menciptakan solusi. Entah itu berupa karya inovatif, kampanye perubahan perilaku, atau rancangan proyek sosial. Di sinilah pembelajaran menjadi nyata, karena siswa melihat langsung bagaimana gagasan mereka berdampak.

Proses ini secara menyeluruh menumbuhkan profil lulusan yang tangguh, yaitu peserta didik yang beriman dan bertakwa, mampu hidup dalam keberagaman, bekerja sama, mandiri, bernalar kritis, kreatif, komunikatif, dan adaptif terhadap perubahan. Inilah ciri lulusan yang dibutuhkan dalam dunia yang terus bergerak.

Guru Projek IPAS SMKN 10 Semarang, Hikma Nurul Izza, mendesain pengalaman belajar seperti ini. Bukan sebagai satu-satunya sumber ilmu, melainkan sebagai fasilitator yang memberi ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi, menemukan makna, dan mengambil peran aktif. Kelas menjadi ekosistem yang hidup—penuh tanya, diskusi, pencarian, dan penciptaan.

Pembelajaran SAKTI menjadi jalan bagi peserta didik untuk bertumbuh secara utuh: bukan hanya cerdas dalam nilai, tetapi kuat dalam karakter dan siap memberi kontribusi nyata. Di sinilah belajar menjadi lebih dari rutinitas; ia menjadi perjalanan penuh makna yang melahirkan aksi dan perubahan.

“Ciptakan Inovasi, Tebarkan Manfaat”

“SMK Negeri 10 Semarang, dari Semarang untuk Indonesia”

Penulis: Hikma Nurul Izza, S.Pd., Guru Produktif Teknik Pemesinan Kapal

Penyunting: Tim Humas dan Literasi

Artikel ini memiliki

3 Komentar

Antar subandana
Jumat, 1 Agu 2025

Sakti luar biasa.. kreatif. Dan menginspirasi..

Balas
Dra.Warni
Jumat, 1 Agu 2025

Bagus utk diinspirasi dan diteladani

Balas
Digna Palupi
Sabtu, 2 Agu 2025

SAKTI menginspirasi.👍🏻

Balas

Beri Komentar