Info Sekolah
Senin, 02 Feb 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang menjadi Terbaik I Kelembagaan dengan Prestasi Terbanyak Jenjang SMK Cabdin I

SMK Negeri 10 Semarang Resmi Mulai Pembangunan Sarana dan Prasarana Sekolah Lewat Program Revitalisasi SMK 2025

Diterbitkan : - Kategori : Berita / Prestasi

Semarang, 11 Juli 2025 – SMK Negeri 10 Semarang terus melaju sebagai salah satu sekolah vokasi unggulan di Jawa Tengah. Bertempat di halaman sekolah, Jumat siang pukul 13.00 WIB, telah dilaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Ruang Praktik Siswa (RPS) untuk Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Teknik Sepeda Motor (TSM), serta fasilitas jamban baru. Acara ini menandai dimulainya pembangunan fisik bantuan revitalisasi dari Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), dalam rangka Program Pengembangan SMK Tahun 2025.

Peletakan batu pertama dilakukan secara simbolis oleh Kepala SMK Negeri 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin, didampingi oleh Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Jawa Tengah, Andang Fitriadi, dan Pengawas Pembina SMK, Pandoyo Edi Hartomo. Kegiatan ini juga dihadiri oleh jajaran guru dan tenaga kependidikan, serta Komite Sekolah. Suasana haru dan semangat membaur menjadi satu saat prosesi dilakukan, menandakan dimulainya pembangunan fasilitas baru yang sangat dinantikan.

Dalam sambutannya, Andang Fitriadi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian SMK Negeri 10 Semarang. Ia mengakui bahwa perkembangan sekolah ini sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir, khususnya sejak dipimpin oleh Ardan Sirodjuddin. “Kami mengucapkan selamat kepada SMK Negeri 10 Semarang atas capaian luar biasa ini. Tambahan infrastruktur ini adalah buah dari kerja keras seluruh elemen sekolah. Semoga dengan adanya fasilitas baru, semangat untuk memberikan layanan pendidikan terbaik kepada masyarakat semakin kuat,” ujarnya di hadapan para undangan.

Kepala SMK Negeri 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan berbagai pihak dalam proses mendapatkan bantuan revitalisasi. Ia menyebut pencapaian ini tidak akan mungkin terwujud tanpa kolaborasi erat dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Cabang Dinas Wilayah I, Pengawas Pembina, serta dedikasi para guru dan tenaga kependidikan. “Bantuan ini bukan hanya wujud kepercayaan pemerintah kepada kami, tetapi juga tantangan untuk terus membuktikan bahwa SMK Negeri 10 Semarang layak menjadi sekolah rujukan dan pusat inovasi pendidikan vokasi,” ujar Ardan dengan penuh semangat.

Revitalisasi SMK tahun 2025 merupakan bagian dari Program Pengembangan SMK yang dirancang oleh Direktorat SMK Kemendikdasmen untuk meningkatkan mutu lulusan sekolah kejuruan. Program ini selaras dengan visi besar Indonesia Emas 2045, khususnya dalam mempersiapkan sumber daya manusia unggul, kompeten, dan adaptif terhadap dinamika industri masa depan.

Beberapa fokus utama dari program revitalisasi ini meliputi pembangunan ekosistem pendidikan vokasi yang kolaboratif, peningkatan kemitraan strategis antara SMK dan dunia industri, termasuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), serta penguatan pendekatan pembelajaran berbasis keunggulan lokal. Selain pembangunan fisik, bantuan ini juga mencakup peningkatan kompetensi guru, penyediaan peralatan praktik, dan penguatan sistem manajemen berbasis digital.

Langkah SMK Negeri 10 Semarang ini juga menjadi bagian dari implementasi kebijakan nasional, khususnya Asta Cita poin keempat Presiden dan Wakil Presiden tentang pengembangan SDM melalui pendidikan, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Dengan demikian, pembangunan RPS dan fasilitas pendukung lainnya bukan semata-mata proyek infrastruktur, melainkan bagian dari visi jangka panjang untuk mencetak lulusan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja dan mampu bersaing secara global.

Peletakan batu pertama ini menjadi simbol penting bahwa SMK Negeri 10 Semarang sedang menapaki jalur transformasi yang lebih terstruktur dan berorientasi masa depan. Ardan menutup sambutannya dengan ajakan kepada seluruh warga sekolah untuk menyambut pembangunan ini sebagai awal dari lompatan baru. “Mari kita jadikan momentum ini sebagai penguat komitmen kita bersama, bahwa pendidikan vokasi bisa menjadi gerbang masa depan yang cerah bagi para siswa. Ini bukan hanya tentang ruang praktik atau jamban, ini tentang masa depan generasi muda kita,” tandasnya.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah, dunia industri, dan masyarakat, SMK Negeri 10 Semarang optimis mampu menjadi model sekolah vokasi modern yang tidak hanya fokus pada kompetensi teknis, tetapi juga membentuk karakter, integritas, dan semangat belajar sepanjang hayat. Sebuah harapan besar sedang dibangun—secara harfiah maupun filosofis—melalui tumpukan batu pertama yang menjadi pondasi bagi lahirnya generasi emas Indonesia.

Penulis : Muhammad Yunan Setyawan, Ketua Pokja Pusat Keunggulan SMK Negeri 10 Semarang

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar