Info Sekolah
Senin, 02 Feb 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang menjadi Terbaik I Kelembagaan dengan Prestasi Terbanyak Jenjang SMK Cabdin I

Pelatihan Pembelajaran Mendalam Kepala Sekolah Hari Pertama Bahas Pola Pikir Bertumbuh

Diterbitkan : - Kategori : Berita

Semarang – Pelatihan Pembelajaran Mendalam untuk para kepala SMK resmi dimulai pada Minggu, 31 Agustus 2025. Pada hari pertama, peserta disuguhi materi penting tentang pola pikir bertumbuh (growth mindset) dan konsep serta kerangka kerja pembelajaran mendalam. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Dr. Ahlis Qoidah Noor yang memaparkan secara komprehensif teori dan praktik yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah.

Dalam sesi pembukaan, Dr. Ahlis menegaskan bahwa pemahaman pola pikir bertumbuh menjadi dasar penting bagi kepala sekolah dalam membangun budaya belajar yang sehat. “Pola pikir bertumbuh bukan hanya soal keyakinan bahwa kecerdasan dapat dikembangkan, tetapi juga bagaimana kita sebagai pemimpin satuan pendidikan bisa menularkan semangat itu kepada guru dan murid. Dengan begitu, sekolah menjadi ekosistem belajar yang hidup,” jelasnya.

Lebih jauh, Ahlis menguraikan target yang diharapkan setelah peserta menyelesaikan modul hari pertama. “Peserta diharapkan mampu memahami konsep pembelajaran mendalam, menganalisis dimensi profil lulusan, mengidentifikasi prinsip pembelajaran mendalam, mengenali pengalaman belajar mendalam, serta menganalisis kerangka pembelajaran mendalam,” terangnya.

Materi kemudian difokuskan pada empat bagian besar. Pertama, konsep pembelajaran mendalam yang menekankan keterkaitan antara ilmu, keterampilan, dan karakter. Kedua, prinsip pembelajaran mendalam yang terdiri dari tiga hal utama: berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. “Pembelajaran tidak boleh terlepas dari rasa sadar, harus relevan dengan kehidupan nyata, dan tentu saja menyenangkan agar mendorong partisipasi aktif,” tambah Ahlis.

Bagian ketiga membahas pengalaman belajar yang meliputi tiga tahap: memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Menurut Ahlis, siklus ini penting agar murid tidak sekadar menghafal, tetapi benar-benar mampu menginternalisasi pengetahuan yang diperoleh. “Proses belajar yang dalam akan melahirkan pemahaman yang kuat, kemampuan penerapan nyata, dan refleksi kritis untuk perbaikan berkelanjutan,” katanya.

Sedangkan bagian keempat menekankan pada kerangka pembelajaran mendalam yang mencakup praktik pedagogis, lingkungan pembelajaran, kemitraan, dan pemanfaatan teknologi digital. Ahlis menekankan bahwa kepala sekolah harus berperan sebagai arsitek yang merancang seluruh aspek tersebut secara terpadu. “Tanpa lingkungan yang mendukung dan kolaborasi yang kuat, pembelajaran mendalam tidak akan berjalan optimal,” paparnya.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Peserta diajak berdiskusi, memetakan profil pola pikir yang ada di sekolah, dan melakukan simulasi intervensi pola pikir. Beberapa peserta juga diminta memberikan refleksi tentang materi yang dipelajari.

Salah satunya Muhammad Yunan Setyawan, kepala program dari SMK Negeri 10 Semarang, yang menyampaikan pengalamannya. “Saya senang hari ini bisa belajar tentang pemetaan pola pikir sesuai konsep teori Prof. Dweck, merubah suara PPT menjadi PPB, dan bagaimana seharusnya menjadi kepala sekolah atau guru yang dapat melakukan intervensi pola pikir kepada para guru dan murid di sekolah kita,” ungkapnya.

Menurut Yunan, pemahaman ini membuka cakrawala baru bahwa peran kepala sekolah tidak hanya administratif, tetapi juga sebagai penggerak perubahan pola pikir di sekolah. “Kalau kepala sekolah bisa memberi teladan growth mindset, guru dan murid akan lebih mudah menyesuaikan diri. Dampaknya akan terasa pada semangat belajar dan iklim akademik di sekolah,” tambahnya.

Hari pertama pelatihan ditutup dengan sesi penugasan, di mana peserta diminta merancang langkah awal penerapan growth mindset dan kerangka pembelajaran mendalam di sekolah masing-masing. Antusiasme peserta terlihat dari semangat mereka berbagi ide dan strategi yang relevan dengan kondisi sekolah.

Dengan materi yang mendalam dan praktis, pelatihan hari pertama ini diharapkan menjadi pondasi kuat bagi kepala sekolah untuk melanjutkan sesi-sesi berikutnya. Pelatihan akan berlanjut dengan fokus pada praktik implementasi dan evaluasi, sehingga para peserta benar-benar siap membawa perubahan nyata di satuan pendidikan mereka.

Penulis : Dian Primayanto, Peserta Pelatihan Pembelajaran Mendalam SMK Negeri 10 Semarang

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar