Semarang, 16 Januari 2026 — Sebanyak 20 orang pengurus Dewan Ambalan Gugus Depan Dewa Ruci dan Dewi Lanjar SMK Negeri 10 Semarang mengikuti kegiatan Pembekalan Pengurus Dewan Ambalan yang digelar pada Jumat, 16 Januari 2026 di ruang Baita Adhi Guna SMK Negeri 10 Semarang. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 12.00 WIB ini dipandu oleh Arimurti Asmoro sebagai pembawa materi dan dirancang khusus untuk memperkuat kapasitas pengurus dalam menjalankan organisasi kepramukaan secara efektif.
Dalam sambutannya, Arimurti Asmoro menekankan pentingnya peran pembekalan sebagai landasan awal bagi pengurus yang baru dilantik, agar tidak hanya menjalankan tugas secara formal tetapi juga mampu memahami tata kelola organisasi, struktur, dan administrasi. Menurut Arimurti, semangat tinggi dari para pengurus menunjukkan bahwa pengurus Dewan Ambalan siap belajar dan berkembang menjadi pemimpin yang lebih baik dan bermanfaat bagi lingkungan sekolah dan masyarakat luas.
“Kegiatan ini bukan sekadar formalitas, melainkan pondasi penting agar setiap pengurus mengetahui tugas pokok dan fungsi masing-masing, serta mampu mengoptimalkannya,” tuturnya.
Sebagai pemateri, Arimurti Asmoro menyadari bahwa kegiatan seperti ini sejalan dengan peran gerakan Pramuka secara global dan nasional dalam mengembangkan potensi pemuda. Gerakan kepramukaan dikenal sebagai ruang pendidikan nonformal yang holistik, yang membentuk karakter, kepemimpinan, dan kompetensi hidup melalui pengalaman langsung (learning by doing) dan nilai-nilai dasar Scout Law serta Scout Promise. Di dalamnya, anggota didorong untuk aktif, mandiri, dan bertanggung jawab atas tindakan mereka sendiri, serta mampu berkontribusi positif pada masyarakat.
Penelitian dan laporan independen menunjukkan bahwa anggota Pramuka memiliki keterampilan kepemimpinan, kewargaan aktif, dan kompetensi sosial yang lebih tinggi dibandingkan rekan seusianya yang tidak mengikuti kegiatan kepanduan.
Di tingkat nasional, pemerintah juga mengakui bahwa organisasi kepramukaan memiliki peran penting dalam peningkatan partisipasi dan kapasitas pemuda di berbagai bidang kehidupan — termasuk dalam pembangunan karakter dan kepemimpinan generasi bangsa.
Oleh karenanya, melalui kegiatan ini memiliki tiga tujuan utama, yaitu: Pertama, membekali peserta untuk mengenal tata kelola organisasi, struktur organisasi, dan administrasi yang baik. Kedua, membuka wawasan peserta agar mampu mengelola sumber daya yang ada di sekolah, menjadikan Pramuka solusi kebutuhan pelajar di tengah perkembangan zaman. Dan ketiga, meningkatkan kepedulian peserta untuk berpartisipasi dalam pembangunan sekolah dan berkolaborasi dengan organisasi kesiswaan lain.
Para peserta pun menyampaikan tanggapan mereka setelah mengikuti pembekalan tersebut.
Wahyu Cokro, selaku Pradana Putra, menyatakan bahwa acara tersebut memberikan pengetahuan baru mengenai pengelolaan organisasi Pramuka, sehingga pengurus dapat mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan yang akan dihadapi dalam menjalankan program setahun ke depan.
Sementara itu, Oviyana Ishlakim, Pradana Putri, merasa sangat senang karena pembekalan di awal pelantikan ini membekali para pengurus untuk menjadi lebih kreatif, mandiri, dan mampu bekerja sama, sekaligus membuka peluang regenerasi pengurus yang semakin unggul.
Pembekalan Pengurus Dewan Ambalan SMK Negeri 10 Semarang ini bukan hanya sekadar kegiatan internal sekolah, tetapi juga sebuah upaya penting dalam memberdayakan kaum muda melalui kepramukaan. Dengan bekal keterampilan organisasi, kepemimpinan, dan kolaborasi, diharapkan para pengurus mampu menerapkan nilai-nilai positif kepramukaan di lingkungan sekolah dan masyarakat — menjadikan mereka bukan hanya anggota Pramuka yang aktif, tetapi juga agen perubahan di era modern.
“Ciptakan Inovasi, Tebarkan Manfaat”
“SMK Negeri 10 Semarang, dari Semarang untuk Indonesia”
Penulis: Arimurti Asmoro, S.Pd., M.Pd.
Penyunting: Tim Humas dan Literasi

Mantaaabb’s . . .
Beri Komentar