Info Sekolah
Senin, 02 Feb 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang menjadi Terbaik I Kelembagaan dengan Prestasi Terbanyak Jenjang SMK Cabdin I

Transformasi Kepemimpinan ASN Jawa Tengah Menuju Birokrasi yang Melayani

Diterbitkan : - Kategori : Berita

Semarang – Sebanyak lebih dari 857 aparatur sipil negara (ASN) dari berbagai instansi di Jawa Tengah mengikuti Seminar Online Program Eksekutif Daerah bertema “Ngopeni Ngelakoni: Transformasi Kepemimpinan ASN Jawa Tengah Menuju Birokrasi yang Melayani”, yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah, Kamis (6/11/2025). Acara ini digelar secara daring melalui Zoom dan disiarkan langsung di kanal YouTube BPSDMD Jateng, dengan partisipasi ribuan penonton dari seluruh penjuru daerah.

Kegiatan yang berlangsung sehari penuh ini menjadi wadah refleksi dan pembelajaran kepemimpinan publik bagi ASN di tengah tantangan birokrasi modern. Seminar tersebut dibuka secara resmi oleh Asisten Administrasi Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah, Dr. Doni Widianto, M.Si., yang mewakili Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah. Dalam sambutannya, Doni menekankan pentingnya nilai-nilai kemanusiaan dalam reformasi birokrasi.

“Birokrasi saat ini tidak cukup hanya memenuhi prosedur administratif. Kita harus menyentuh roh pelayanan publik itu sendiri—yakni nilai kemanusiaan, kepedulian, dan empati. Di sinilah filosofi Ngopeni Ngelakoni hadir sebagai jiwa kepemimpinan ASN Jawa Tengah,” ujar Doni.

Menurutnya, Ngopeni berarti merawat dan menjaga amanah rakyat dengan kasih, tanggung jawab, dan rasa memiliki, sedangkan Ngelakoni bermakna menjalankan tugas dengan ketulusan dan integritas. “Dua nilai ini menjadi fondasi birokrasi yang berkeadaban. ASN bukan sekadar pelaksana aturan, tetapi pelayan masyarakat yang bekerja dengan hati,” tambahnya.

Doni juga mengaitkan filosofi tersebut dengan visi pembangunan Jawa Tengah 2025–2029, yaitu “Jateng Sigap, Makmur, Nyaman”. Ia menjelaskan bahwa birokrasi harus sigap menghadapi perubahan digital, makmur dalam pemerataan pembangunan, dan nyaman dalam menciptakan harmoni sosial. “Transformasi birokrasi dimulai dari diri kita sendiri—dari nilai, karakter, dan kesadaran moral,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPSDMD Provinsi Jawa Tengah, Dr. Uswatun Hasanah, S.Pd., M.Pd., dalam sambutan pembukaannya menegaskan bahwa seminar ini merupakan bagian dari upaya sistematis membangun birokrasi yang melayani, adaptif, dan berintegritas. “Tujuan utama kegiatan ini adalah menumbuhkan kesadaran reflektif ASN terhadap nilai Ngopeni Ngelakoni serta memperkuat komitmen moral dalam menjalankan tugas pemerintahan,” katanya.

Uswatun menjelaskan, kegiatan ini berlandaskan sejumlah regulasi penting, di antaranya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara dan Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 84 Tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja BPSDMD. “Seminar ini menjadi momentum memperkuat filosofi kepemimpinan Jawa Tengah yang berkeadaban, dengan mengintegrasikan nilai-nilai lokal dalam kebijakan dan praktik birokrasi modern,” ujarnya.

Dalam seminar tersebut, hadir pula Wakil Ketua Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah, H. Mukfi Fadli, S.T., S.H., M.H., yang memaparkan topik bertajuk “Ngopeni Amanah Rakyat: Menjaga Kepercayaan Publik melalui Kepemimpinan yang Humanis dan Akuntabel.” Ia menyoroti pentingnya transparansi dan partisipasi publik dalam menjalankan fungsi pemerintahan.

“Birokrasi dan politik adalah dua sisi yang sama dalam pelayanan publik. Kami di DPRD berupaya menjaga kepercayaan masyarakat melalui keterbukaan dan tanggung jawab moral,” kata Mukfi. Ia juga mengingatkan agar pejabat publik tidak terjebak dalam rutinitas administratif semata. “Kita harus kembali pada makna luhur kepemimpinan Jawa: Sepi ing pamrih, rame ing gawe—bekerja tanpa pamrih, penuh pengabdian,” ujarnya menegaskan.

Pandangan inspiratif juga disampaikan oleh Prof. Dr. Muhammad Rohmadi, S.S., M.Hum., Guru Besar Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, yang menjadi narasumber utama. Dalam paparannya berjudul “Ngopeni Ngelakoni: Merawat Nilai Lokal untuk Kepemimpinan Jawa Tengah yang Berkeadaban,” ia menekankan pentingnya menghidupkan kembali nilai-nilai budaya Jawa dalam kepemimpinan modern.

“ASN harus mampu berbahasa dengan santun, berpikir dengan logika, dan bertindak dengan hati. Bahasa adalah alat memanusiakan manusia. Senyum 228—dua sentimeter ke kiri dan kanan selama delapan detik—bisa menjadi bentuk kecil pelayanan yang besar,” ujar Prof. Rohmadi disambut antusias peserta.

Ia juga mengingatkan pentingnya literasi digital dan etika bermedia sosial bagi ASN. “Jari-jarimu adalah harimaumu. ASN harus menjadi teladan dalam berkomunikasi, berkolaborasi, dan berliterasi, baik di dunia nyata maupun maya,” ucapnya.

Dalam paparannya, Prof. Rohmadi memperkenalkan konsep “5B” sebagai prinsip kepemimpinan ASN berkeadaban: Bersilaturahmi, Berkomunikasi, Berkarya, Berkolaborasi, dan Berliterasi. Ia juga menekankan bahwa kepemimpinan sejati dimulai dari diri sendiri, dengan kemampuan untuk menjadi teladan di keluarga, kantor, dan masyarakat.

Para narasumber sepakat bahwa transformasi birokrasi tidak hanya berfokus pada reformasi sistem, tetapi juga pada pembangunan karakter dan nilai. Birokrasi yang melayani, menurut mereka, lahir dari aparatur yang memiliki kapabilitas, kolaborasi, dan integritas—tiga hal yang dirangkum dalam istilah KKI.

Kegiatan ini juga menggarisbawahi pentingnya penerapan nilai BERAKHLAK sebagai core values ASN Indonesia: Berorientasi pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.

Di akhir acara, Dr. Uswatun Hasanah menegaskan kembali harapannya agar ASN Jawa Tengah menjadi pelopor birokrasi yang melayani dengan hati. “Mari kita jadikan nilai Ngopeni Ngelakoni bukan sekadar slogan, tetapi napas dalam setiap langkah pelayanan publik. ASN Jawa Tengah harus menjadi teladan, bukan hanya dalam kinerja, tetapi juga dalam keteladanan moral dan kemanusiaan,” katanya menutup kegiatan.

Melalui seminar ini, BPSDMD Jawa Tengah berupaya membangun paradigma baru kepemimpinan yang tidak hanya cerdas secara teknis, tetapi juga matang secara moral dan spiritual. Transformasi birokrasi Jawa Tengah diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain—bahwa melayani dengan hati adalah kunci menuju birokrasi yang benar-benar humanis, adaptif, dan berintegritas.

Penulis : Ardan Sirodjuddin, M.Pd, Kepala SMK Negeri 10 Semarang

Artikel ini memiliki

17 Komentar

Dra.Warni
Jumat, 7 Nov 2025

Semoga membawa kemajuan dan keberkahan

Balas
ELMINA
Jumat, 7 Nov 2025

Pelayanan masyarakat harus no 1

Balas
Septiyo Ariyanto
Jumat, 7 Nov 2025

Mantappp

Balas
Johan
Jumat, 7 Nov 2025

Manfaat dan menginspirasi👍

Balas
Janto
Jumat, 7 Nov 2025

Menyala🔥

Balas
SYAYAROH
Jumat, 7 Nov 2025

Manfaat dan menginspirasi👍

Balas
Af'idatin
Jumat, 7 Nov 2025

Luar biasa🔥🔥😄

Balas
Suwarni
Sabtu, 8 Nov 2025

Melayani dengan hati, mantab 👍

Balas
RIZKY TEGUH PRASTYA
Sabtu, 8 Nov 2025

smk 10 luar biasa

Balas
Dwi Palupi Widyasari, S.Pd, M.Si
Sabtu, 8 Nov 2025

Mantap

Balas
WILER UPIK
Sabtu, 8 Nov 2025

Luar biasa, memberikan keteladanan moral dan kemanusiaan.

Balas
Aprilia Dwi Asriani
Sabtu, 8 Nov 2025

ASN Jawa Tengah bergerak dengan hati, bertransformasi menuju birokrasi yang tanggap, transparan, dan tulus melayani

Balas
Kuslimanto
Sabtu, 8 Nov 2025

Luar biasa

Balas
Lestari
Minggu, 9 Nov 2025

Semoga Jateng semakin maju dgn slogan ngopeni dan nglakoni

Balas
Dian Primayanto
Senin, 10 Nov 2025

Maju terus SMK 10..

Balas
SUPARMAN, S.Pd
Senin, 10 Nov 2025

Mantap👍

Balas
Suginah
Senin, 10 Nov 2025

Luar biasa 👍👍

Balas

Beri Komentar