Info Sekolah
Selasa, 03 Feb 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang menjadi Terbaik I Kelembagaan dengan Prestasi Terbanyak Jenjang SMK Cabdin I

SMK Negeri 10 Semarang Sambut Kehadiran Nihongo Partner dari Jepang

Diterbitkan : - Kategori : Berita

Semarang, 1 Oktober 2025 –Semarang – SMK Negeri 10 Semarang mendapat kesempatan berharga dengan hadirnya Nihongo Partner (NP) dari Jepang yang akan membantu proses pembelajaran bahasa Jepang selama enam bulan ke depan. Kehadiran asisten pengajar ini disambut hangat seluruh warga sekolah dalam sebuah upacara perkenalan yang digelar bertepatan dengan Upacara Hari Kesaktian Pancasila di lapangan sekolah pada Rabu (1/10).

Dalam acara tersebut, Nihongo Partner bernama Ookubo Reiko memperkenalkan diri di hadapan siswa, guru, dan tenaga kependidikan. Ia akan mendampingi Ibu Nur Kholifah, guru bahasa Jepang SMKN 10 Semarang, sebagai asisten pengajar dalam kegiatan belajar mengajar. Peran Reiko bukan hanya membantu meningkatkan kemampuan siswa dalam berbahasa Jepang, tetapi juga menghadirkan suasana belajar yang lebih interaktif melalui pengenalan budaya Jepang secara langsung.

“Saya ingin mengenal orang Indonesia lebih dekat, mencicipi makanan khas Indonesia, dan juga mengenal bunga-bunga Indonesia. Saya sangat menyukai ikebana,” ungkap Reiko dalam sambutannya.

Selain memperkenalkan diri, Reiko juga menyampaikan ucapan selamat kepada guru-guru SMKN 10 Semarang yang telah melaksanakan OJT (On the Job Training). Ucapan itu disampaikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen para guru dalam meningkatkan kompetensi dan kualitas pembelajaran di sekolah.

Kehadiran Reiko tidak hanya berfokus pada bahasa, melainkan juga pada aspek budaya. Salah satunya melalui ikebana, seni merangkai bunga tradisional Jepang yang ia gemari. Ikebana sendiri lebih dari sekadar menghias ruangan dengan bunga. Seni ini merupakan bentuk ekspresi estetika, filosofi, dan spiritualitas. Kata ikebana berasal dari dua kanji: ike yang berarti hidup atau menghidupkan, dan bana yang berarti bunga. Secara harfiah, ikebana bermakna “menghidupkan bunga” dengan menghadirkan keindahan sekaligus penghormatan terhadap alam.

Kepala SMK Negeri 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin, menyampaikan apresiasinya atas penempatan Nihongo Partner di sekolah yang ia pimpin. Menurutnya, kolaborasi ini akan menjadi peluang emas bagi siswa untuk memperdalam bahasa Jepang sekaligus memahami budaya masyarakatnya secara langsung.

“Kami sangat menyambut baik kehadiran Ibu Reiko di sekolah ini. Kehadiran beliau akan memperkaya pembelajaran bahasa Jepang, sehingga siswa tidak hanya belajar dari buku, tetapi juga bisa langsung berinteraksi dengan penutur asli. Ini tentu menjadi pengalaman berharga yang akan memotivasi siswa kami,” ujar Ardan.

Guru bahasa Jepang SMKN 10 Semarang, Nur Kholifah, juga merasa terbantu dengan hadirnya Reiko. Menurutnya, kehadiran Nihongo Partner akan membuat proses belajar lebih menarik karena siswa dapat berlatih percakapan langsung dengan penutur asli.

“Selama ini siswa belajar kosakata dan tata bahasa dari saya. Dengan adanya Ibu Reiko, mereka bisa mempraktikkan percakapan sehari-hari secara langsung. Hal ini akan sangat membantu mereka memahami konteks budaya Jepang yang sesungguhnya,” jelas Nur Kholifah.

