Info Sekolah
Senin, 02 Feb 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang menjadi Terbaik I Kelembagaan dengan Prestasi Terbanyak Jenjang SMK Cabdin I

Supervisi Direktorat SMK Pastikan Revitalisasi Berjalan Sesuai Aturan di SMK Negeri 10 Semarang

Diterbitkan : - Kategori : Berita

SEMARANG-Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus memastikan program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025 berjalan sesuai sasaran. Salah satunya dilakukan melalui supervisi ke sekolah penerima bantuan. Pada Selasa, 16 September 2025, Direktorat SMK melaksanakan supervisi di SMK Negeri 10 Semarang dengan menugaskan Galih Noor Waky sebagai supervisor resmi.

Supervisi ini merupakan bagian penting dalam rangkaian pelaksanaan program revitalisasi, di mana sekolah penerima bantuan tidak hanya diawasi secara administratif, tetapi juga didampingi agar pelaksanaannya sesuai dengan petunjuk teknis. Tujuan utama kegiatan ini adalah memeriksa langsung progres pelaksanaan bantuan revitalisasi, baik dari sisi dokumen, fisik pembangunan, hingga kesesuaian penggunaan dana di lapangan.

Kehadiran supervisor dari Direktorat SMK disambut hangat oleh Kepala SMK Negeri 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin, bersama Tim P2SP Bantuan Revitalisasi. Sejak pukul 13.00 WIB, tim dari sekolah mendampingi supervisor meninjau sejumlah titik pembangunan yang menjadi bagian dari program. Pemeriksaan dilakukan dengan teliti, mencakup kelengkapan administrasi, kesesuaian dokumen pertanggungjawaban, serta kondisi fisik pekerjaan di lapangan.

Galih Noor Waky dalam kesempatan itu menjelaskan, supervisi ini bukan sekadar evaluasi, tetapi juga bentuk dukungan agar sekolah merasa terbimbing dalam melaksanakan program. “Revitalisasi SMK adalah agenda besar pemerintah. Kami ingin memastikan semua berjalan sesuai regulasi. Dari hasil pemeriksaan, SMK Negeri 10 Semarang sudah melaksanakan program dengan baik sesuai petunjuk teknis. Ini tentu patut diapresiasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, sekolah penerima bantuan harus tetap menjaga ritme pekerjaan dan memastikan kualitas hasil sesuai standar. Menurutnya, apa yang dilakukan SMK Negeri 10 Semarang sudah berada di jalur yang tepat. “Kami meminta sekolah untuk melanjutkan pekerjaan dan segera menyiapkan pengajuan termin kedua. Dengan begitu, revitalisasi bisa rampung tepat waktu dan memberi manfaat nyata bagi siswa,” jelas Galih.

Supervisi ini juga menjadi momentum penting bagi sekolah untuk menunjukkan komitmennya dalam memanfaatkan bantuan pemerintah. Kepala SMK Negeri 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin, menyatakan rasa syukur sekaligus bangga karena program yang sedang berjalan dikawal oleh banyak pihak. Ia menilai pengawasan berlapis ini sangat membantu sekolah agar tetap fokus pada tujuan utama revitalisasi.

“Kami merasa senang dan terbantu karena pekerjaan revitalisasi ini tidak dibiarkan berjalan sendiri. Ada pendampingan, ada supervisi, sehingga kami bisa lebih yakin melangkah. Semua arahan dari Direktorat SMK menjadi panduan penting bagi kami agar program ini benar-benar berdampak pada mutu pendidikan,” tutur Ardan.

Ia menambahkan, revitalisasi yang sedang berjalan di SMK Negeri 10 Semarang mencakup pembangunan fasilitas pembelajaran dan penguatan sarana praktik yang relevan dengan kebutuhan industri. Harapannya, hasil dari program ini dapat meningkatkan keterampilan siswa sehingga lulusan SMK lebih siap kerja dan mampu bersaing. “Revitalisasi ini adalah kesempatan emas bagi sekolah. Dengan adanya fasilitas yang lebih baik, siswa kami bisa berlatih dengan standar industri, sehingga lulusan lebih mudah diterima di dunia kerja,” kata Ardan.

Selain memberikan apresiasi, supervisor juga mengingatkan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan bantuan. Direktorat SMK menekankan bahwa setiap rupiah dana revitalisasi harus dipertanggungjawabkan dengan jelas dan hasilnya harus terlihat nyata. Hal ini menjadi bentuk komitmen pemerintah untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan dana pendidikan digunakan sebaik mungkin.

Kegiatan supervisi yang berlangsung seharian itu ditutup dengan saran dari supervisor untuk mempercepat penyelesaian progres fisik dan administrasi agar proses pencairan termin selanjutnya berjalan lancar. Dengan hasil positif yang ditunjukkan, SMK Negeri 10 Semarang menjadi salah satu contoh sekolah penerima bantuan revitalisasi yang konsisten dalam menjalankan program sesuai aturan.

Program Revitalisasi SMK sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat pendidikan vokasi agar lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Melalui penguatan sarana, prasarana, dan tata kelola sekolah, revitalisasi diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, inovatif, dan mampu bersaing di era industri 4.0. Supervisi seperti yang dilakukan di Semarang menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam mengawal program strategis ini.

Penulis : Andhika Wildan Krisnamurti, S.Pd, M.Pd, Waka Sarana dan Prasarana SMK Negeri 10 Semarang

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar