Info Sekolah
Senin, 02 Feb 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang menjadi Terbaik I Kelembagaan dengan Prestasi Terbanyak Jenjang SMK Cabdin I

Saka Pustaka Jateng Dilantik, Gerakan Pramuka Dorong Literasi Digital Keluarga

Diterbitkan : - Kategori : Berita

SEMARANG-Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah menyelenggarakan pelantikan Majelis Pembimbing Satuan Karya (Mabisaka) dan Pimpinan Satuan Karya (Pinsaka) Pustaka Gerakan Pramuka Jawa Tengah, Jumat (21/11/2025). Kegiatan yang berlangsung di Galeri Naskah Kuno Lantai 2 Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah, Jl. Sriwijaya 29A Tegalsari, Semarang, itu sekaligus menjadi rangkaian peringatan Bulan Literasi Keluarga dengan tema “Mengoptimalkan Peran Saka Pustaka dalam Penguatan Literasi Digital di Lingkungan Keluarga”.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 hingga 11.30 WIB tersebut dihadiri para pengurus, pembina, serta perwakilan satuan karya dari berbagai daerah. Dalam acara ini, Kepala Divisi Regional Jawa Tengah, Asep Dedi Mulyadi, secara resmi dilantik sebagai Ketua Mabisaka Jateng. Mabisaka, yang merupakan Majelis Pembimbing Satuan Karya, memiliki peran strategis dalam memberikan dukungan, arahan, dan kebijakan pembinaan kepada Satuan Karya Pramuka di Jawa Tengah. “Peran Mabisaka adalah memastikan bahwa setiap program Saka berjalan selaras dengan kebutuhan generasi muda dan tantangan zaman,” ujar Asep dalam pidatonya usai pelantikan.

Asep juga menegaskan bahwa penguatan literasi digital di lingkungan keluarga semakin penting karena perkembangan teknologi yang begitu cepat. Menurutnya, Pramuka dapat menjadi motor penggerak edukasi masyarakat, terutama generasi muda, untuk menggunakan teknologi secara aman dan bertanggung jawab. “Saka Pustaka harus menjadi contoh. Anak-anak muda harus kita arahkan agar mampu memanfaatkan dunia digital secara bijak, kreatif, dan produktif,” imbuhnya.

Selain prosesi pelantikan, kegiatan ini juga diisi dengan lokakarya literasi digital yang membahas dasar-dasar penggunaan komputer, keamanan digital, kemampuan mencari informasi akurat di internet, pemanfaatan media sosial yang aman, serta pengenalan platform pembelajaran daring. Lokakarya tersebut dirancang untuk memberikan bekal nyata kepada peserta agar siap menghadapi tantangan era digital dalam kehidupan sehari-hari.

Elmina, Pembina Pramuka dari SMK Negeri 10 Semarang yang mendampingi para peserta didiknya, menilai kegiatan ini sangat relevan dengan kebutuhan generasi muda. Ia menyebut lokakarya literasi digital bukan sekadar teori, melainkan pelatihan yang membekali peserta dengan kemampuan yang benar-benar dibutuhkan di era modern. “Menurut saya kegiatan ini sangat bermanfaat. Lokakarya literasi digital itu membantu peserta memahami cara menggunakan teknologi secara efektif dan aman,” ujar Elmina.

Ia kemudian menjelaskan beberapa materi yang diberikan kepada peserta. “Ada dasar-dasar komputer dan internet, keamanan digital seperti menghindari *phishing* dan penipuan online, cara mencari informasi yang benar, hingga bagaimana menggunakan media sosial secara bijak. Anak-anak juga dikenalkan pada platform pembelajaran online. Semua ini penting agar mereka mampu berpartisipasi dalam masyarakat digital,” tutur Elmina.

Menurutnya, tujuan utama lokakarya tersebut adalah membantu para peserta menjadi lebih mahir dalam menggunakan teknologi serta meningkatkan kemampuan mereka dalam mengakses informasi, berkomunikasi, dan belajar secara mandiri. “Harapannya, anak-anak bisa mengimbaskan pengetahuan ini ke lingkungan keluarga mereka. Literasi digital bukan hanya urusan sekolah, tetapi juga budaya belajar di rumah,” tambahnya.

Penyelenggaraan Bulan Literasi Keluarga tahun ini menjadi momentum untuk memperluas gerakan literasi di Jawa Tengah, tidak hanya pada aspek membaca, tetapi juga literasi digital yang mencakup keamanan, kecermatan informasi, serta kemampuan memanfaatkan teknologi sebagai alat belajar dan kreativitas. Melalui pelantikan Mabisaka dan Pinsaka Pustaka Jateng, kolaborasi antara Dinas Kearsipan dan Perpustakaan serta Gerakan Pramuka diharapkan semakin memperkuat peran Saka Pustaka sebagai garda terdepan literasi keluarga.

Dengan bertambahnya dukungan kelembagaan dan semakin aktifnya peran pembina di lapangan, program literasi digital ini ditargetkan mampu menghadirkan generasi yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga cakap dalam memilah informasi, memahami risiko dunia maya, serta memanfaatkan internet untuk kegiatan positif. “Misi kami adalah menjadikan Pramuka sebagai agen literasi yang memberi dampak luas. Dan langkah hari ini adalah pondasi penting untuk mewujudkannya,” tutup Asep Dedi Mulyadi.

Penulis : Dini Riyani, Guru Bahasa Indonesia SMK Negeri 10 Semarang

Artikel ini memiliki

1 Komentar

Elmina Ita K, M.Si
Sabtu, 22 Nov 2025

Semangat…bergerak membangun literasi di kegiatan Pramuka

Balas

Beri Komentar