Info Sekolah
Senin, 02 Feb 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang menjadi Terbaik I Kelembagaan dengan Prestasi Terbanyak Jenjang SMK Cabdin I

SMK Negeri 10 Semarang Latih Murid Potong Rambut

Diterbitkan : - Kategori : Berita / Perguruan Tinggi

Semarang-SMK Negeri 10 Semarang kembali menghadirkan terobosan pembelajaran berbasis keterampilan dengan menggelar Pelatihan Barbershop pada Rabu (13/8/2025). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga selesai ini dilaksanakan di gazebo atau joglo sekolah, menghadirkan pelatih dari Universitas STEKOM, yaitu Dwi, Aziz, dan Nino. Sebanyak kurang lebih 20 siswa dari berbagai jurusan mengikuti pelatihan ini dengan penuh antusias.

Kepala SMK Negeri 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan membekali siswa dengan keterampilan praktis di bidang potong rambut. Menurutnya, kemampuan barbershop merupakan salah satu skill yang memiliki peluang usaha cukup menjanjikan di era sekarang. “Kami ingin siswa memiliki bekal keterampilan yang bisa digunakan langsung, baik untuk usaha mandiri maupun menambah penghasilan di masa depan. Barbershop adalah salah satu bidang yang prospeknya luas dan terus berkembang,” ujarnya.

Suasana pelatihan berlangsung santai namun serius. Di bawah bimbingan tiga pelatih berpengalaman dari Universitas STEKOM, para siswa diajarkan mulai dari teknik dasar memegang gunting dan clipper, cara membuat garis potongan yang rapi, hingga model rambut kekinian yang banyak diminati pelanggan. Peserta juga mendapatkan tips tentang pelayanan pelanggan, kebersihan alat, dan manajemen waktu dalam proses potong rambut.

Dwi, salah satu pelatih, mengungkapkan bahwa profesi barber saat ini tidak lagi dipandang sebelah mata. Menurutnya, dengan keterampilan yang tepat dan kreativitas, seorang barber dapat meraih penghasilan yang cukup besar. “Potong rambut itu tidak sekadar memotong, tapi seni membentuk gaya yang sesuai karakter orang. Kami senang bisa berbagi pengalaman dengan adik-adik di SMK Negeri 10 Semarang. Semoga mereka bisa mengembangkannya menjadi peluang usaha,” kata Dwi.

Antusiasme peserta terlihat sejak awal. Beberapa siswa mengaku baru pertama kali memegang peralatan potong rambut secara profesional. Namun, mereka cepat beradaptasi berkat metode pelatihan yang interaktif. “Awalnya agak grogi, takut salah potong. Tapi setelah dijelaskan dan dipraktikkan langsung, ternyata seru dan menantang. Saya jadi ingin mencoba membuka jasa potong rambut kecil-kecilan di rumah,” ujar Fikri, salah satu peserta dari kelas XI.

Aziz dan Nino, yang juga menjadi pelatih, memberi penekanan pada pentingnya menjaga kualitas layanan agar pelanggan puas dan mau kembali. Mereka mengajarkan bahwa keberhasilan seorang barber tidak hanya terletak pada hasil potongan rambut, tetapi juga kenyamanan pelanggan selama proses layanan. “Pelayanan yang ramah, tempat yang bersih, dan hasil yang memuaskan akan membuat pelanggan loyal. Itu kunci sukses di bisnis ini,” tutur Aziz.

Kegiatan pelatihan barbershop ini diakhiri dengan sesi praktik bebas, di mana siswa saling memotong rambut dengan pengawasan pelatih. Beberapa hasil potongan langsung mendapat pujian dari pelatih karena dinilai rapi dan kreatif. Pihak sekolah berharap pelatihan ini dapat menjadi agenda rutin, mengingat tingginya minat siswa untuk mempelajari keterampilan di luar kompetensi kejuruan mereka.

Dengan pelatihan seperti ini, SMK Negeri 10 Semarang membuktikan komitmennya untuk tidak hanya menyiapkan lulusan yang siap kerja di bidang keahlian utama, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan tambahan yang bernilai ekonomi. Seperti yang disampaikan Kepala Sekolah, “Kami ingin lulusan SMK Negeri 10 Semarang memiliki banyak pintu peluang. Dunia kerja itu dinamis, dan siswa yang punya banyak keterampilan akan lebih mudah beradaptasi.”

Penulis : Eni Supriyati, Guru Manajemen Logistik SMK Negeri 10 Semarang

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar