SEMARANG-Pengumuman Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2025 jenjang SMA, SMK, MA, dan Paket C resmi dirilis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) TKA pada Selasa, 23 Desember 2025, melalui mekanisme resmi dan berjenjang. Berdasarkan data yang diterima sekolah melalui Daftar Kolektif Hasil TKA (DKHTKA), siswa SMK Negeri 10 Semarang yang berhasil meraih capaian tertinggi di berbagai mata pelajaran di tingkat sekolah antara lain untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, nilai terbaik diraih oleh Muhammad Khoirul Anan Basuki dari Kelas XII TKR 2. Pada mata pelajaran Matematika, prestasi diraih oleh Zilan Anindya Titania Candra dari Kelas XII RPL 3. Sementara itu, Angeline Rizka Ramadhani dari Kelas XII NKN 2 mencatatkan nilai tertinggi untuk Bahasa Inggris. Di mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan (PKWU), capaian terbaik diraih Yuliana Eka Wardiani dari Kelas XII NKN 2, sedangkan mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) diraih Alfian Maulana dari Kelas XII TKR 1.
Kepala SMK Negeri 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin, M.Pd, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas capaian para siswa. Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras bersama antara siswa, guru, dan orang tua. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak dan Ibu orang tua murid atas bimbingan dan pendampingan yang diberikan selama ini. Prestasi ini adalah buah dari kolaborasi dan komitmen semua pihak dalam mendukung proses belajar anak-anak,” ujar Ardan saat ditemui di sekolah, Rabu (24/12).
Pengumuman hasil TKA 2025 sendiri dilakukan Kemendikdasmen secara berjenjang. Hasil TKA pertama kali disampaikan kepada Dinas Pendidikan Provinsi, Kabupaten/Kota, serta Kantor Wilayah Kementerian Agama untuk dilakukan verifikasi kelengkapan dan kesesuaian data sebelum diteruskan kepada satuan pendidikan. Mekanisme ini diterapkan guna menjamin keakuratan data serta ketertiban administrasi dalam penyampaian informasi kepada sekolah dan murid.
Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menjelaskan bahwa langkah berjenjang tersebut bertujuan melindungi hak murid dan memastikan informasi yang diterima bersumber dari data resmi. “Pengumuman hasil TKA dilakukan melalui mekanisme resmi dan berjenjang untuk memastikan keakuratan data serta melindungi hak murid. Satuan pendidikan memiliki peran penting dalam mengakses DKHTKA dan menyampaikan informasi hasil TKA kepada murid secara tepat,” kata Toni dalam keterangan resminya.
Mulai 23 Desember 2025, satuan pendidikan dapat mengakses DKHTKA melalui laman tka.kemendikdasmen.go.id. DKHTKA memuat identitas dan nilai TKA setiap murid yang mendaftar. Setelah melakukan verifikasi kebenaran data, sekolah dapat menyampaikan informasi hasil TKA kepada murid secara resmi. Nilai TKA selanjutnya akan tercantum dalam Sertifikat Hasil TKA (SHTKA) yang dicetak dan didistribusikan melalui satuan pendidikan mulai 5 Januari 2026.
Toni menambahkan bahwa meskipun sertifikat baru diterima murid pada awal Januari 2026, sekolah diperbolehkan melakukan pengumuman awal berdasarkan DKHTKA agar murid dan orang tua memperoleh informasi hasil asesmen secara resmi dan terverifikasi. Ia juga menegaskan bahwa hasil TKA bukan untuk memberi label atau peringkat kepada murid. “Hasil TKA tidak dimaksudkan untuk memberi label atau peringkat kepada murid, melainkan sebagai gambaran capaian kemampuan akademik yang dapat dimanfaatkan oleh satuan pendidikan dan pemerintah daerah dalam merancang tindak lanjut pembelajaran yang lebih tepat sasaran,” jelasnya.
Kemendikdasmen turut mengimbau murid dan orang tua agar hanya mengakses dan mempercayai informasi hasil TKA yang disampaikan oleh satuan pendidikan masing-masing serta tidak mempercayai sumber tidak resmi. Data hasil TKA akan menjadi salah satu rujukan pemerintah dalam memetakan capaian pendidikan antarwilayah dan menyusun kebijakan peningkatan mutu pembelajaran secara berkelanjutan.
Dengan capaian siswa terbaik TKA 2025 ini, SMK Negeri 10 Semarang menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan mencetak lulusan yang berdaya saing. Prestasi tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus berprestasi dan mengembangkan potensi akademik maupun karakter secara optimal.






Users Today : 949
Users Yesterday : 1001
This Month : 1950
This Year : 46429
Total Users : 697511
Views Today : 3717
Total views : 3711896
Who's Online : 9





Beri Komentar