SEMARANG-Suasana berbeda terasa di lingkungan SMK Negeri 10 Semarang pada Selasa, 11 November 2025. Tidak terlihat siswa menunduk menatap layar ponsel seperti biasanya. Sebaliknya, halaman sekolah dipenuhi tawa, canda, dan keceriaan para siswa yang berlarian, bermain, serta berinteraksi langsung satu sama lain. Semua itu merupakan bagian dari kegiatan bertajuk “Satu Hari Tanpa Gawai”, sebuah inisiatif sekolah untuk mengurangi ketergantungan siswa terhadap gadget sekaligus mempererat interaksi sosial di antara mereka.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa sejak pagi hari. Mereka diminta untuk tidak membawa atau menggunakan ponsel selama berada di lingkungan sekolah. “Tujuan kegiatan ini adalah agar siswa bisa lebih menikmati kebersamaan secara langsung dan tidak terus-menerus terpaku pada layar. Kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa dunia nyata jauh lebih luas dan menyenangkan daripada dunia digital,” ujar Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Negeri 10 Semarang, dalam wawancara di sela kegiatan. Ia menambahkan, “Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan kesadaran siswa agar tidak terlalu bergantung pada gawai. Dengan adanya kegiatan seperti ini, siswa bisa belajar menikmati waktu bersama teman-temannya, berinteraksi langsung, serta menumbuhkan semangat kebersamaan di sekolah.”
Acara dimulai pukul 07.00 dengan kegiatan senam pagi bersama di lapangan sekolah. Ratusan siswa bergerak serempak mengikuti irama musik yang energik. Senam ini tidak hanya menjadi sarana olahraga ringan, tetapi juga pemanasan untuk berbagai kegiatan seru yang telah disiapkan oleh panitia OSIS. Setelah senam, siswa diajak makan bersama di area terbuka. Suasana hangat terasa ketika mereka duduk berkelompok, saling bertukar makanan, bercanda, dan menikmati kebersamaan tanpa gangguan notifikasi ponsel.
Kemeriahan berlanjut saat berbagai permainan tradisional dan modern digelar di sejumlah titik di lingkungan sekolah. Dari lapangan hingga lorong kelas, siswa tampak antusias mengikuti beragam permainan seperti engklek, catur, voli, boxing, ular tangga, futsal, badminton, lompat tali, dan dakon. “Saya sangat mengapresiasi ide dan kerja keras anak-anak OSIS yang telah menyusun kegiatan ini dengan baik. Semua kegiatan berjalan lancar dan penuh makna. Melalui kegiatan ini, kita bisa melihat bahwa kebersamaan tanpa gadget justru lebih menyenangkan dan penuh nilai positif,” ujar Pembina OSIS yang terlihat turut mendampingi siswa bermain.
Sementara itu, Ketua OSIS SMK Negeri 10 Semarang, Satria AuLa Aditama, mengaku bangga dengan antusiasme teman-temannya. Ia menuturkan bahwa awalnya ada kekhawatiran siswa akan bosan tanpa ponsel, namun kenyataan di lapangan justru sebaliknya. “Awalnya kami khawatir teman-teman akan bosan tanpa HP, tapi ternyata mereka sangat menikmati setiap kegiatan. Melihat semua siswa tertawa, bermain, dan berinteraksi secara langsung membuat kami merasa bangga. Semoga kegiatan ini bisa terus diadakan setiap tahun,” ungkapnya.
Kesan positif juga datang dari para siswa yang mengikuti kegiatan ini. Evan Pratama, siswa kelas XI TKR 2, mengaku sempat merasa canggung di awal karena terbiasa menggunakan ponsel setiap saat. “Awalnya terasa aneh tidak memegang HP seharian, tapi setelah ikut kegiatan ini ternyata sangat seru. Saya jadi lebih banyak ngobrol, tertawa, dan main bareng teman-teman. Rasanya lebih dekat dan menyenangkan,” katanya sambil tersenyum.
Senada dengan itu, Moza Maheswari Rajendriya, siswi kelas XI KKB, mengaku kegiatan ini memberinya pengalaman berharga. “Kegiatan ini membuat saya sadar kalau hidup tanpa HP sehari bukan hal yang sulit. Justru terasa lebih tenang dan menyenangkan karena bisa beraktivitas bersama teman-teman. Saya berharap kegiatan seperti ini bisa diadakan lagi,” ujarnya.
Menurut panitia, kegiatan “Satu Hari Tanpa Gawai” ini juga merupakan bentuk edukasi karakter bagi siswa agar lebih seimbang dalam menggunakan teknologi. Sekolah ingin menanamkan bahwa kemajuan digital memang penting, tetapi hubungan sosial dan interaksi nyata tetap menjadi hal utama dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala SMK Negeri 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, termasuk para orang tua dan wali murid. “Kami berterima kasih kepada orang tua yang mendukung program ini. Semoga dengan kegiatan seperti ini, anak-anak bisa berinteraksi nyata dengan alam, sesama teman, berolahraga, dan bermain. Kami ingin mereka belajar bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari layar, tetapi dari hubungan dan pengalaman hidup yang nyata,” ujarnya.
Dengan wajah cerah dan hati gembira, para siswa menyelesaikan kegiatan hari itu dengan satu pesan sederhana namun bermakna: terkadang, mematikan gawai sejenak justru menyalakan kembali rasa kemanusiaan dan kebersamaan yang sesungguhnya.
Penulis : Sofiatul Nadziyah, S.Pd, Staf Kesiswaan SMK Negeri 10 Semarang

Satu hari tanpa gawai di lingkungan sekolah, menjadi upaya dan alternatif positif untuk ‘mengeksplorasi’ potensi diri murid dari aspek non akademik dan sosial yang lebih baik.
Program yang mantap dan positif , hanya harus di sesuaikan kapan butuh di gunakan dan kapan harus tidak di pergunakan. Maaf ,karena menurut saya sudah menjadi kebutuhan primer selama di gunakan secara positif
Salam hangat untuk smua bpk / ibu guru dan murid smk negeri 10, sangat positif sekali ya kegiatan nya. Saya salah satu ortu murid meng apresisasi kegiatan ini.
Seneng sekali melihat mereka akrab satu sma lain sprti hal nya dulu kita waktu sekolah bermain,berbincang sama teman dan bhkan hafal jadwal jam mapel kelas lain krna sring pinjam buku paket satu sama lainya krna g mau bawa berat
Mantaaabb’s . . . .
Akhirnya anak-anak bisa main bersama dengan sukacita,
Menyala🔥
SMK Negeri 10 Semarang luar biasa
Beri Komentar