Info Sekolah
Sabtu, 31 Jan 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang menjadi Terbaik I Kelembagaan dengan Prestasi Terbanyak Jenjang SMK Cabdin I

Pembekalan Magang Kependidikan PTI UPGRIS Tekankan Pembelajaran Mendalam dan Profesionalisme Calon Guru

Diterbitkan : - Kategori : Berita / Narasumber

Semarang — Program Magang Kependidikan bagi mahasiswa Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) terus dipersiapkan secara matang sebagai bagian integral dari proses pendidikan calon guru. Program yang sebelumnya dikenal dengan istilah Program Pengalaman Lapangan (PPL) atau Praktik Pengalaman Lapangan ini dirancang untuk memberikan pengalaman nyata mengajar di sekolah sebelum mahasiswa dinyatakan lulus. Sebagai bentuk kesiapan tersebut, Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi (PTI) UPGRIS menggelar kegiatan pembekalan magang kependidikan dengan menghadirkan Kepala SMK Negeri 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin, M.Pd, di Gedung Utama kampus UPGRIS, Kamis, 15 Januari 2026, pukul 10.00–12.00 WIB.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa PTI yang akan melaksanakan magang kependidikan dan bertujuan membekali mereka dengan pemahaman konseptual sekaligus praktis terkait dunia persekolahan. Kepala Program Studi PTI UPGRIS, Wijayanto, menegaskan bahwa magang kependidikan memiliki peran strategis dalam membentuk kompetensi calon guru. “Magang kependidikan bertujuan mengintegrasikan teori dan praktik. Mahasiswa menerapkan ilmu pedagogi, metodologi pengajaran, serta pengetahuan yang diperoleh di kampus ke dalam konteks nyata di sekolah,” ujarnya.

Menurut Wijayanto, melalui magang kependidikan mahasiswa juga diharapkan mampu mengembangkan kompetensi profesional, mulai dari perencanaan pembelajaran atau RPP, pelaksanaan pembelajaran, evaluasi, hingga manajemen kelas. Tidak hanya itu, sikap profesional keguruan seperti tanggung jawab, empati, komunikasi efektif, dan kemampuan refleksi diri menjadi bagian penting yang harus dimiliki mahasiswa. “Mahasiswa juga perlu memahami dinamika sekolah, mulai dari budaya sekolah, interaksi dengan guru pamong, siswa, staf administrasi, hingga sistem manajemen pendidikan,” tambahnya.

Dalam paparannya, Ardan Sirodjuddin menekankan pentingnya pendekatan Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning dalam praktik mengajar di sekolah. Ia menjelaskan bahwa pembelajaran mendalam merupakan pendekatan yang menekankan pemahaman konseptual yang kuat, penerapan kontekstual, serta pengembangan keterampilan abad ke-21. “Pembelajaran Mendalam saat ini diterapkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga menengah, dengan tujuan mencapai delapan dimensi profil lulusan melalui proses belajar yang bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan,” jelas Ardan.

Ardan memaparkan bahwa kurikulum dalam pembelajaran mendalam dirancang dengan prinsip dinamis, fleksibel, dan responsif terhadap perkembangan teknologi dan sosial budaya. Kurikulum juga berpusat pada peserta didik dengan memperhatikan minat, bakat, motivasi, serta gaya belajar, sekaligus mendorong pembelajaran terpadu yang relevan dengan kehidupan masyarakat. “Pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan pemecahan masalah harus menjadi perhatian utama, termasuk pemanfaatan teknologi digital yang adaptif terhadap kondisi sekolah,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menguraikan delapan dimensi profil lulusan yang menjadi sasaran pembelajaran, yakni keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, komunikasi, dan kesehatan. Seluruh dimensi tersebut perlu diintegrasikan dalam perencanaan pembelajaran, mulai dari tahap identifikasi kesiapan murid, desain pembelajaran, pengalaman belajar, hingga asesmen.

“Pengalaman belajar harus dirancang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Siswa tidak hanya memahami materi, tetapi mampu mengaplikasikannya dalam konteks nyata serta merefleksikan proses belajar untuk perbaikan ke depan,” kata Ardan. Ia juga menekankan nilai dasar saling memuliakan sebagai fondasi pembelajaran, yakni menghargai martabat setiap individu dan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta kondusif.

Pemaparan materi ditutup dengan kuis interaktif untuk menilai tingkat keterserapan materi oleh mahasiswa. Dari hasil kuis tersebut, Alviana Safitri berhasil meraih juara pertama, disusul Ahmad Masalik dan Rafi Ziddane sebagai juara kedua dan ketiga. Kegiatan ini mendapat respons positif dari para peserta. Salah satu mahasiswa, Anugerah Putro Widiono, mengaku memperoleh banyak wawasan baru. “Banyak hal baru yang diberikan dan melengkapi hal-hal yang belum saya ketahui untuk persiapan magang,” ujarnya.

Sementara itu, Alviana Safitri menilai materi pembekalan sangat bermanfaat meski waktu pelaksanaan terbatas. “Materi pembekalan bagus, cuma keterbatasan waktu. Kegiatannya berkesan dan berguna sebagai bekal magang di sekolah. Saya jadi lebih terbuka dalam mempersiapkan magang,” tuturnya.

Melalui kegiatan pembimbingan ini, Program Studi PTI UPGRIS berharap mahasiswa memiliki kesiapan akademik, profesional, dan mental yang lebih kuat sebelum terjun langsung ke sekolah. Pembekalan tersebut menjadi langkah awal penting dalam mencetak calon guru yang adaptif, reflektif, dan mampu menjawab tantangan pendidikan di era modern.

Penulis : Muhammad Yunan Setyawan, S.Pd, Waka Humas SMK Negeri 10 Semarang

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar