Semarang-Pelatihan Pembelajaran Mendalam (PM) bagi guru SMA tahap 2 Kota Semarang resmi berakhir pada Senin, 4 Agustus 2025. Bertempat di Kampus Universitas PGRI Semarang, kegiatan yang berlangsung sejak 30 Juli ini diikuti oleh 28 guru dari berbagai SMA negeri dan swasta di Kota Semarang. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kompetensi guru dalam menerapkan pembelajaran yang mendalam dan bermakna di kelas.
Selama enam hari pelaksanaan, para peserta mengikuti rangkaian pelatihan yang dirancang dengan pendekatan flipped learning. Dalam model ini, peserta terlebih dahulu melakukan pembelajaran mandiri secara daring melalui platform LMS, dengan mengakses bahan bacaan dan video pembelajaran. Tahapan berikutnya adalah sesi tatap muka luring yang mencakup kegiatan In-Service Learning 1 (IN-1), On-the-Job Training (ON), dan In-Service Learning 2 (IN-2). Tahapan ini memungkinkan peserta mendalami konsep, menerapkan strategi di konteks nyata, serta merefleksikan praktik pembelajaran yang sudah dilakukan.
Tujuan utama dari pelatihan ini adalah membekali guru dengan kemampuan untuk menerapkan pola pikir bertumbuh, memahami kerangka pembelajaran mendalam, menganalisis praktik dalam video dan modul ajar, serta merancang asesmen dan implementasi pembelajaran yang mengedepankan keterlibatan aktif murid. Tak hanya itu, guru juga dilatih untuk merancang dan menjalankan inkuiri kolaboratif, sebuah pendekatan berbasis tim yang menjadi penekanan utama dalam pelatihan tahap ini.
Anis Chrisna Warastuti, guru dari SMA Masehi 2 Semarang, mengungkapkan kepuasannya terhadap jalannya pelatihan. “Pelatihan selama enam hari berjalan dengan baik. Bapak fasilitator selalu memberikan materi terbaik, memberi contoh dan masukan yang sangat membantu. Inkuiri kolaboratif adalah pendekatan berbasis tim yang memungkinkan guru bekerja sama dalam mengidentifikasi tantangan di kelas, merancang strategi pembelajaran, dan secara berkelanjutan merefleksikan serta menyempurnakan praktik pengajaran. Terima kasih Pak Ardan, Pak Rochim, dan Pak Sugeng untuk materi-materi dan pendampingannya,” ungkapnya penuh antusias.
Sementara itu, Dyah Retno dari SMAN 10 Semarang menilai bahwa pelatihan ini telah membuka wawasannya terhadap esensi dari pembelajaran mendalam. “Belajar menyamakan konsep bersama fasilitator dan teman-teman hebat membuka mata pemahaman saya tentang Deep Learning, yang selama ini menjadi bahan diskusi bersama di lingkungan internal. Kegiatannya mengasyikkan, dengan teman-teman yang menyenangkan dan kompak, serta fasilitator yang mantap betul memberikan penjelasan dan contoh yang mudah dipahami. Oh jebul iku deep learning,” ujarnya sambil tersenyum.
Atmosfer kolaboratif dan interaktif yang dibangun dalam pelatihan ini menjadikan pengalaman belajar para peserta lebih hidup. Dalam setiap sesi, peserta tidak hanya mendengar paparan materi, tetapi juga terlibat dalam diskusi kelompok, analisis video pembelajaran, serta praktik langsung perancangan pembelajaran mendalam. Ini sejalan dengan semangat pelatihan yang menempatkan guru bukan hanya sebagai penerima materi, tetapi juga sebagai pembelajar aktif yang terus merefleksikan praktiknya.
Penutupan pelatihan ditandai dengan sesi foto bersama seluruh peserta dan fasilitator, menandakan selesainya satu tahapan penting dalam peningkatan mutu pendidikan di Kota Semarang. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sistematis yang dilakukan pemerintah melalui berbagai pelatihan dan pendampingan untuk memperkuat peran guru sebagai agen utama dalam transformasi pendidikan.
Dengan berakhirnya pelatihan ini, diharapkan para guru dapat mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh ke dalam pembelajaran sehari-hari di kelas masing-masing. Pendekatan pembelajaran mendalam, yang mengutamakan keterlibatan aktif, pemikiran kritis, dan refleksi, diharapkan mampu menjawab tantangan pembelajaran abad 21 dan mendorong terciptanya generasi pelajar yang lebih tangguh dan adaptif.
Para fasilitator pelatihan, yakni Ardan, Rochim, dan Sugeng, juga menyampaikan apresiasi terhadap semangat dan partisipasi aktif para peserta. “Semangat belajar peserta sangat luar biasa. Harapannya, praktik-praktik baik yang dikembangkan selama pelatihan bisa diteruskan dan ditularkan ke rekan-rekan guru di sekolah masing-masing,” ujar salah satu fasilitator dalam sesi penutupan.
Dengan pelatihan ini, Kota Semarang menunjukkan keseriusannya dalam mendukung peningkatan kapasitas guru melalui program-program yang terstruktur dan berkelanjutan. Sebuah langkah strategis yang patut diapresiasi dalam upaya menghadirkan pendidikan yang semakin berkualitas dan relevan bagi generasi muda.







Users Today : 903
Users Yesterday : 1559
This Month : 44260
This Year : 44260
Total Users : 695342
Views Today : 2312
Total views : 3704163
Who's Online : 8





Selamat belajar bp ib guru
Beri Komentar