Semarang – SMK Negeri 10 Semarang sukses menyelenggarakan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) 2026 Mata Lomba CAD Engineering pada Senin, 2 Februari 2026. Kegiatan bergengsi tingkat pelajar kejuruan ini menjadi ajang unjuk kompetensi siswa-siswa terbaik dari berbagai SMK di Kota Semarang dan sekitarnya, khususnya di bidang perancangan teknik berbasis Computer Aided Design (CAD).
Lomba yang digelar di ruang MS SMK Negeri 10 Semarang tersebut diikuti oleh sejumlah peserta dari berbagai sekolah. Peserta yang berkompetisi antara lain Destu Darma Soejaya dan Muhammad Fikri dari SMKN 7 Semarang dengan pendamping Moh. Arozi, S.Pd, S.T, M.Pd, M.T. Dari SMKN 1 Semarang hadir Tegar Bagas Darmansyah dan Flavio Romansyah yang didampingi Lis Prasetyo, M.T. Tuan rumah SMKN 10 Semarang mengirimkan Reihan Dwi Saputra dan Thejo Bagus Kusumo dengan pendamping Agung Nuril Hijas, S.Pd.
Selain itu, peserta juga datang dari SMK Nurul Barqi yang diwakili Ozora Andromeda Azhar dan Syabana Augusta Aurelian dengan pendamping Suko Ariaswanto, S.Pd, serta dari SMK IPT Karang Panas yang diwakili Yedija Asyer Pratama dan Ratka Fadly Maulana dengan pendamping Ardiler Nugroho, S.Pd. Seluruh peserta menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam menyelesaikan soal-soal teknis yang menuntut ketelitian, kreativitas, serta penguasaan perangkat lunak CAD.
Ketua Panitia LKS 2026 Mata Lomba CAD Engineering, Anton Gunawan, S.Pd, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dengan lancar. Menurutnya, antusiasme peserta menjadi indikator bahwa kompetisi ini sangat diminati dan relevan dengan kebutuhan dunia industri saat ini.
“Kegiatan ini berjalan dengan lancar. Perwakilan siswa dari tiap sekolah mengikuti dengan sangat antusias. Bahkan sebagian dari sekolah lain, siswa-siswanya ikut hadir membersamai acara ini, walaupun mereka berada di luar ruangan dengan melihat secara live di YouTube,” ujar Anton Gunawan.
Ia menambahkan, pemanfaatan teknologi live streaming menjadi nilai tambah tersendiri dalam pelaksanaan lomba. Hal tersebut tidak hanya meningkatkan transparansi, tetapi juga memberi kesempatan bagi siswa dan guru dari sekolah lain untuk belajar dan menyaksikan proses kompetisi secara langsung.
“Selaku ketua panitia, saya berharap ke depannya ada acara seperti ini dan bisa dibuat lebih meriah lagi, sehingga semakin banyak siswa yang termotivasi untuk meningkatkan kompetensinya,” lanjutnya.
Penilaian lomba dilakukan oleh dua juri berpengalaman di bidang teknik dan pendidikan kejuruan, yakni Wahyu Isti Nugroho, S.Pd., M.T. dan Hamdani Maftuh Rohman, S.T. Keduanya menilai hasil kerja peserta berdasarkan ketepatan gambar, efisiensi desain, serta pemahaman teknis sesuai standar industri.
Apresiasi juga datang dari para pendamping peserta. Lis Prasetyo, M.T, pendamping dari SMKN 1 Semarang, memberikan tanggapan positif terhadap pelaksanaan lomba dan peran SMK Negeri 10 Semarang sebagai tuan rumah.
“Pelaksanaannya lancar, alhamdulillah. Tuan rumah sangat luar biasa dalam melayani pembimbing dan peserta. Ruang tunggu pembimbing sangat representatif dan nyaman, konsumsi lengkap, lomba di-setup dengan live streaming yang sangat bagus, sehingga pembimbing bisa melihat proses lomba dari luar ruangan,” ungkap Lis. Ia pun menutup komentarnya dengan pujian, “SMK Negeri 10 Semarang, JOSS.”
Melalui kegiatan LKS 2026 Mata Lomba CAD Engineering ini, SMK Negeri 10 Semarang tidak hanya menunjukkan kapasitasnya sebagai penyelenggara yang profesional, tetapi juga berkontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas dan daya saing siswa SMK. Diharapkan, ajang serupa dapat terus berlanjut sebagai sarana pembinaan talenta muda yang siap menghadapi tantangan dunia kerja dan industri di masa depan.
Penulis : Syayaroh, S.Pd, Panitia LKS CAD Engineering 2026

Beri Komentar