Acara perkenalan ini berlangsung penuh semangat. Para siswa tampak antusias menyambut Reiko dengan sapaan khas Jepang, ohayou gozaimasu, yang bergema di lapangan. Kehadiran Nihongo Partner juga diharapkan mampu menumbuhkan minat siswa untuk lebih serius mempelajari bahasa Jepang sebagai bekal menghadapi dunia kerja maupun melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.

Kerja sama ini merupakan bagian dari program resmi yang digagas The Japan Foundation untuk mendukung pengajaran bahasa Jepang di berbagai negara, termasuk Indonesia. Melalui program ini, para Nihongo Partner tidak hanya mengajarkan bahasa, tetapi juga memperkenalkan budaya Jepang agar terjadi pertukaran pemahaman lintas budaya antara siswa dan masyarakat setempat.

Perkenalan Ookubo Reiko sekaligus menandai awal kerjasama yang akan berjalan hingga enam bulan ke depan. Momentum ini dianggap penting oleh SMKN 10 Semarang dalam memperkuat program pembelajaran bahasa Jepang di sekolah. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan lulusan SMKN 10 Semarang memiliki keunggulan kompetitif dalam bidang bahasa dan budaya, terutama menghadapi era globalisasi yang menuntut keterampilan lintas budaya.

Penulis : Nur kholifah, S.S., Guru Bahasa Jepang SMKN 10 Semarang

Berita dalam Bahasa Jepang

2025 nen 10 gatsu 1 nichi, Semarang


SMK Negeri 10 Semarang wa, Nihon kara haken sareta Nihongo Partner (NP) o ukeireru koto ni nari, kono 6 kagetsukan nihongo gakushuu no sapooto o ukeru koto ni narimashita. Kono ashisutento kyoushi no rainin wa, 10 gatsu 1 nichi (suiyoubi) ni gakkou no koudou de okonawareta Hari Kesaktian Pancasila no shikiten to awasete, shoukai shiki toshite gakkou no subete no seito oyobi kyouin ni atatakai kangei de mukaeraremashita.

Shikiten de wa, Nihongo Partner to shite haken sareta Ookubo Reiko san ga, seito, kyouin, oyobi shokuin no mae de jikoshoukai o okonai mashita. Ookubo san wa, SMKN 10 Semarang no nihongo kyoushi de aru Nur Kholifah sensei no jugyou o sapooto suru katachi de, ashisutento to shite kyouiku katsudou ni sanka shimasu. Kanojo no yakuwari wa, nihongo nouryoku no koujou o tasukeru dake de naku, Nihon bunka o chokusetsu shoukai suru koto ni yotte, motto sougo teki de katsudouteki na gakushuu kankyou o teikyou suru koto desu.

“Watashi wa Indonesia no hitobito to motto shitashiku naritai desu. Indonesia no ryouri o ajiwai, hana ni tsuite mo shiritai to omoimasu. Soshite watashi wa ikebana ga daisuki desu,” to Reiko san wa aisatsu no naka de hanashimashita.

Reiko san wa mata, gakkou no kyouin ga jisshi shita OJT (On the Job Training) o iwai, kyouin no senmonsei oyobi jugyou no shitsu koujou ni taisuru keii o hyoumei shimashita.

Reiko san no katsudou wa gengo men dake ni todomara zu, bunka teki sokumen ni mo oyobimasu. Sono hitotsu ga kanojo no sukina dentou geijutsu de aru “ikebana” desu. Ikebana wa, hana o kazarutame dake de wa naku, biteki hyougen, tetsugaku, seishinsei o fukumu Nihon no dentou geijutsu desu. “Ikebana” to iu kotoba wa “ike (ikeru = ikasu)” to “bana (hana)” no futatsu no kotoba kara dekite ori, mojidoori “hana o ikasu” to iu imi o mochimasu. Shizen o toutobi, kanso no naka ni bi o miidasu geijutsu to shite, fukai seishinsei o tsutaete imasu.

