Semarang, 11 November 2025 — Upaya meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan peserta didik semakin nyata di Kota Semarang. Pada hari Selasa, 11 November 2025, telah resmi dibuat dan disepakati perjanjian kerja sama antara SPPG Yayasan Lumbung Berkah Anak Bangsa dengan SMK Negeri 10 Semarang dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah Indonesia.
Penandatanganan perjanjian berlangsung di SMK Negeri 10 Semarang, Jalan Kokrosono No. 75, Semarang Utara. Acara dihadiri langsung oleh Adam Malik S.M., Kepala SPPG Yayasan Lumbung Berkah Anak Bangsa, dan Ardan Sirodjuddin, S.Pd., M.Pd., Kepala Sekolah SMKN 10 Semarang. Kedua belah pihak sepakat menjalin kemitraan strategis dalam mendukung pelaksanaan distribusi makanan bergizi kepada para peserta didik.
Dalam perjanjian tersebut, Pihak Pertama, yaitu Adam Malik S.M., bertindak untuk dan atas nama SPPG Yayasan Lumbung Berkah Anak Bangsa yang beralamat di Jalan Arteri Utara Komplek Ruko Diamond Blok D3, Bandarharjo, Semarang Utara. Sementara itu, Pihak Kedua, yaitu Ardan Sirodjuddin, S.Pd., M.Pd., bertindak untuk dan atas nama SMK Negeri 10 Semarang yang berlokasi di Jl. Kokrosono No. 75, Kelurahan Panggung Kidul, Kecamatan Semarang Utara.
Kedua pihak bersepakat bahwa Yayasan Lumbung Berkah Anak Bangsa akan mengirimkan paket makan bergizi gratis ke SMK Negeri 10 Semarang sesuai dengan jadwal pengantaran yang telah ditentukan. Selanjutnya, pihak sekolah akan menerima paket tersebut dan berperan aktif dalam proses distribusi kepada seluruh peserta didik. Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi nasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebuah inisiatif pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan masyarakat.
Program MBG dirancang untuk menyediakan makanan bernutrisi tanpa biaya kepada kelompok masyarakat tertentu, khususnya anak-anak sekolah dan ibu hamil. Pemerintah menargetkan program ini dapat membantu mengatasi masalah kekurangan gizi, menurunkan angka stunting, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia menuju Visi Indonesia Emas 2045. Makanan yang diberikan diharapkan mampu memenuhi sepertiga kebutuhan kalori harian penerima manfaat, dengan pengawasan mutu dan keamanan oleh Kementerian Kesehatan.
Kepala SPPG Yayasan Lumbung Berkah Anak Bangsa, Adam Malik S.M., menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk dukungan nyata dunia pendidikan dan lembaga sosial terhadap kebijakan pemerintah di bidang kesehatan. “Kami sangat bangga bisa menjadi bagian dari program nasional ini. Kami ingin memastikan bahwa anak-anak di sekolah-sekolah mendapat asupan gizi yang baik agar tumbuh menjadi generasi sehat dan cerdas. Ini bukan sekadar pemberian makanan, tetapi investasi untuk masa depan bangsa,” ujarnya dengan antusias.
Sementara itu, Kepala SMK Negeri 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin, S.Pd., M.Pd., menyambut gembira program tersebut. Ia menilai, kehadiran paket makan bergizi gratis di sekolahnya memberikan dampak positif bagi semangat belajar siswa. “Kami merasa sangat terbantu dengan adanya program Makan Bergizi Gratis ini. Anak-anak terlihat lebih bersemangat dan fokus belajar karena kebutuhan gizinya terpenuhi. Ini wujud nyata perhatian pemerintah terhadap peserta didik, terutama di sekolah kejuruan,” tutur Ardan.
Menurutnya, pelaksanaan program MBG di SMKN 10 Semarang akan melibatkan guru, tenaga kependidikan, dan perwakilan siswa dalam memastikan pendistribusian makanan berjalan tertib dan higienis. Pihak sekolah berkomitmen untuk mendukung kelancaran kegiatan ini.
Lebih jauh, Ardan menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya berperan sebagai penerima manfaat, tetapi juga ikut menanamkan nilai kepedulian sosial dan tanggung jawab lingkungan kepada siswa. “Kami ingin anak-anak belajar tentang arti berbagi dan pentingnya menjaga kesehatan. Melalui kegiatan ini, mereka tidak hanya menerima, tetapi juga belajar memberi dan peduli terhadap sesama,” tambahnya.
Kerja sama antara SMK Negeri 10 Semarang dan Yayasan Lumbung Berkah Anak Bangsa ini diharapkan menjadi contoh kolaborasi positif antara lembaga pendidikan dan organisasi masyarakat dalam mendukung program nasional. Selain meningkatkan kesehatan siswa, program ini juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Bahan makanan untuk program MBG sebagian besar dipasok dari petani, peternak, nelayan, dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar wilayah Semarang, sehingga manfaatnya dirasakan secara luas oleh masyarakat.
Dengan terjalinnya kesepakatan ini, diharapkan keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis di SMK Negeri 10 Semarang dapat menjadi model penerapan yang efektif, transparan, dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pendidikan serta kesejahteraan siswa.
“Kami yakin, anak-anak yang sehat akan belajar dengan lebih baik. Dan dari sekolah inilah masa depan bangsa yang kuat akan lahir,” pungkas Ardan Sirodjuddin.
Penulis : Arimurti Asmoro, M.Pd, Pelaksana Tugas Kepala Tata Usaha SMK Negeri 10 Semarang

Beri Komentar