Semarang-Sebagai upaya mendukung akses pendidikan tinggi bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu, SMK Negeri 10 Semarang menggelar kegiatan Sosialisasi Pendaftaran Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK) pada Kamis, 31 Juli 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula SMKN 10 Semarang dan diikuti oleh seluruh siswa kelas XII dari berbagai jurusan. Dalam kegiatan tersebut, hadir sebagai narasumber Ketua Mahasiswa Bidikmisi dan KIP Kuliah Universitas Diponegoro (Kamadiksi UNDIP), yang memberikan penjelasan secara detail mengenai proses dan tahapan pendaftaran KIPK tahun 2025.
Sosialisasi ini menjadi salah satu bentuk komitmen sekolah dalam mendukung cita-cita siswa melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi. Dengan menghadirkan narasumber langsung dari kalangan mahasiswa penerima KIPK, siswa mendapatkan informasi yang lebih praktis, aplikatif, dan inspiratif dari pengalaman nyata.
Dalam paparannya, perwakilan Kamadiksi UNDIP menjelaskan secara rinci tentang persyaratan, alur pendaftaran, serta tips sukses dalam memperoleh bantuan pendidikan KIPK. Dijelaskan pula bagaimana program ini telah membantu ribuan mahasiswa di seluruh Indonesia untuk menyelesaikan kuliah tanpa terbebani biaya. “KIP Kuliah adalah kesempatan emas bagi adik-adik yang memiliki semangat belajar tinggi namun terkendala finansial. Kami hadir di sini untuk berbagi informasi dan pengalaman agar semakin banyak siswa yang bisa memanfaatkan program ini,” ujar narasumber dari Kamadiksi UNDIP saat memberikan materi.
Ia juga menekankan pentingnya ketelitian dalam pengisian data dan keaktifan siswa dalam mengikuti tahapan seleksi. Tak sedikit peserta yang gagal bukan karena tidak layak, melainkan karena kesalahan administratif atau tidak memahami proses secara menyeluruh. Oleh karena itu, kehadiran sosialisasi seperti ini sangat penting agar tidak ada siswa yang kehilangan kesempatan hanya karena kurang informasi.
Kepala SMK Negeri 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin dengan Kamadiksi UNDIP. Ia menilai kegiatan ini sangat strategis dalam memberikan motivasi dan panduan nyata kepada siswa untuk meraih pendidikan tinggi. “Kami ingin memastikan bahwa tidak ada anak-anak kami yang berhenti belajar hanya karena keterbatasan biaya. Dengan adanya program KIPK, jalan menuju perguruan tinggi terbuka lebih lebar. Tugas kami sebagai sekolah adalah memastikan siswa siap secara informasi dan mental untuk mengambil kesempatan itu,” tegas Ardan.
Ardan juga mengajak para siswa untuk serius mengikuti seluruh proses pendaftaran dan memanfaatkan setiap peluang yang ada. Ia menyebutkan bahwa SMKN 10 Semarang setiap tahunnya memiliki lulusan yang diterima di perguruan tinggi melalui berbagai jalur, dan pihak sekolah siap memberikan pendampingan teknis maupun administratif bagi siswa yang ingin mendaftar KIPK.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan saat sesi diskusi berlangsung. Siswa tampak aktif dan tertarik untuk mengetahui lebih dalam tentang manfaat program, strategi lolos seleksi, serta pengalaman pribadi narasumber saat menjalani kuliah sebagai penerima KIPK. Salah satu peserta, Riska dari kelas XII Akuntansi, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat membuka wawasan. “Saya jadi lebih semangat untuk kuliah. Ternyata, meskipun orang tua saya bukan dari keluarga mampu, masih ada peluang untuk bisa masuk universitas asal kita serius dan tahu jalurnya,” ujarnya dengan penuh harapan.
Selain pemaparan materi, siswa juga diberikan brosur panduan serta tautan resmi pendaftaran agar mereka bisa mempersiapkan dokumen yang dibutuhkan sejak dini. Sekolah juga berencana membentuk tim kecil yang akan mendampingi proses pendaftaran siswa agar lebih terarah dan terpantau.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, SMKN 10 Semarang membuktikan komitmennya dalam memberikan akses seluas-luasnya bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan. Sosialisasi pendaftaran KIPK bukan hanya tentang menyampaikan informasi, tetapi juga menumbuhkan semangat dan keyakinan bahwa pendidikan tinggi bukanlah mimpi yang mustahil. Kepala sekolah berharap, tahun ini lebih banyak lulusan SMKN 10 Semarang yang berhasil menembus perguruan tinggi melalui program KIP Kuliah, membawa semangat juang dan harapan baru untuk masa depan mereka.
Penulis : Elmina, Guru BK SMK Negeri 10 Semarang

Keren
Semoga banyak membantu alumni yg mau melanjutkan studi
Semangat y murid2ku…
Beri Komentar