SMKN 10 Semarang no kouchou de aru Ardan Sirodjuddin shi wa, kono Nihongo Partner no ukeire ni kansha no i o arawashimashita.
“Watashitachi wa Reiko san o kokoro kara kangei shimasu. Kanojo no sonzai wa nihongo kyouiku o sara ni yutaka ni shi, seito wa hon dake de naku, jissai ni nihonjin to chokusetu kouryuu suru kikai o eru koto ga dekimasu. Kore wa seito ni totte hijou ni kichou na keiken de ari, gakushuu iyoku o takameru kikkake ni naru deshou,” to kouchou wa hanashimashita.

Nihongo kyoushi no Nur Kholifah sensei mo, kono haken o kangei shiteimasu.
“Kore made wa watashi ga goi ya bunpou o chuushin ni oshiete kimashita. Demo Reiko san ga iru koto de, seito wa nichijou kaiwa o jissai ni renshuu suru koto ga dekimasu. Kore wa nihon bunka no bunnmyaku o rikai suru ookina tasuke ni narimasu,” to sensei wa nobemashita.

Shoukai shiki wa kakki ni michi, seito tachi wa genki na koe de “ohayou gozaimasu!” to nihongo no aisatsu o hibikase, Reiko san o kangei shimashita. Nihongo Partner no sonzai wa, seito no nihongo gakushuu e no kanshin o sara ni takame, shourai no shingaku ya shuushoku ni ookina chikara to naru koto ga kitai sareteimasu.

Kono torikumi wa, kokusai kouryuu kikin (The Japan Foundation) ga sekai kakukoku de nihongo kyouiku o shien suru tame ni jisshi shite iru kouhou puroguramu no ichibu desu. Puroguramu o tsuujite, Nihongo Partner wa nihongo o oshieru dake de naku, Nihon bunka o shoukai suru koto de, seito oyobi chiiki shakai tono ibunka rikai o sokushin shiteimasu.

Ookubo Reiko san no shoukai wa, kongo roku kagetsu ni wataru kyoudou no hajimari o tsugeru mono de ari, SMKN 10 Semarang ni totte nihongo kyouiku o kyouka suru juuyou na kikai to narimashita. Kono kyouryoku kankei ni yotte, doukou no sotsugyousei ga gengo to bunka no ryoumen de kyousouryoku o mochi, guroubaru shakai ni hitsuyou to sareru ibunka taiou nouryoku o minitsukeru koto ga kitai sareteimasu.

Sakusha: Nur Kholifah, S.S., Nihongo kyoushi SMKN 10 Semarang

Artikel ini memiliki

7 Komentar

Helmi Yuhdana H., S.Pd., M.M.
Kamis, 2 Okt 2025

Mantaaabb’s . . . .

Balas
ferdi
Kamis, 2 Okt 2025

tetap menghebatkan

Balas
Indah Setyowati
Kamis, 2 Okt 2025

smg SMK tmbh maju,tmbh jaya dan tmbh sukses kedepannya Aamiin

Balas
SUPARMAN, S.Pd
Kamis, 2 Okt 2025

Mantapp👍👍👍💯

Balas
Mulyo S
Kamis, 2 Okt 2025

selamat datang sensei reikoo di SMK Negeri 10 Semarang..semoga bisa menularkan pengalamannya kpd siswa siswi dalam belajar bahasa,budaya Jepang..

Balas
MUCH. RIZQI
Kamis, 2 Okt 2025

Luar biasa…. Semoga bhs Jepang e bisa di tambah luar biasa. Sehingga siswa-siswi SMK n 10 dapat berkerja di Jepang

Balas
Yati
Kamis, 2 Okt 2025

MasyaAlloh 👍👍👍

Balas

Beri Komentar