Di era digital saat ini, metode pembelajaran konvensional mulai dikombinasikan dengan teknologi untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam dunia pendidikan. SMK Negeri 10 Semarang, khususnya kelas XI Teknik Pemesinan Kapal (TPK), telah menerapkan metode e-learning dalam pembelajaran mesin bubut. Inovasi ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih fleksibel, interaktif, dan mudah diakses oleh siswa.
Dalam pembelajaran mesin bubut, pemahaman teori sangat penting sebelum siswa melakukan praktik di bengkel. Melalui e-learning, siswa dapat mempelajari konsep dasar, jenis-jenis mesin bubut, teknik pemrograman, hingga simulasi permesinan sebelum terjun langsung ke mesin sebenarnya. Dengan adanya materi berbasis digital, siswa dapat mengulang kembali pembelajaran kapan saja dan di mana saja, sehingga pemahaman mereka menjadi lebih mendalam.
Selain itu, penggunaan e-learning juga memungkinkan siswa untuk mengakses berbagai media pembelajaran, seperti video tutorial, animasi, dan modul interaktif. Hal ini sangat membantu dalam memahami langkah-langkah pengoperasian mesin bubut secara lebih visual. Guru juga dapat memberikan tugas dan evaluasi secara daring, memungkinkan proses belajar-mengajar tetap berlangsung meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan waktu atau situasi tertentu yang menghambat pembelajaran tatap muka.
Dalam praktiknya, e-learning juga membantu meningkatkan kemandirian belajar siswa. Mereka tidak hanya bergantung pada penjelasan guru di kelas, tetapi juga dapat mencari referensi tambahan secara mandiri. Dengan memanfaatkan sumber daya digital, seperti simulasi permesinan berbasis perangkat lunak, siswa dapat memahami mekanisme kerja mesin bubut sebelum melakukan praktik di lapangan.
Namun, tantangan dalam penerapan e-learning untuk pembelajaran mesin bubut juga tidak bisa diabaikan. Keterbatasan akses internet bagi sebagian siswa serta perlunya kombinasi antara teori dan praktik menjadi perhatian utama. Oleh karena itu, SMK Negeri 10 Semarang khususnya jurusan Teknik Pemesinan kapal terus berupaya mengembangkan metode pembelajaran yang lebih seimbang dengan tetap mengutamakan latihan langsung di bengkel setelah siswa memahami teori melalui platform digital.
Selain itu, peran guru dalam mendampingi siswa dalam proses e-learning sangat penting. Guru harus mampu mengarahkan dan memberikan bimbingan agar siswa tidak hanya memahami materi secara teoritis, tetapi juga dapat menerapkannya dalam praktik. Dengan adanya interaksi antara guru dan siswa melalui forum diskusi atau pertemuan daring, pemahaman siswa terhadap materi dapat semakin meningkat.
Dengan adanya integrasi e-learning dalam pembelajaran mesin bubut, diharapkan siswa jurusan Teknik Pemesinan Kapal di SMK Negeri 10 Semarang dapat memiliki pemahaman yang lebih baik dan siap menghadapi dunia industri. Kemajuan teknologi dalam pendidikan ini menjadi langkah strategis dalam mencetak tenaga kerja terampil yang mampu bersaing di dunia kerja, khususnya di bidang pemesinan kapal.
“Ciptakan Inovasi, Tebarkan Manfaat”
“SMK Negeri 10 Semarang, dari Semarang untuk Indonesia”
Penulis: Anik Yuswanti, S.Pd., Guru Produktif dan KKK Teknik Pemesinan Kapal
Penyunting: Tim Humas dan Literasi

Beri Komentar