SMARANG — Dalam rangka memperingati peristiwa besar dalam sejarah Islam, SMK Negeri 10 Semarang menggelar kegiatan Tablig Akbar memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dengan tema “Membangun Generasi yang Berkualitas, Berakhlak, Beriman dan Bertaqwa di Era Digital”. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 30 Januari 2026, bertempat di Ruang Baita Adiguna SMK Negeri 10 Semarang dan diikuti oleh sekitar 150 peserta dari berbagai unsur sekolah.
Kegiatan keagamaan ini menjadi momentum penting bagi warga sekolah untuk memperkuat keimanan sekaligus membangun karakter peserta didik di tengah tantangan perkembangan teknologi dan arus digital yang semakin pesat. Tablig Akbar diikuti oleh Tim Manajemen SMK Negeri 10 Semarang, guru dan staf karyawan, Tim Rohis, Tim OSIS, Tim Broadcasting, serta perwakilan siswa dari masing-masing kelas.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala SMK Negeri 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa peristiwa Isra Mi’raj bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan peristiwa penting yang menjadi dasar kewajiban utama umat Islam, yaitu salat lima waktu.
“Peristiwa Isra Mi’raj adalah perintah langsung dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW tentang kewajiban salat lima waktu. Oleh karena itu, salat harus menjadi pondasi utama dalam kehidupan kita,” ujar Ardan Sirodjuddin dalam sambutannya.
Ia juga mengingatkan bahwa pihak sekolah telah menyediakan fasilitas ibadah yang memadai berupa masjid sekolah yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh warga sekolah. Menurutnya, fasilitas tersebut menjadi sarana pembiasaan ibadah, khususnya bagi peserta didik.
“Sekolah sudah menyediakan fasilitas ibadah berupa masjid. Silakan dimanfaatkan dengan baik untuk melaksanakan salat Zuhur dan Asar secara berjamaah. Ini bagian dari pembentukan karakter dan kedisiplinan spiritual siswa,” tambahnya.
Tablig Akbar tersebut menghadirkan penceramah, Ustadz Beny Legowo, S.Sos, S.PdI., yang menyampaikan tausiah penuh makna mengenai pentingnya salat dalam kehidupan seorang Muslim, terutama di era digital yang penuh distraksi.
Dalam ceramahnya, Ustadz Beny Legowo menekankan bahwa kewajiban salat tidak boleh ditinggalkan dalam kondisi apa pun. Ia mengingatkan bahwa kesibukan dunia, kemajuan teknologi, serta perbedaan pendapat dalam tata cara ibadah tidak seharusnya menjadi alasan untuk meninggalkan kewajiban utama tersebut.
“Setiap Muslim wajib melaksanakan salat di mana saja, kapan saja, dan dalam keadaan bagaimanapun. Meskipun terasa berat, meskipun banyak perbedaan aliran dan tata cara salat, selama dimulai dengan ‘Allahu Akbar’, sah dan laksanakan,” tegasnya di hadapan para peserta.
Menurutnya, salat merupakan benteng utama dalam menjaga akhlak dan keimanan generasi muda. Ia mengajak para siswa untuk tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara spiritual agar mampu menghadapi tantangan zaman.
Kegiatan Tablig Akbar ini mendapat respons positif dari para guru. Salah satunya disampaikan oleh Kholifah Marta, Guru PAIBP dan Bahasa Jawa, yang menilai kegiatan tersebut sangat penting sebagai sarana pengingat bagi seluruh warga sekolah.
“Saya sangat setuju diadakan kegiatan Tablig Akbar seperti ini, minimal di setiap hari besar Islam. Ini menjadi remaining system, sistem pengingat agar kita tidak lupa akan kewajiban salat meskipun kita sibuk dengan kehidupan dunia,” ungkapnya.
Hal senada juga dirasakan oleh para siswa. Noval Azhura, siswa kelas XI TP 2 dan Ketua Rohis sekarang, mengaku sangat senang dapat mengikuti kegiatan tersebut karena memberikan pengalaman spiritual yang berkesan sekaligus menjadi momen penting dalam perjalanan organisasinya.
“Senang sekali mengikuti Tablig Akbar ini. Selain menambah ilmu, hari ini saya juga resmi dilantik sebagai Pengurus Rohis Indonesia SMK Negeri 10 Semarang,” ujarnya dengan penuh antusias.
Melalui kegiatan Tablig Akbar ini, pihak sekolah berharap nilai-nilai keimanan dan ketakwaan dapat semakin tertanam kuat dalam diri peserta didik. Tidak hanya sebagai kegiatan seremonial tahunan, tetapi sebagai bagian dari upaya membangun generasi yang berakhlak mulia, beriman, dan mampu memanfaatkan teknologi secara bijak.
Peringatan Isra Mi’raj di SMK Negeri 10 Semarang pun menjadi bukti komitmen sekolah dalam menyeimbangkan pendidikan akademik dengan pembinaan karakter spiritual, sehingga mampu melahirkan generasi berkualitas yang siap menghadapi tantangan masa depan tanpa meninggalkan nilai-nilai agama.
Penulis : Muhammad Suparjo, Guru Pendidikan Agama Islam SMK Negeri 10 Semarang

Beri Komentar