Info Sekolah
Senin, 02 Feb 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang menjadi Terbaik I Kelembagaan dengan Prestasi Terbanyak Jenjang SMK Cabdin I

Kerja Sama Tim Dalam Mata Pelajaran Kewirausahaan Di SMK Untuk Menyiapkan Lulusan Siap Kerja

Diterbitkan :

Kesiapan lulusan SMK dalam memasuki dunia kerja menjadi tujuan utama pendidikan kejuruan. Salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki adalah kemampuan bekerja dalam tim. Artikel ini mengkaji pentingnya kerja sama tim dalam mata pelajaran Kewirausahaan sebagai sarana pembentukan soft skill dan kesiapan kerja siswa SMK. Dengan pendekatan pembelajaran berbasis proyek dan kolaborasi, siswa tidak hanya belajar tentang bisnis, tetapi juga mengembangkan komunikasi, kepemimpinan, tanggung jawab, dan pemecahan masalah secara kolektif. Hasil pembelajaran yang berbasis kerja sama tim membekali siswa dengan pengalaman nyata yang relevan dengan tuntutan dunia kerja dan industri.

Pendahuluan

Pendidikan kejuruan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki visi untuk menghasilkan lulusan yang siap kerja, mampu berwirausaha, atau melanjutkan pendidikan. Dalam dunia kerja nyata, salah satu kompetensi penting yang sangat dibutuhkan adalah kemampuan bekerja dalam tim. Kegiatan ekonomi dan bisnis tidak bisa dilakukan secara individu, melainkan menuntut kerja sama, koordinasi, dan komunikasi yang efektif antar anggota tim.

Penulis merupakan guru pengampu mata pelajaran produk kreatif kewirausahaan kelas XI dan XII SMKN 10 Semarang. Pada artikel ini, penulis mengajar materi yang sangat penting untuk memberikan pemahaman dan melatih murid memiliki kompetensi kerjasama dalam tim. Kemampuan bekerjasama tersebut menunjukkan kompetensi murid untuk membangun komunikasi dan kemitraan bersama orang lain sebagai satu kesatuan dalam kelompok, atau perusahaan ditempat murid kelak akan bekerja.

Mata pelajaran Kewirausahaan di SMK merupakan wadah yang sangat potensial untuk menanamkan nilai-nilai kerja sama tim. Melalui pendekatan pembelajaran yang bersifat kolaboratif, siswa diajak untuk membentuk kelompok, membuat rencana usaha, melakukan riset pasar, hingga mempresentasikan ide bisnis bersama. Proses ini menanamkan pengalaman langsung tentang pentingnya kolaborasi, toleransi, dan sinergi dalam mencapai tujuan bersama.

Kerangka Teoritis

Menurut Robbins dan Judge (2017), kerja sama tim merupakan salah satu soft skill penting dalam dunia kerja karena mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan inovasi. Sementara itu, dalam konteks pendidikan, Vygotsky (1978) menekankan bahwa pembelajaran sosial dan kolaboratif membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi melalui interaksi dengan rekan sejawat.

Di dalam kurikulum Merdeka maupun Kurikulum 2013, kerja sama tim termasuk dalam Capaian Pembelajaran (CP) yang berbasis pada penguatan Profil Pelajar Pancasila, yaitu “gotong royong” dan “berpikir kritis”. Dengan demikian, penguatan kemampuan bekerja dalam tim melalui mata pelajaran Kewirausahaan sangat sejalan dengan arah kebijakan pendidikan nasional.

Implementasi dalam Pembelajaran Kewirausahaan

Pembelajaran Kewirausahaan yang melibatkan kerja sama tim dapat dilakukan melalui:

  1. Proyek Usaha Kelompok (Project-Based Learning). Siswa dikelompokkan dan diberi tantangan untuk merancang dan menjalankan sebuah usaha sederhana. Dalam proses ini, mereka harus berbagi tugas seperti pengelolaan keuangan, promosi, produksi, dan penjualan. Hal ini melatih koordinasi, komunikasi, serta saling tanggung jawab.
  2. Diskusi dan Brainstorming Ide Bisnis. Diskusi kelompok membuka ruang bagi siswa untuk menyampaikan pendapat dan mendengarkan ide orang lain. Ini menumbuhkan sikap terbuka, toleransi, dan kemampuan menyelesaikan konflik secara konstruktif.
  3. Simulasi Peran dan Presentasi Tim. Siswa belajar memainkan peran tertentu dalam tim seperti manajer, staf pemasaran, atau bendahara. Dengan pembagian peran ini, siswa memahami pentingnya kontribusi masing-masing anggota dalam keberhasilan tim.
  4. Refleksi Bersama (Team Reflection). Setelah proyek selesai, siswa diajak untuk mengevaluasi kerja tim mereka, mendiskusikan kekuatan dan kelemahan kelompok, serta mencari solusi perbaikan ke depan. Ini membentuk budaya pembelajaran yang adaptif dan saling mendukung.

Manfaat Kerja Sama Tim dalam Kewirausahaan

Manfaat yang diperoleh siswa dari pembelajaran berbasis kerja sama tim dalam Kewirausahaan antara lain:

  1. Mengembangkan kemampuan komunikasi dan interpersonal
  2. Melatih kepemimpinan dan tanggung jawab kolektif
  3. Meningkatkan rasa percaya diri dalam mengambil keputusan bersama
  4. Mengasah kemampuan berpikir kritis dan kreatif dalam menyelesaikan masalah nyata
  5. Menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan semangat gotong royong
  6. Mempersiapkan siswa untuk budaya kerja industri yang mengutamakan kolaborasi

Kerja sama tim adalah bekal penting bagi lulusan SMK agar mampu bersaing di dunia kerja yang dinamis dan menuntut kolaborasi. Mata pelajaran Kewirausahaan merupakan ruang strategis untuk mengembangkan kompetensi ini melalui pembelajaran berbasis proyek, simulasi bisnis, dan diskusi kelompok. Diharapkan, dengan pengalaman belajar yang menekankan pada kolaborasi, siswa SMK tidak hanya siap membuka usaha sendiri, tetapi juga mampu berkontribusi secara aktif di lingkungan kerja profesional.

“Ciptakan Inovasi, Tebarkan Manfaat”

“SMK Negeri 10 Semarang, dari Semarang untuk Indonesia”

Penulis: Dra. Rodhatin, M.Si. Guru Mapel Kewirausahaan

Penyunting: Tim Humas dan Literasi

Artikel ini memiliki

6 Komentar

Antar subandana
Rabu, 16 Jul 2025

Semoga bisa menjadi bekal anak2 setelah lulus

Balas
Dwi palupi
Kamis, 17 Jul 2025

Luar biasa

Balas
Nindar
Kamis, 17 Jul 2025

The best

Balas
Elmina
Kamis, 17 Jul 2025

Belajar berwirausaha…

Balas
Af'idatin
Kamis, 17 Jul 2025

Luar biasa

Balas
Suginah
Kamis, 17 Jul 2025

Luar biasa 👍👍

Balas

Beri Komentar