Info Sekolah
Selasa, 03 Feb 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang menjadi Terbaik I Kelembagaan dengan Prestasi Terbanyak Jenjang SMK Cabdin I

SMKN 10 Semarang Lepas 16 Siswa Konstruksi Kapal Baja Jalani PKL Tahap 2 di Kota Tegal

Diterbitkan : - Kategori : Berita / PKL/Magang

Semarang, 9 Oktober 2025 — Suasana penuh semangat mewarnai keberangkatan 16 siswa kelas XII Jurusan Konstruksi Kapal Baja SMK Negeri 10 Semarang yang diterjunkan untuk melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) tahap kedua di Kota Tegal. Para siswa tersebut akan menimba pengalaman langsung di sejumlah perusahaan galangan kapal ternama, yaitu PT Sanur Marindo Shipyard, PT Citra Bahari Shipyard 1, PT Citra Bahari Shipyard 2, PT Tegal Shipyard Utama, dan PT DOK Abadi Shipyard.

Penerjunan PKL ini menjadi bagian penting dari program pembelajaran berbasis industri yang dijalankan SMKN 10 Semarang, dengan tujuan menyiapkan lulusan yang terampil, disiplin, dan siap kerja di dunia industri perkapalan. Kegiatan berlangsung pada Rabu, 9 Oktober 2025, dengan seremoni pelepasan yang dihadiri guru pendamping, orang tua siswa, dan pihak sekolah.

Sebanyak 16 siswa berangkat dengan didampingi lima guru, yakni Septiyo Ariyanto, S.Pd, Andi Tri Cahyono, S.Pd, Dian Primayanto, S.Pd, Aris Guntoro, S.Sn, dan Anis Indri, S.Pd. Turut pula dua orang tua siswa, Ibu Asrofiyah dan Ibu Maesaroh, yang ikut melepas keberangkatan anak-anak mereka ke lokasi PKL. Kehadiran orang tua menjadi bentuk dukungan moral agar para siswa lebih siap secara mental dalam menjalani masa magang di luar kota.

Kepala SMK Negeri 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin, menyambut positif kegiatan ini. Ia menilai, PKL di luar kota bukan sekadar sarana pembelajaran teknis, tetapi juga wadah pembentukan karakter dan kemandirian peserta didik. “Kami sangat mendukung kegiatan PKL di luar kota karena di situ siswa belajar banyak hal, bukan hanya soal keterampilan kerja, tapi juga tentang tanggung jawab dan kemandirian. Kami ingin mereka terbiasa menghadapi tantangan dunia kerja sejak dini,” ujarnya.

Menurut Ardan, pengalaman bekerja di lingkungan industri nyata akan menjadi bekal berharga bagi para siswa untuk menatap masa depan yang lebih luas. “Dengan mengikuti PKL di Tegal, yang dikenal sebagai salah satu pusat industri galangan kapal di Jawa Tengah, para siswa bisa belajar langsung dari tenaga ahli dan melihat proses pembuatan kapal baja secara profesional. Harapannya, ketika lulus nanti mereka sudah memiliki mental dan kompetensi yang siap bersaing, baik di dalam negeri maupun luar negeri,” tambahnya.

Guru pendamping Septiyo Ariyanto, S.Pd menjelaskan bahwa kegiatan PKL tahap kedua ini merupakan kelanjutan dari program sebelumnya yang telah dilakukan di Semarang. Ia mengatakan, pemilihan perusahaan di Tegal didasarkan pada reputasi dan fasilitas yang dimiliki masing-masing galangan kapal. “Semua perusahaan yang kami pilih sudah menjadi mitra industri sekolah. Mereka memiliki lini produksi kapal baja yang lengkap, mulai dari desain, fabrikasi, hingga perakitan akhir. Jadi, siswa bisa melihat langsung seluruh proses konstruksi kapal dari awal sampai akhir,” jelasnya.

Sementara itu, Ibu Asrofiyah, salah satu orang tua siswa, mengaku bangga sekaligus haru melepas anaknya untuk menjalani PKL di luar kota. “Sebagai orang tua tentu ada rasa khawatir, tapi lebih besar rasa bangganya karena anak kami punya kesempatan belajar langsung di industri besar. Ini pengalaman yang tidak semua siswa dapatkan,” katanya dengan mata berkaca-kaca.

Di tempat terpisah, perwakilan perusahaan mitra, PT Citra Bahari Shipyard, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan SMKN 10 Semarang. Mereka berkomitmen memberikan pendampingan maksimal kepada siswa selama kegiatan berlangsung. “Kami senang bisa bekerja sama dengan SMK yang punya jurusan Konstruksi Kapal Baja. Dunia industri memang butuh tenaga muda yang siap pakai, dan kami ingin ikut berperan mencetak generasi itu,” ujar salah satu staf HRD perusahaan tersebut.

PKL tahap kedua di Kota Tegal ini direncanakan berlangsung selama tiga bulan. Selama masa tersebut, para siswa akan ditempatkan di berbagai divisi sesuai keahlian dan kebutuhan masing-masing galangan kapal, mulai dari bagian desain teknis, fabrikasi plat baja, pengelasan, hingga finishing. Para guru pendamping akan melakukan monitoring rutin untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai rencana dan memberikan umpan balik kepada pihak sekolah.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memperkuat kerja sama antara sekolah dan industri, tetapi juga membuka peluang bagi para siswa untuk direkrut langsung setelah lulus. “Banyak alumni kami yang diterima bekerja di tempat mereka magang. Jadi, PKL bukan hanya tempat belajar, tapi juga jembatan menuju karier profesional,” tutur Ardan optimistis.

Dengan semangat dan doa restu dari guru serta orang tua, 16 siswa jurusan Konstruksi Kapal Baja SMKN 10 Semarang resmi dilepas menuju Kota Tegal. Mereka membawa harapan besar untuk menimba ilmu, mengasah keterampilan, dan membangun masa depan yang tangguh di dunia industri maritim Indonesia.

Penulis : Aris Guntoro, Staf Humas SMK Negeri 10 Semarang

Artikel ini memiliki

2 Komentar

arimurti asmoro
Jumat, 10 Okt 2025

Membangun kemitraan yang saling bersinergi sekolah bersama orangtua dan industri dalam rangka menyiapkan murid yang kompeten dan berkarakter

Balas
Septiyo Ariyanto
Jumat, 10 Okt 2025

Konstruksi Kapal Baja jaya

Balas

Beri Komentar