Info Sekolah
Senin, 02 Feb 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang menjadi Terbaik I Kelembagaan dengan Prestasi Terbanyak Jenjang SMK Cabdin I

Pelatihan Hari Pertama Tekankan Pentingnya Pola Pikir Bertumbuh bagi Guru dan Siswa

Diterbitkan : - Kategori : Berita

Semarang – Pelatihan Pembelajaran Mendalam bagi Kepala Sekolah dan Guru Kota Semarang tahap kedua resmi dimulai pada Rabu, 30 Juli 2025. Setelah seremoni pembukaan yang berlangsung di kelas masing-masing, kegiatan hari pertama difokuskan pada materi “Pola Pikir Bertumbuh” atau Growth Mindset. Materi ini dirancang untuk membantu para peserta memetakan profil pola pikir yang berkembang di sekolah atau kelas, sebagai landasan dalam merancang program-program strategis yang dapat mendorong transformasi pola pikir tetap (PPT) menjadi pola pikir bertumbuh (PPB), baik pada guru maupun murid.

Fokus pada pola pikir ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan data Survei Profil Pola Pikir dalam Program for International Student Assessment (PISA) tahun 2018, Indonesia termasuk dalam enam negara dengan persentase murid yang memiliki pola pikir bertumbuh terendah dari 79 negara peserta. Bahkan, dua dari tiga murid Indonesia menyatakan setuju dan sangat setuju dengan pernyataan: “Kecerdasan adalah sesuatu tentang diri Anda yang tidak bisa banyak diubah.” Temuan ini menjadi peringatan serius bagi dunia pendidikan Indonesia, bahwa cara pandang terhadap kemampuan diri masih sangat terbatas dan membutuhkan intervensi.

OECD dalam laporannya juga menyimpulkan bahwa terdapat korelasi kuat antara pola pikir bertumbuh dengan capaian akademik. Negara-negara dengan persentase murid berpolapikir bertumbuh tinggi cenderung memiliki skor akademis yang lebih baik. Menariknya, faktor yang sangat memengaruhi pola pikir murid tersebut adalah pola pikir gurunya sendiri.

Dalam kelas G, pelatihan dipandu oleh tiga fasilitator berpengalaman, yakni Sugeng Nugroho, Rochimudin, dan Ardan Sirodjuddin. Ketiganya secara bergantian membimbing dan menginspirasi peserta untuk tidak hanya memahami konsep pola pikir bertumbuh secara teoritis, tetapi juga menemukan cara praktis untuk menerapkannya di ruang kelas masing-masing.

Lystia Aryanti Nurjannah, salah satu peserta pelatihan dari SMAN 7 Semarang, mengungkapkan antusiasmenya terhadap materi pertama ini. “Pada Modul 1 tentang Pola Pikir Bertumbuh (PPB), saya memahami bahwa PPB merupakan cara berpikir yang meyakini bahwa kemampuan dan kecerdasan seseorang dapat dikembangkan melalui usaha, pembelajaran, dan ketekunan,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa pola pikir bertumbuh sangat penting, terutama dalam dunia pendidikan dan pengembangan diri. “Dengan memiliki pola pikir bertumbuh, seseorang tidak mudah menyerah saat menghadapi kegagalan, melainkan menjadikannya sebagai peluang untuk belajar dan memperbaiki diri. Saya setuju bahwa pola pikir bertumbuh perlu ditanamkan sejak dini, karena dapat membentuk sikap positif dalam menghadapi tantangan hidup,” jelas Lystia.

Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya peran guru, orang tua, dan lingkungan dalam membentuk pola pikir ini. “Dalam praktiknya, pola pikir ini dapat diterapkan dengan memberi diri sendiri afirmasi positif, fokus pada proses daripada hasil, serta terbuka terhadap umpan balik. Guru dan lingkungan sekitar berperan besar dalam menumbuhkan pola pikir ini melalui dorongan dan penghargaan terhadap usaha, bukan hanya hasil akhir,” imbuhnya.

Pendapat serupa juga disampaikan oleh Supriyadi, guru dari SMAN 10 Semarang. Ia mengaku bahwa pelatihan di hari pertama ini memberikan perspektif baru yang menyentuh tentang pentingnya proses dalam pembelajaran. “Materi hari pertama ini sangat membuka pikiran saya. Ternyata pola pikir bertumbuh tidak hanya menampilkan pandangan positif tentang perubahan perilaku murid, tetapi juga menunjukkan bahwa proses pembelajaran perlu diperhatikan agar tidak memangkas kreativitas dan motivasi siswa,” ujar Supriyadi.

Menurutnya, dengan menumbuhkan pola pikir bertumbuh, guru dapat membantu murid mengembangkan potensi diri secara optimal. “Pola pikir ini memberi keyakinan pada murid untuk lebih berkembang, baik dari sisi kreativitas, empati, daya juang, kemampuan komunikasi, kolaborasi, hingga nilai moral dan karakter. Penyampaian materi juga menyenangkan dan menggembirakan sehingga memberi kesan mendalam,” pungkasnya.

Pelatihan hari pertama ini menjadi awal yang kuat dalam menyadarkan para pendidik bahwa perubahan besar dalam dunia pendidikan harus dimulai dari pola pikir. Dengan guru sebagai agen perubahan, diharapkan transformasi pola pikir bertumbuh dapat menjalar ke seluruh ekosistem pendidikan di sekolah. Pelatihan ini tak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga ruang refleksi dan penyemaian semangat baru dalam menjalankan profesi sebagai pendidik yang bermakna dan berdampak.

Penulis : Ardan Sirodjuddin, Fasilitator Pembelajaran Mendalam BBGTK Jawa Tengah

Artikel ini memiliki

2 Komentar

Antar subandana
Senin, 4 Agu 2025

Sangat bermanfaat

Balas
Elmina
Selasa, 5 Agu 2025

Pelatihan yg sangat bermanfaat unt bp ib guru

Balas

Beri Komentar