Semarang, Oktober 2025 — Sebagai bentuk komitmen untuk mewujudkan visi dan misi sekolah dalam mencetak lulusan vokasi yang kompeten, mandiri, dan siap menghadapi tantangan masa depan, SMK Negeri 10 Semarang menggelar kegiatan sosialisasi program sekolah yang melibatkan peran aktif orangtua murid. Kegiatan ini diselenggarakan secara bertahap pada tanggal 1, 2, 3, 9, dan 10 Oktober 2025 dengan jadwal terpisah sesuai konsentrasi keahlian, bertempat di Ruang Baita Adhi Guna mulai pukul 08.00 hingga 10.00 WIB.
Kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari strategi besar sekolah untuk menciptakan sinergi antara satuan pendidikan dan keluarga dalam mendampingi proses pembelajaran murid. Di tengah dinamika perkembangan dunia kerja dan industri yang kian cepat, keterlibatan orangtua dinilai sebagai salah satu faktor penting dalam mengawal keberhasilan pendidikan anak, mulai dari awal masuk sekolah hingga lulus dengan kompetensi yang unggul.
Kepala SMK Negeri 10 Semarang, Bapak Ardan Sirodjuddin, S.Pd., hadir langsung sebagai narasumber utama dalam kegiatan tersebut. Ia didampingi oleh Plt. Kasubbag Tata Usaha, Bapak Arimurti Asmoro, S.Pd., M.Pd., yang turut menyampaikan pemaparan terkait kebijakan manajerial dan dukungan administratif dalam pelaksanaan program sekolah.
Dalam sambutannya, Bapak Ardan menekankan bahwa peran sekolah tidak sebatas pada proses pengajaran di dalam kelas, tetapi juga sebagai pengarah dan pendamping bagi murid dalam menentukan masa depan sesuai minat, bakat, dan potensi masing-masing.
“SMK bukan hanya tempat belajar, tapi tempat mengasah arah hidup. Melalui program Kawal Bekerja, Kawal Kuliah, dan Kawal Wirausaha, kami ingin memastikan bahwa setiap murid memiliki pilihan masa
Program Kawal Bekerja diperuntukkan bagi murid yang ingin langsung terjun ke dunia kerja setelah lulus. Sementara Kawal Kuliah ditujukan bagi mereka yang ingin melanjutkan studi ke jenjang pendidikan tinggi. Adapun Kawal Wirausaha dirancang khusus untuk murid yang memiliki jiwa kewirausahaan dan ingin membangun usaha secara mandiri.
Lebih jauh, program-program ini tidak hanya menekankan pada penguasaan kompetensi akademik, tetapi juga pengembangan aspek non-akademik seperti keterampilan hidup (life skills), penguatan karakter, kesehatan jasmani, dan pembiasaan budaya kerja industri yang profesional. Semua ini menjadi modal penting dalam mempersiapkan murid menjadi insan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara mental dan karakter.
Salah satu aspek penting dalam sosialisasi ini adalah penyampaian program dari masing-masing Konsentrasi Keahlian. Ketua Konsentrasi Keahlian dari Teknik Pemesinan Kapal, Teknik Sepeda Motor, Teknik Kendaraan Ringan, Nautika Kapal Niaga, Teknik Pengelasan, Rekayasa Perangkat Lunak, Konstruksi Kapal Baja, dan Manajemen Logistik, tampil secara bergantian menyampaikan program-program yang telah dirancang sesuai dengan kebutuhan dan standar dunia industri dan dunia kerja (DUDI).
Mereka juga menjelaskan berbagai kemitraan industri yang telah dijalin sekolah untuk mendukung pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) murid. Kemitraan ini menjadi salah satu poin unggulan sekolah, karena memberikan akses nyata bagi murid untuk terlibat langsung dalam aktivitas di perusahaan, industri, atau instansi yang relevan dengan jurusan mereka.
“Kami ingin memastikan bahwa murid tidak hanya tahu teori, tapi juga punya pengalaman praktik di lapangan. Oleh karena itu, kami bekerja sama dengan berbagai industri yang sesuai dengan bidang keahlian untuk memfasilitasi PKL,” jelas salah satu Ketua Konsentrasi Keahlian.
Respon dari orangtua yang hadir dalam kegiatan ini sangat positif. Mereka antusias mengikuti seluruh rangkaian acara, aktif berdiskusi, dan mengajukan pertanyaan yang kritis serta membangun. Antusiasme tersebut menunjukkan adanya kesadaran bahwa pendidikan vokasi memerlukan dukungan penuh dari berbagai pihak, terutama keluarga.
Salah satu orangtua murid Konsentrasi Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak, menyampaikan rasa apresiasinya terhadap keterbukaan informasi yang diberikan oleh pihak sekolah. “Kami jadi tahu lebih jelas arah pendidikan anak-anak kami. Ternyata sekolah sudah menyiapkan program yang begitu terstruktur untuk masa depan mereka,” ungkapnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan sosialisasi ini, SMK Negeri 10 Semarang semakin mempertegas posisinya sebagai sekolah vokasi yang tidak hanya mengutamakan kualitas pengajaran, tetapi juga kolaborasi menyeluruh dalam mendidik dan mengembangkan potensi peserta didik.
Partisipasi orangtua yang tinggi juga memperkuat semangat sekolah dalam menjalankan visi mencetak lulusan yang profesional, berdaya saing, dan siap menghadapi perubahan zaman. Dengan semangat gotong royong dan kemitraan yang kuat antara sekolah dan orangtua, diharapkan murid SMK Negeri 10 Semarang tidak hanya lulus dengan ijazah, tetapi juga membawa pulang kompetensi dan pengalaman yang bernilai tinggi.
“Ciptakan Inovasi, Tebarkan Manfaat”
“SMK Negeri 10 Semarang, dari Semarang untuk Indonesia”
Penulis: Arimurti Asmoro, S.Pd., M.Pd., Plt. Kasubbag TU
Penyunting: Tim Humas dan Literasi

Terus bersinergi dengan orang tua guna mewujudkan kerjasama yang baik demi keberhasilan pendidikan, kemajuan karir dan masa depan siswa di masa depan.
Mantaaabb’s . . . .
Kerjasama yang baik akan sangat bermanfaat
Beri Komentar